Preeclampsia

Thread: Preeclampsia

Page 1 of 27 1 2 3 11 ... LastLast
Results 1 to 15 of 400
  1. #1
    Silver
    Join Date
    Oct 16, 2011
    Posts
    19
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Preeclampsia

    Dear Mommies,

    Setelah lihat tittle dari masing-masing thread, kayaknya belum ada yang bahas khusus mengenai Preeclampsia (mohon koreksinya jika salah).

    Saya pingin dengar kisah atau cerita bagaimana mommies yang pernah mengalami Preeclamsia, mengingat saya sendiri mengalaminya dan masih tahap pemulihan.

    Pada awalnya, saya pikir preeclampsia tidak semengerikan itu, namun dari apa yang saya alami, ternyata cukup berat juga.

    Thank you..

  2. #2
    Platinum
    Join Date
    Sep 24, 2012
    Posts
    249
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Lakeisha..
    Blh dishare kasusmu?
    5050505050505050505050

  3. #3
    Platinum sarin sabilla's Avatar
    Join Date
    Feb 16, 2012
    Posts
    125
    Mentioned
    11 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    btw ini preklampsia untuk ibu hamil bukan?
    karena aku juga ngalamin pas lagi hamil

  4. #4
    Silver
    Join Date
    Oct 16, 2011
    Posts
    19
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Yang_mei & Sarin,

    Aku mau share pengalaman terkena preeclampsia kemarin ya. Sejak awal hamil, aku muntah-muntah parah setiap hari. Muntahnya gak kenal waktu, pagi, siang, sore, tengah malam Hidden Content (

    Dengan kondisi tersebut, sudah jelas berat badan saya sulit bertambah. Tapi di usia 32w tiba-tiba BB saya naik drastis, bisa 5 kg dalam sebulan. Tekanan darah meningkat dari biasanya 90/60 menjadi 120/80. Sebenarnya tekanan darah segitu masih dalam keadaan normal, yang akhir-akhir ini saya baru tahu, bahwa sebenarnya saya sudah mengalami preeclampsia sejak saat itu. Obgyn waktu itu hanya mengomentari kenaikan BB saja, bahwa tidak baik jika terjadi peningkatan BB secara drastis. Concern saya saat itu hanya mengenai BB, yang membuat saya bingung bagaimana menanganinya, mengingat saya tidak banyak makan dan lebih sering muntah. Jadi tidak mungkin saya harus mengurangi asupan.

    Kurang lebih 3 minggu kemudian, saya ke Obgyn lagi mengeluh saya mengalami Infeksi Saluran Kencing (ISK). Dokter memberi saya antibiotik dan obat anti jamur. Walaupun saya mengkonsumsi kedua jenis obat tersebut, saya merasakan ISK semakin parah. Salahnya saya waktu itu tidak langsung menghubungi dokter. Saya baru menghubungi dokter di minggu ke 36. Berat badan saya semakin melonjak dan bengkak parah. Dokter meminta saya untuk cek urin, dan hasilnya +2 a.k.a saya mengalami Preeclampsia.

    Saya stres sekali saat itu. Pertama karena saya tahu preeclampsia mengerikan, sejauh mana mengerikannya memang belum terbayang saat itu. Kedua, saya tidak siap untuk dilakukan operasi caesar. Karena sejak awal saya ingin melahirkan normal, dan aktif mengajak baby berkomunikasi untuk bekerja sama dalam proses kelahiran. Saat itu baby sudah masuk panggul soalnya. Namun mengingat risiko yang besar jika saya memaksa melahirkan secara normal, akhirnya saya mengikuti saran dokter untuk SC tepat di usia kehamilan 37 minggu.

    Saya mencoba ikhlas karena tidak dapat melahirkan normal, yang terpenting saya dan baby sehat. Itu saja. Saya tidak terpikir hal-hal mengerikan selain nyerinya pasca operasi. Namun, jam 7 malam (saya operasi jam 12 siang) saya tiba-tiba mengalami batuk parah. Parah sekali. Saking parahnya, luka jahitan yang awalnya sakit karena saya batuk-batuk, tidak terasa lagi, karena sakit di dada jauh lebih terasa. Jam 11 malam, saya teriak minta dipanggilkan dokter jaga karena saya tidak dapat bernapas. Saat itu juga langsung diberikan nebule, oksigen dan dilakukan foto thorax. Dan saya divonis menderita radang paru-paru.

    Kontan saya bingung, saya tidak pernah merokok, tidak dekat orang-orang yang merokok, tidak mengkonsumsi alkohol, selama hami jauh dari asap. Sebelum hamil, saya foto thorax dan hasilnya baik. Namun saya divonis radang paru-paru berdasarkan hasil foto thorax dan analisa gas darah. Saya kekurangan oksigen saat itu. Jujur saya kebingungan saat itu, terkait dengan masalah pernapasan yang tidak kunjung membaik, bengkak yang semakin parah. Internis yg menangani saya saat itu hanya fokus pada masalah pernapasan saya, yang memang setiap malam saya mendadak tidak dapat bernafas, pun dengan bantuan oksigen. Sehingga saat itu, saya menjadi sangat takut jika harus menghadapi malam.

    Setelah perawatan 10 hari di RS sakit dan berdasarkan foto thorax hasilnya membaik, saya diperbolehkan pulang ke rumah. Oh I miss my baby, yang dititipkan di NICU, walaupun dia sehat, selama mamanya mengalami perawatan.

    Malam pertama pulang ke rumah, saya kembali sesak, sama seperti awal pasca operasi. Waktu itu suami dan ibu saya panik. Saya pun tidak dapat tidur, saya ketakutan saya akan berhenti bernafas. Akhirnya, esok paginya saya mencari second opinion ke RS lain, saya konsultasi dengan dokter spesialis paru dan internis. Kemungkinan sesak berasal dari badan yang masih bengkak. Saya diberikan obat untuk sesak dan diuretik untuk mengeluarkan cairan.

    Benar saja, ketika bengkak hilang dari tubuh, sesak saya hilang. Oya, pasca minum diuretik, bobot saya berkurang 11 kg setelah airnya keluar semua dan BB kembali seperti sebelum hamil. Jadi peningkatan BB selama ini karena cairan yang menumpuk.

    Satu masalah terselesaikan, masalah yang cukup krusial dan belum membaik adalah kondisi ginjal saya. Berdasarkan hasil cek urin, protein urin saya fluktuatif antara +2 dan +3. Saya semakin stres ketika dokter yang memberi saya diuretik, kemudian memberi saya obat untuk gagal ginjal. Saya waktu itu berusaha untuk positive thinking bahwa ginjal pasti akan kembali seperti semula dan obat itu tidak saya minum. Setelah perjuangan berat, mengkonsumsi putih telur yang mencapai 12 butir sehari, juga menkonsumsi minyak ikan, yang diberikan oleh dokter RS saya melahirkan, 2.5 bulan pasca melahirkan barulah protein urin saya negatif. Ibu saya memeluk saya sambil menangis waktu itu, mengingat saya sempat divonis ginjalnya bermasalah. Dan sepupu saya yang seusia saya mengalami gagal ginjal.

    Perjalanan panjang pemulihan pasca preeclampsia ini ternyata memicu stres dan sakit lambung yang berkepanjangan hingga saat ini. Yang tentunya berpengaruh terhadap pengasuhan bayi. Saya juga sangat stres ketika saya tidak mampu memegang bayi. Setiap saya habis memegang bayi, saya pasti merasa limbung. Terutama ketika protein urin masih positif. Setiap saya merasa kelelahan, pasti protein urin meningkat. Akhirnya, berdasarkan saran DSA, saya tidak diperbolehkan untuk mengurus bayi dulu.

    Sekarang usia bayi sudah 4 bulan dan alhamdulillah sehat, meski ia sering jauh dari mamanya. Ada yang bisa share pengalaman mengenai preeclampsia juga? Dan berbagi tips atau saran agar pemulihan lebih cepat.

    Terima kasih.

  5. #5
    Platinum
    Join Date
    Sep 24, 2012
    Posts
    249
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Wah..
    Pengalaman yg agak menyeramkan ya mak, tp puji Tuhan skrg smua dah lewat.
    Kira2 dokter ada info ga mak, knp lu bs kena preeklamsia?
    Skrg sy jg lagi hamil memasuki 9 bulan, dah puji Tuhan smua sehat2 aja, cuma kolesterol yg agak tinggi.

    Smoga baby n ibunya sehat slalu ya mak, salam buat c kecil.

  6. #6
    Silver
    Join Date
    Oct 16, 2011
    Posts
    19
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Yang_mei

    Thanks atas doanya. Iya, feels like I've got a second chance to be alive.

    Menurut dokternya, secara medis belum diketahui penyebabnya apa. Katanya sih, untuk kehamilan selanjutnya, risiko preeclampsia lebih kecil. Tapi tetep, saya trauma Hidden Content

    Semoga lancar ya nanti kelahirannya. Baby dan ibu sehat. Kalo internisku bilang, Ibu hamil dan ibu menyusui cenderung tinggi kolesterolnya karena butuh untuk menyusui.

  7. #7
    Platinum
    Join Date
    Sep 24, 2012
    Posts
    249
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    (˘ʃƪ˘) Amieen.. Makasi jg lakeisha.
    Smoga next klo dirimu hamil lg, smua serba lancar n amaaaannnnn. (˘ʃƪ˘) Amieen..

  8. #8
    Silver
    Join Date
    Apr 20, 2012
    Posts
    9
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Buibu..mw share jg nie mslh preeclampsia..sptiny ** jg preeclampsia,tp obgynku gak mw blg spti itu,mgkn tuh dokter takut ** jd parnoan,cm beliau emg concern ke tekanan darahku yg cenderung tinggi smpe 140/90 sma bengkak2 yg dr muka sampe ujung kaki..bliau suruh ** diet garam spya gak tllu bengkak..trus diresepin antioksidan yg katany u/ nurunin tekanan darah..** dh mulai bengkak2 dr 18W smpe skrg masuk 37W..BB ku naik drastis smpe 30kg😖..sebulan bahkan naik smpe 5 kg,tp emg ** hamil kebo gak ada muntah or mual2 yg parah,yg ada ** ngunyah terus😆..untungny babyku jg perkembanganny sesuai dgn usia janin,smpt parno jg sih katany klo preeclampsia perkembangan janin terhambat..kadar protein urin jg +2 tp lg2 obgynku dgn santainy blg klo itu bawaan hamil😓.. Ow iy ada gak pengaruhnya gatal+ruam dgn preeclampsia?soalny ** bbrp hari ini bru ngerasainny..badanku smua gatal klo digaruk jd ruam2 kyk biduran gtu..

  9. #9
    Citizen
    Join Date
    May 27, 2009
    Location
    Yogyakarta, Indonesia
    Posts
    1,334
    Mentioned
    62 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Preeklampsia memang agak susah ditelusur penyebabnya. Yang high risk memang yang di atas 40, atau dasarnya overweight, atau punya masalah dengan ginjal. Tapi nggak begitu pun bisa kena juga (artis Astrid Tiar juga kena)

    aku sendiri, waktu minggu 34 kemaren hasil cek urin ku -+ (negatif positif), sama dokter disuruh banyak minum air putih, karena itu tandanya ada trace gula di urin. sebenernya bisa diabaikan, karena yang musti ditreatment khusus kalau +2 atau +3. Harusnya yg bagus ya (-)/negatif.

    Selama nggak ada bengkak (kaki, tangan dan wajah) dan tekanan darah normal sih gak papa, tapi tetep waspada. Soalnya diabetes kehamilan (gestational diabetes) juga mengarah ke pre eklampsia.
    Tapi kalau ada tanda bengkak atau tekanan naik musti tes ulang protein urinnya ntar.

  10. #10
    Citizen defore's Avatar
    Join Date
    Mar 26, 2012
    Posts
    1,096
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Akhirnya ada yg buka thread ttg eclampsia.. pas bgt nih gw lg butuh info karna bb gw naik bnyk di trisem awal.. klo bole tau penyebabnya apa ya? Dan setau gw gejalanya keliatan di bln kelima kan biasanya tp dr kasus lakeisha kok muncul di trisem 3 akhir ya.. dan menurut lakeisha dy ga mkn bnyk n ga mkn yg bs bikin tekanan darahnya naik.. untung dah lewat ya masa2 beratnya dan tinggal pemulihan..

    Lakeisha & link2: take care ya moms..
    Last edited by defore; Mar 11, 2013 at 03:27 PM.

  11. #11
    Platinum sarin sabilla's Avatar
    Join Date
    Feb 16, 2012
    Posts
    125
    Mentioned
    11 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    doa selalu yaa smoga diberi tuhan sehat selalu.
    aku juga diagnosa sama obgyn preklampsia karna positif 2 di urine, ada protein dalam urine
    itu 3bulan, sama dokter di rekomend ke internis, dan diagnosa internis aku ada tekanan darah tinggi , kencing manis dan ginjal
    tapi ak dikasih obat terus yg harus diminum setiap hari , ahamdulillah baby ku gpp sampai skrg sehat.

    sampai 9bulan sehat terus dan alhamdulillah ya normal. memang ada sih yg kayak kita gini tapi pas lagi hamil doank, kayak ginjal dsb itu ada karna kita hamil.

    intinya skrg doa aja jeng yg banyak sama tuhan.
    sama saran aku pilih dokter yg recommend deh.

    waktu hamil obgyn nyuruh k internis gak?

  12. #12
    Silver
    Join Date
    Oct 16, 2011
    Posts
    19
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Defore,

    Preeclampsia menyerang sejak kehamilan di usia 20 minggu dan banyak yang terjadi di akhir-akhir kehamilan, seperti yang saya alami, kata obgynnya. Berdasarkan sharing dari kawan yg mengalami preeclampsia juga, katanya PE ini penyakit yang lebih kepada psikomatis (mental) bukan psikis. Jadi menyikapinya harus dengan tenang.

    Waktu itu saya sulit sekali mencoba untuk tenang karena saya selalu tidak bsa bernafas (istilahnya edema paru ternyata), jadi paru2 saya terendam air saat itu Hidden Content takut banget 'lewat' malam itu, mikir baby nanti gimana..

    Iya alhamdulillah semua udah terlewati.

    Oh ya, yang pas PE bengkaknya parah, sekarang ngilu2 gak sih tulangnya?

    Iya

    Sarin,

    Aku ke internis pasca lahiran, karena begitu ketauan PE langsung terminasi kehamilan dengan caesar.

  13. #13
    Citizen defore's Avatar
    Join Date
    Mar 26, 2012
    Posts
    1,096
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Thanks ya mak info2nya.. berarti harus tenang ya hadapin kehamilan dan after kehamilan.. untung masa2 sulit dah terlewati.. cepet pulih ya mak..

  14. #14
    Platinum sarin sabilla's Avatar
    Join Date
    Feb 16, 2012
    Posts
    125
    Mentioned
    11 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    waktu itu sama internis dilarang makan
    bayam. emping melinjo, yg bersoda, mengandung pengawet, terus coklaat (kebayang 9bulan gak pernah makan coklat)
    huhu

    iyaa mba lekeisha cepet pulih yaa, sehat selalu Hidden Content )

  15. #15
    Silver
    Join Date
    Oct 16, 2011
    Posts
    19
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Preeclampsia

    Aaaak, gak boleh makan bayam ya? Aku pasca lahiran itu tiap hari makan bayam.. Karena haemoglobin darah yg rendah. Huks. Salah ternyata ya..

Page 1 of 27 1 2 3 11 ... LastLast