Donor ASI - Page 3

Thread: Donor ASI

Page 3 of 4 FirstFirst 1 2 3 4 LastLast
Results 31 to 45 of 55
  1. #31
    Citizen dewdew's Avatar
    Join Date
    Jan 20, 2009
    Location
    Jakarta
    Posts
    1,578
    Mentioned
    7 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    Acaaaa... Ih bgab ung jg di siniii. Maap gue bacanya telat. Baby Rimba-nya udah 29 hari nih. blm pake asi donor. Alhamdulillah. Walo pun asinya kejar2an sama jadwal nyusu. Cappeee... Eh oot Hidden Content maap bu mods *mlipir*

  2. #32
    Quartz ilalank's Avatar
    Join Date
    Aug 9, 2010
    Posts
    429
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    sepertinya gw akan mulai membutuhkan asi donor nih Hidden Content
    stok gw bener2 udah tipisssssssssss

    sementara...anak gw minumnya tambah banyak Hidden Content

  3. #33
    Resident vany's Avatar
    Join Date
    Nov 30, 2009
    Location
    Jakarta,Indonesia
    Posts
    474
    Mentioned
    75 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    Kayanya kalo mau donor asi tuh hrs bener2 yah d tanya alesannya apa,jd kl ga urgent2 banget mending ga d kasih deh. Ade ipar gw tuh dr anaknya 1 bln sampe skrg 3,5bln 70% asinya dari donor asi. Asi emanya dikit tp krn emanya mls netein & pumping,kl prgi d ksh sufor. Yg gw heran adaaa aj yg ngasih tuh donor asi. Jdnya ga mendidik deh! IMO sih mending dikasih k panti asuhan yah secara mereka kan lbh membutuhkan. Btw oot ga nih mod? Abs bingung mw d thread apa Hidden Content
    Last edited by vany; Jan 19, 2012 at 07:37 AM.

  4. #34
    Mommies Daily Crew Superstar in Training kirana21's Avatar
    Join Date
    Mar 21, 2008
    Location
    Jakarta, Surabaya
    Posts
    7,622
    Mentioned
    450 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    bacaan bagus tentang donor ASI

    sumber: Hidden Content

    Donor ASI; Kapan dan Bagaimana?
    oleh Astri Pramarini on January 19th, 2012

    Sering kali kita membaca di milis dan media sosial adanya permintaan ASI donor karena beberapa sebab, misalnya: ibu meninggal, ibu sakit, bayi masuk NICU, bayi masuk inkubator, bayi terlantar, persediaan ASI perah habis, ASI belum keluar, persiapan menjelang melahirkan ataupun tidak mencantumkan alasan kenapa membutuhkan ASI donor.

    Bagaimana sih posisi ASI donor dalam dunia perASIan? Apakah aman dan disarankan? Kapan sebaiknya memakai ASI donor? Yuk kita bahas bersama–sama.

    Pada dasarnya bayi baru lahir sehat dari ibu yang sehat bisa mendapat ASI secara penuh tanpa perlu tambahan asalkan mendapat kesempatan menjalani Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan Rawat Gabung penuh 24 jam bersama ibu, serta bayi menyusu tanpa jadwal dengan posisi dan pelekatan yang efektif.

    Lalu kondisi apa saja yang membuat bayi mungkin perlu mendapatkan suplementasi baik berupa tambahan atau pengganti selain menyusu? WHO dan UNICEF mengeluarkan dokumen Alasan Medis Menggunakan Pengganti ASI yang telah dirangkum sebagai berikut:

    Indikasi pada Bayi yang Memerlukan Pengganti ASI:

    - Inborn errors of metabolism atau kelainan metabolisme bawaan (galaktosemia, fenilkotenouria, penyakit urin sirup mapel)

    Indikasi pada Bayi yang Mungkin Memerlukan Suplementasi:

    - Bayi Berat Lahir Sangat Rendah (kurang dari 1500 gram) atau usia kehamilan kurang dari 32 minggu
    - Bayi berisiko hipoglikemia karena gangguan adaptasi metabolik atau peningkatan kebutuhan glukosa (Kecil Masa Kehamilan, prematur, mengalami stres hipoksik/iskemik, bayi sakit, bayi dengan ibu yang menderita diabetes) jika kadar gula darahnya gagal merespon pemberian ASI
    - Bayi dengan kehilangan cairan akut (misal karena fototerapi untuk jaundice) dan menyusui serta memerah ASI belum bisa mengimbangi kebutuhan cairan
    - Turunnya berat badan bayi berkisar 7 – 10% setelah hari ke 3 – 5 karena terlambatnya laktogenesis II
    - BAB bayi masih berupa mekonium pada hari ke 5 pasca persalinan

    Indikasi pada Ibu:

    - Ibu dengan HIV + (keputusan pemberian minum pada bayi sebaiknya melalui proses konseling saat ibu hamil)
    - Ibu sakit berat (psikosis, sepsis, eklamsia atau mengalami renjatan/syok), infeksi virus Herpes Simpleks tipe 1 dengan lesi di payudara, infeksi varicella zoster pada ibu dalam kurun waktu 5 hari sebelum dan 2 hari sesudah melahirkan
    - Ibu mendapat sitostatika, radioaktif tertentu seperti Iodine 131, obat – obatan antitiroid selain Propylthiouracil
    - Ibu pengguna obat terlarang
    - Ibu mengalami kelainan payudara, riwayat operasi pada payudara, atau jaringan payudara tidak berkembang

    Kita lihat dari kedua tabel di atas maka sebagian besar kondisi di atas terjadi di hari–hari awal kelahiran. Dengan mempertimbangkan keuntungan dan risikonya, keputusan menggunakan suplementasi harusnya berdasarkan penilaian dan evaluasi dari konselor laktasi, dokter anak dan dokter kebidanan mengenai proses menyusui yang meliputi; observasi saat menyusu langsung pada payudara, evaluasi pasokan ASI, riwayat persalinan, evaluasi posisi, pelekatan, kekuatan hisap, kemampuan menelan, dan penilaian kondisi bayi secara menyeluruh. Kondisi pada ibu dan bayi akan menentukan apakah suplementasi ini bersifat sementara atau menetap. Perlu diingat juga, tujuan akhir dari suplementasi ini adalah untuk mempertahankan menyusui.

    Hierarki Suplementasi

    - ASI/Kolostrum perah segar dari ibu
    - ASI perah ibu didinginkan
    - ASI perah ibu pernah dibekukan dan sudah dicairkan
    - ASI perah ibu sendiri yang difortifikasi (bila perlu) untuk bayi prematur
    - ASI donor dari Bank ASI dan dipasteurisasi
    - Formula bayi hipoalergenik
    - Formula bayi elemental
    - Formula berbasis susu sapi
    - Formula berbasis soya
    - Air atau air gula

    Dari tabel di atas serta tujuan akhir suplementasi bisa kita lihat utamanya adalah memaksimalkan produksi ASI ibu baik dalam menyusu langsung, ASI perah segar ataupun sudah dibekukan. Di sini peranan seorang konselor laktasi sangat penting untuk membantu ibu mempertahankan atau bahkan meningkatkan produksi ASInya. Jika dirasa belum cukup, barulah dicarikan tambahan yang bisa berupa ASI donor yang sudah dipasteurisasi ataupun formula bayi, yang diberikan sedemikian rupa sehingga tetap menjaga dan mempertahankan keberlangsungan proses menyusui ibu dan bayi.

    ASI Donor di Indonesia

    Dalam hierarki suplementasi, ASI donor dari bank ASI dan sudah dipasteurisasi menjadi urutan berikutnya setelah ASI dari ibu si bayi. Hanya saja, di Indonesia tidak ada Bank ASI yang melakukan skrining terhadap pendonor ASI serta kultur dan pasteurisasi terhadap ASI donor.

    Lalu bagaimana kita menyikapinya? Meskipun ASI memang yang terbaik bagi bayi, kita tidak bisa menutup mata terhadap kemungkinan ASI terpengaruh dengan penyakit yang diderita atau gaya hidup pendonor ASI (infeksi HIV, Hepatitis B dan C, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, bertato atau body piercing). Apalagi sebagian besar penerima ASI donor adalah bayi baru lahir, bayi prematur atau bahkan bayi sakit.

    Ada baiknya bagi ibu yang akan mendonorkan ASInya bagi bayi lain menyeleksi dirinya sendiri dengan hal-hal sebagai berikut:

    Tidak Disarankan Mendonorkan ASI:

    - Menerima donor darah atau produk darah lainnya dalam 12 bulan terakhir
    - Menerima transplantasi organ/jaringan dalam 12 bulan terakhir
    - Minum alkohol secara rutin sebanyak 2 ounces atau lebih dalam periode 24 jam
    - Pengguna rutin obat-obatan Over the Counter (aspirin, acetaminophen, dll), pengobatan sistemik lainnya (pengguna kontrasepsi atau hormon pengganti tertentu masih dimungkinkan)
    - Pengguna vitamin megadosis atau obat-obatan herbal
    - Pengguna produk tembakau
    - Memakai implan silikon pada payudara
    - Vegetarian total yang tidak memakai suplementasi vitamin B12
    - Penyalah guna obat-obatan terlarang
    - Riwayat Hepatitis, gangguan sistemik lainnya atau infeksi kronis (contohnya: HIV, HTLV, sifilis, CMV – pada bayi prematur)
    - Beresiko HIV (pasangan HIV positif, mempunyai tato/body piercing)

    Disarankan memeriksakan dirinya dan terbukti negatif secara serologis terhadap: HIV-1 dan HIV-2, HTLV-I dan HTLV-II, Hepatitis B, Hepatitis C, dan sifilis. Pemeriksaan ini juga berguna jika dilakukan setiap ibu yang hamil untuk mencegah penularan penyakit dari ibu ke bayi. Pemeriksaan dan kriteria donor di atas juga perlu diulangi setiap kehamilan atau persalinan baru.

    Sedangkan bagi orang tua yang memutuskan menerima ASI donor (tanpa melalui Bank ASI) ada baiknya mempertimbangkan hal-hal di bawah ini:

    - Bagaimana kondisi kesehatan ibu/pendonor? → pola makan terkait religi/keyakinan
    - Apakah uji serologis ibu terhadap HIV, Hepatitis B, HTLV negatif?
    - Apakah ASI tidak tercemar obat, nikotin, alkohol, dsb?
    - Apakah ASI tidak tercampur air, bahan/zat/nutrisi lain?
    - Apakah ASI diperah dan disimpan secara higienis dan tidak terkontaminasi?
    - Apakah jangka waktu penyimpanan dan tempat penyimpanannya sesuai?
    - Bagaimana kondisi bayi ibu/pendonor? → usia bayi pendonor <1 th , pernah menderita jaundice saat baru lahir?

    Menyiapkan ASI Donor

    Jika pada akhirnya diputuskan menggunakan ASI donor yang belum dipasteurisasi, ada 3 teknik perlakuan terhadap ASI yang bisa dilakukan yang biasa mengurangi penularan penyakit (terutama HIV) melalui ASI.

    1. Pasteurisasi Holder
    ASI dipanaskan dalam wadah kaca tertutup di suhu 62,5˚C selama 30 menit. Biasanya dilakukan di Bank ASI karena membutuhkan pengukur suhu dan pengukur waktu.

    2. Teknik Flash Heating
    ASI sebanyak 50 ml ditaruh dalam botol kaca/botol selai ukuran sktr 450 ml terbuka di dalam panci alumunium berukuran 1 L berisi 450 ml air. Kemudian panci dipanaskan di atas kompor sampai air mendidih, matikan, kemudian botol kaca berisi ASI diangkat dan didiamkan sampai suhunya siap untuk diminum bayi.

    3. Pasteurisasi Pretoria
    Panaskan air sebanyak 450 ml di panci alumunium berukuran 1 L sampai mendidih. Matikan kompor. Letakkan botol kaca terbuka yang berisi ASI sebanyak 50ml di dalam panci selama 20 menit. Kemudian angkat dan diamkan sampai suhu ASI siap diminum bayi.

    Kalau kita lihat dari 3 teknik tadi, yang paling mungkin dilakukan adalah teknik nomor 2 dan 3. Manapun, pilih yang paling nyaman bagi ibu dan keluarga. Jika donor ASI dilakukan karena bayi sakit di Rumah Sakit, ingatkan perawat untuk melakukan pemanasan ini sebelum memberikan ASI donor kepada bayi anda.

    Semoga bisa menjadi pertimbangan bagi ibu yang akan menerima atau mendonorkan ASI. Salam ASI!

  5. #35
    Resident vany's Avatar
    Join Date
    Nov 30, 2009
    Location
    Jakarta,Indonesia
    Posts
    474
    Mentioned
    75 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    Kirana,brguna banget infonya tp aku kash liat k ipar aku dia malah ngambek Hidden Content

  6. #36
    NewcomerPermanent Resident cupertino's Avatar
    Join Date
    Oct 21, 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    866
    Mentioned
    55 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    setelah baca2 literatur dari kirana (Thank youuuuu) dan pengalaman vany kayanyajadi lebih mengurungkan niat untuk donor secara pribadi deh...bukannya apa2,meskipun niatnya baik takutnya malah ada kesalahan atau disalahgunakan karena ga ngerti tata laksananya dan tingkat urgensinya...paling bener donornya ke rumah sakit atau bank ASI ..demi kebaikan pendonor dan penerima donor juga...
    FOR SALE: INDEED LAB NANOBLUR & RETINOL REFACE HERE

  7. #37
    Resident vany's Avatar
    Join Date
    Nov 30, 2009
    Location
    Jakarta,Indonesia
    Posts
    474
    Mentioned
    75 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    Hahaha Cupertino mungkin hrs lebih bijaksana lg yah kl kita mau ksh donor ASI bnr2 dtanya alesannya knp. Sebenernya sih biar ga salah kaprah.. ASI memang lebih bgs jauh dari pada sufor tp bukan berarti kita sebagai ibu jd mls dan punya pikiran kan ada "donor ASI".. Apalagi skrg untuk ngedapeti donor ASI tuh gampang bngt, via milis or twiter a***_**i ada aja yg nawarin. Gw tuh smp miris ngeliat ponakan gw dr lahir until now 5 month 90% masih tergantung dari hasil donor ASI. Kl gw tanya, knp hrs trs2an pk donor asi? Dia jwb "dari pd gw ksh sufor mending gw ksh asi donor" See.. Ini yg mksd gw salah kaprah. So intinya yuks kita sama2 jd smart mommy buat anak2 kita Hidden Content

  8. #38
    Permanent Resident vivaldi83's Avatar
    Join Date
    Mar 9, 2010
    Location
    jakarta
    Posts
    599
    Mentioned
    3 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    mau share yaa. slama ini udah beberapa kali donorin asi. kira2 dah ke 5 bayi (ada yg kembar). pas mreka minta biasanya slalu ngasih alasan knapa. contoh ada yg memang asi nya kurang, lalu si ibu sakit, ada jg yg si bayi yg sakit (dan akhirnya meninggal Hidden Content .... ) dan mreka jg ga terus2an minta sih. jadi gw liat dari mereka memang ada usaha dulu. dan gw slalu nyemangati mereka untuk semangat ngasih asi. hehehhe ....

  9. #39

    Join Date
    Sep 21, 2012
    Location
    surabaya
    Posts
    17
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    Curcol
    kemaren sempet rada2 sensi mbahas donor asi ini ma dua org temen.pasalnya mreka yg blm berpengalaman menyusui tiba2 mempertanyakan donor asi.pertanyaannya gak salah sih cmn "bisakah saudara sepersusuan menikah?" dan secara simple tentu bs dijawab TIDAK karena menjadi muhrim.tapi tritnya jd bertele2 n ujung2nya memandang sebelah mata yg mendonor asi.ya ** sih hanya meluruskan sejauh yg ** tau.Mreka menganggap bakalan ribet klo pake ndonor2in asi, harus tau siapa aja yg jadi saudara sepersusuannya.ya emang..karena dalam agama islam aturannya seperti itu.tapi dalam islam juga solusi ibu susu itu disebutkan jelas dalam QS At thalaq ayat 6..dan bukan sufor.Dan para pendonorpun n penerima donorpun setauku ga sembarangan nerima donor kan.karena secara medis jg ada syarat2 yg harus dipenuhi spt yg dikutip dari artikel aimi diatas.
    Trus lg ada yg bilang capek deh klo harus runut saudara sepersusuan kyk gt, menyempitkan jodoh pula,,hello menurutku jodoh ditangan Tuhan gt looh.
    Kalo emang g mau donor ya udah..aku hanya mendoakan semoga mreka kelak mencukupi dalam mengASI anak2 mreka shg gak sampe urgent butuh donor asi.

  10. #40
    Immigrant
    Join Date
    Nov 20, 2008
    Location
    Jakarta
    Posts
    241
    Mentioned
    9 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    tweeta,

    mau respon statement temen mu diatas, intinya mreka belum tau yang namanya seorang ibu fight for breastmilk buat anaknya. Saya seorang e-ping mom yang baru 6bln ini sudah hampir kewalahan karna stok asi yg kejar2an sampe2 harus dibantu sufor dan anak saya pun mengalami sembelit, tapi sekarang saya sadar bahwa seharusnya donor asi menjadi pilihan pertama saya saat defisit ASI, selama masih satu kelamin dan ibu/bayi pendonor satu agama serta sehat wal afiat, tidak ada salahnya untuk menerima donor asi...heck with all those myth.

  11. #41
    Permanent Resident ladybridemom's Avatar
    Join Date
    Jan 5, 2014
    Posts
    845
    Mentioned
    492 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    Setelah baca ini jadi harus selektif ngasi donor. Harus ke yang ada indikasi medis atau ibu yang sudah berusaha maksimal.
    Apa daya kadang kasarnya daripada asi kebuang lebih baik buat yg ibunya males ngasi asi.

    Pengalaman aku cari yg mau didonorin asi lebih gampang lewat instagram. Aku ciba nawarin asiku lewat instagram, twitter aimi dan forum ini. Dan 6 ibu yg cari asi aku semuanya taunya dari instagram. Seru jadi banyak yg sharing dan nanya nanya ttg asi

  12. #42
    Resident Mama Stefania's Avatar
    Join Date
    May 14, 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    378
    Mentioned
    177 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    memang ada medianya ya utk pendonor & pencari donor asi?

  13. #43
    Permanent Resident ladybridemom's Avatar
    Join Date
    Jan 5, 2014
    Posts
    845
    Mentioned
    492 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    @Hidden Content maksudnya media mak? Yang pernah aku coba:
    1. Di intagram bisa cari yg butuh atau yg mau donor lewat hashtag. Ada juga account yg bantu cariin kaya donorasibunda
    2. Di twitter biasanya akun akun asi kaya aimi, ayah asi biasanya mereka bantu publikasi (retweet) kalo ada yg butuh / mau donor
    3. Kaya di forum md ini ada thread pemberi & penerima donor. Di forum tetangga (tum) juga ada yg serupa.
    4. kata anak fd bisa drop asi kita ke kantor aimi atau rs (yg ini aku belom nyoba)

    Mak sekalian yg muslim. Jadi total bayi yg aku donorin ada 6. Nah antara 6 bayi itu mereka saudara sesusu juga ga ya? Aku belom share data diri antar penerima donor soalnya.

  14. #44
    Resident Mama Stefania's Avatar
    Join Date
    May 14, 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    378
    Mentioned
    177 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Donor ASI

    @Hidden Content oooooo gitu.. Soalnya pernah di group aimi ada yg cari asi donor, trus aku comment bersedia kasih (dan beberapa ibu yg lain) tapi di reply sm aimi sebaiknya ibu tersebut mencari donor dari saudara terdekat terlebih dahulu soalnya asi donor blom diketahui apakah baik atau tidak.. Jd saya pikir susah buat cari/menjadi donor asi

  15. #45
    Immigrant Karkim's Avatar
    Join Date
    Nov 7, 2013
    Location
    JTown
    Posts
    141
    Mentioned
    58 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default

    Dear All...
    Jika ada yg bisa memberikan donor asi atau mempunyai teman atau kerabat yg bisa memberikan donor asi, mohon bantuan dan infonya ya. Donor asi tersebut sangat diperlukan utk keponakan saya, baby Aiden Agenor Zarman, yg baru lahir prematur tgl 12 Juli kemarin, dan sampai saat ini masih berjuang di ruang NICU di RSIA Hermina Podomoro.
    Lebih diutamakan utk wilayah sunter dan kelapa gading.
    Jika ada yg bisa membantu, mohon utk menghubungi Vicky Damanta (0816931978). Ybs adalah sepupu saya, dan ayah dari baby Aiden.
    Jika berkenan, mohon bantuannya utk share info ini ya.
    Terima kasih sebelumnya.
    Attached Images Attached Images

Page 3 of 4 FirstFirst 1 2 3 4 LastLast