Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert - Page 4
Page 4 of 8 FirstFirst ... 2 3 4 5 6 ... LastLast
Results 46 to 60 of 106
  1. #46
    PritaGhozie's Avatar
    Join Date
    Jul 2, 2012
    Posts
    85
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Wa'alaikumsalam mbak @Hidden Content .....iya lumayan juga pertanyaannya diborong hehehe..

    1. Uang bulanan habis
    Menurut saya, yang membuat problem uang bulanan suami habis adalah dirimu belum membagi rekening untuk kebutuhan rumah tangga dengan rekening tabungan untuk belanja pribadi. Coba deh setiap bulan hanya alokasi 5% dari yang suami kasih untuk rekening belanja pribadi. Nah, kamu harus disiplin tidak pakai uang rekening bulanan untuk jajan cantik yaaa...

    2. Unitlink
    Saya kurang paham produk unitlink yang diambil oleh suami, karena untuk hal ini sebaiknya financial planner membaca juga kontrak polisnya. Tapi, sebuah keluarga sebaiknya punya asuransi jiwa untuk pemberi nafkah dengan jumlah uang pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhan. Jadi, boleh dilihat apakah jumlah uang pertanggungannya sudah sesuai atau belum.

    3. 30% ditabung
    Pemilihan produk tabungan atau investasi paling ideal jika disesuaikan dengan tujuan keuangan kita. Sehingga, sebaiknya mulai ditetapkan dari sekarang perlu berapa dana darurat, dana pensiun, serta dana lainnya. Untuk dana pendidikan anak, saya sarankan tetap menyisihkan sendiri dari penghasilan suami. Baiknya, setiap tujuan keuangan punya satu produk yang terpisah.

    4. Beli mobil
    Membeli mobil secara tunai sebenarnya sah saja. Tetapi, pastikan dana tabungan ini adalah yg sisa, bukan yang sudah ada tujuan keuangannya. Tidak ada patokan khusus berapa % yang sebaiknya ditabung untuk beli mobil, yg penting jangan mengambil dana darurat dan dana pensiun kita.

    Nah, kalau belum puas juga, sepertinya memang mbak mesti ikut kelas #ZFPC basic di ZAP Finance deh hehehe...Ketemu disana ya Hidden Content

    Hidden Content Originally Posted by dewiranjani Hidden Content
    Hi, Assalamualaikum mba @Hidden Content . Hidden Content

    Saya seorang IRT menikah 2 tahun yg lalu dengan 1 anak (10 bulan) yang pemasukannya hanya dari suami saja. Selama ini sistem keuangan RT kami, saya dapat jatah bulanan untuk segala urusan rumah tangga, semua sudah all in di situ (zakat, sedekah, belanja bulanan, bayar internet, dll) dan saya rasa itu cukup, tp karena kebiasaan jelek saya yg suka lemeran/impulsive buying (jajan, beli buku, baju, dsb) kadang2 uang jatah bulanan dari suami suka defisit dan ujung2nya jadi minta tambahan. Ga enak juga sih kayak gitu. Hiks. Saya masukan ini sbg post biaya hidup yg jumlahnya sekitar 40% dari penghasilan suami. Sebenarnya saya diberi modal usaha kecil2an dari suami, karena manajemen saya yg masih berantakan jadi berhenti dulu sementara huhu.

    Untuk pengeluaran yg besar2 itu diserahkan suami tp tetap transparan berapa besarnya, tanggungan cicilan kami saat ini hanya cicilan KPR Rumah yg baru berjalan 4 tahun dari 10 tahun, besarnya kurang dari 30% penghasilan suami.

    Sebelum menikah suami saya mengikuti unitlink, namun alasan ikut karena ditawari saudaranya (ga enakan) maka ia ambil unitlink ini dgn iuran 500rb per bulan dan sudah berjalan sekitar 4 tahun. Ini mesti bagaimana ya berhenti saja atau diteruskan mba? Ambil asuransi murni saja kah? Atau stop dan mulai dialihkan ke investasi lain.Karena untuk biaya kesehatan sudah ditanggung kantor suami full pembiayaan sampai 3 anak. Namun, just in case jika ada hal tak terduga kpd suami, sbg murni IRT otomatis sudah tidak dapat tanggungan itu. Bagaimana ya mba prita?

    Sisanya, 30% lagi kami hanya tabungkan saja. Belum merencanakan untuk dana darurat, dana pensiun, dana pendidikan untuk saya dan suami (rencana mau sekolah lagi), investasi, dll karena uang tersebut dipegang suami. Tambahan, kami memberi pinjaman yg jumlahnya cukup besar untuk bantu sekolah pilot kakak suami saya dan skrg masih sekolah jadi beliau belum bisa menggantinya, rencananya uang tsb sebagai tabungan dana pendidikan anak nantinya, tp kan itu masih ditangan orang ya mba hehe. Saya pikir uang tsb seolah2 tidak ada. Jadi kami tetap perlu membuat pos dana pendidikan yg diambil dari penghasilan skrg ya mba prita? Bagaimana cara membagi pos2 nya mba prita, tiap pos dibuat per rekening bank atau seperti apa ya?

    Maaf satu lagi ya mba prita, rencananya sebelum lebaran ini kami ingin membeli mobil bekas secara cash diambil dari tabungan ( yg belum dipos2kan), karena kami ga kepengen ada beban utang cicilan lagi, mampunya sekarang hanya beli yg second. Hehe Seharusnya berapa persen dana yang mesti ada di tabungan kami mba prita setelah membeli mobil tsb?

    Maaf banyak banget pertanyaannya, terimakasih banyak mba prita. Mohon saran dan masukkannya. Pengen deh bisa ikutan kelas finance nya mba. Sukses selalu. Hidden Content
    Live a beautiful life!
    Prita Ghozie - CEO & Financial Planner ZAP Finance

  2. #47
    PritaGhozie's Avatar
    Join Date
    Jul 2, 2012
    Posts
    85
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Hai @Hidden Content ..

    Keinginan dalam menentukan tujuan keuangan kita sah saja lho! Bahkan itu yang menjadi motivasi kita untuk mewujudkannya suatu hari nanti. Namun, keinginan harus disesuaikan dengan kemampuan kita juga ya. Saat ini kamu single dan berperan menjadi tulang punggung keluarga dimana penghasilanmu sudah harus dibagi untuk kebutuhan rumah tangga. Ada beberapa hal yang harus diketahui yaitu alokasi pengeluaran ideal untuk penghasilan bulananmu:
    1. Pos untuk sosial, bantuan, dll. --> antara 5%-10%
    2. Pos untuk biaya hidup rutin -> max. 50%
    3. Pos untuk dana cadangan & premi asuransi -> 10%
    4. Pos untuk tabungan & investasi masa depan -> antara 10%-20%
    5. Pos untuk gaya hidup dan senang-senang -> antara 10%-15%

    Melihat profil risiko kamu yang tidak berani menyimpan uang dalam secara langsung jumlah besar di reksa dana, saya menyarankan untuk melakukan investasi dengan sistem cicilan alias berkala. Saya kurang paham dengan kasus likuidasi apa yang terjadi pada reksa dana yang pernah dimiliki, dan apa jenisnya. Tapi, reksa dana punya beberapa jenis dengan potensi risiko dari mulai kecil hingga besar.

    Saat ini kamu tidak perlu khawatir dengan manajer investasi yang menerbitkan reksa dana karena sudah diawasi langsung oleh OJK. Investasi reksa dana bisa dimulai dari nominal minimal 100 ribu per bulan. Setelah mengetahui jenis yang sesuai dengan tujuan keuangan, berikutnya adalah memilih reksadana dengan performa yang baik. Tipsnya adalah pilihlah manajer investasi yang bisa memberikan performa yang tidak lebih rendah dari benchmark reksa dana bila kondisi pasar sedang turun. Selamat mencoba Hidden Content

    Hidden Content Originally Posted by pat8324 Hidden Content
    Dear Mba @Hidden Content ,

    Saya single dan selama ini menjadi tulang punggung untuk orang tua saya. Selama ini saya merasa income saya habis untuk kebutuhan RT, dan juga makan diluar pada saat weekend.
    Bentuk investasi yang saya lakukan hanya menabung saja di bank, karena orang tua trauma dengan investasi reksa dana (peristiwa likuidasi bertahun2 lalu)

    Yang ingin saya tanyakan, sebaiknya untuk wanita single investasi macam apa yang harus saya lakukan ya? apakah reksa dana benar2 aman? atau cukup membeli LM saja? atau deposito kecil2an saja? Saya tidak berani menyimpan uang secara besar2an bertahun2 karena takut dibutuhkan (kebutuhan mendadak) dan dana ter endap di deposito.

    Kalau boleh share, saya inginnya sih ada dana untuk pensiun nanti, dana untuk bisa berlibur keluar negeri, dan tentunya ingin juga bisa membeli rumah/apt untuk investasi (rasanya ini masih jauuuhhh sekali) tapi boleh ya mba planning hehehehe

    Mohon sedikit pencerahan mba mengenai investasi yang tepat untuk saya agar bisa mencapai mimpi2 saya Hidden Content
    Tesima kasih banyak mba.
    Live a beautiful life!
    Prita Ghozie - CEO & Financial Planner ZAP Finance

  3. #48
    PritaGhozie's Avatar
    Join Date
    Jul 2, 2012
    Posts
    85
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Hai Shinta...

    Setiap bulan, penghasilan sebaiknya diatur dan dialokasikan untuk beberapa pos pengeluran. Idealnya, kita buat batasan setiap bulan maksimal penggunaan, jika ada sisa maka bisa kita pakai bulan depan atau menambah alokasi untuk investasi (pilihan ke-2 lebih disarankan yaaa Hidden Content )

    Ada beberapa hal yang harus diketahui yaitu alokasi pengeluaran ideal untuk penghasilan bulananmu:
    1. Pos untuk sosial, zakat, bantuan, dll. --> antara 5%-10%
    2. Pos untuk biaya hidup rutin -> max. 50%
    3. Pos untuk dana cadangan & premi asuransi -> 10%
    4. Pos untuk tabungan & investasi masa depan -> antara 10%-20%
    5. Pos untuk gaya hidup dan senang-senang -> antara 10%-15%

    Uang tabungan 10 juta yang sudah ada bisa digunakan sebagai saldo awal untuk dana cadangan alias dana darurat yang sebaiknya ditempatkan dalam tabungan yang terpisah.

    Saat ini kamu punya tujuan keuangan yaitu ingin memiliki apartemen dengan cara KPA. Target dana yang hendak kamu capai adalah uang muka untuk syarat KPA tersebut. Anggap saja harga apartemen yang ingin kamu miliki sebesar 400juta berarti kamu harus mengumpulkan 20% dari 400juta yaitu sekitar 80juta. Maka, 80juta bisa kamu jadikan tujuan dana investasimu kedepan. Sekarang tinggal kamu tentukan jangka waktu pencapaian uang muka tersebut. Kamu bisa menggunakan kalkulator finansial di website ZAP Finance untuk menghitung besar nominal investasi per bulannya. Selamat mencoba ya....

    Hidden Content Originally Posted by Shintatheresia Hidden Content
    Dear mba @Hidden Content ,

    Perkenalkan, aku Shinta, 24th single employee. Baru bekerja sekitar 2.5th dengan salary antara 5.5-7.0 IDR domisili jakarta selatan. Setelah idup foya2 (oke ini lebay hehe) gr2 bru ngerasain punya gaji sendiri, sekarang aku baru sadar klo aku bener2 harus punya manajemen keuangan yg baik. Kira2 gimana alokasiin gaji bulanan yg baik ya, mba?
    Sebelumnya aku ada tabungan walaupun belum seberapa (kisaran 10 IDR) dan aku bingung, ini harus di-investasikan gimana dan seperti apa.
    Untuk note, saat ini aku lagi pengen banget punya tempat tinggal sendiri (ngincernya apartemen) karena skrg msh ngekos. Kira2 KPA bisa ngga ya? Lebih baik aku nabung dlu biar bisa ambil KPA atau lebih baik investasi yang lain?

    Mohon banget bantuannya mba, karena aku awam bgt untuk manajemen uang.. terima kasih 
    Live a beautiful life!
    Prita Ghozie - CEO & Financial Planner ZAP Finance

  4. #49
    PritaGhozie's Avatar
    Join Date
    Jul 2, 2012
    Posts
    85
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Hai mba Annie,

    Reksa dana memiliki 4 jenis yang berbeda potensi keuntungan dan risikonya. Nah, untuk pemilihan reksa dana sebaiknya disesuaikan dulu dengan kebutuhan investasi kita. Pendidikan anak bisa punya jangka waktu yang berbeda, karena kapan anaknya akan masuk sekolah (untuk setiap jenjang) bisa berlainan. Itu sebabnya, defisinikan untuk dana pendidikan anak yang mana...

    Jika kebutuhan dana pendidikan untuk 2 anak, maka bukan hanya perlu 2 jenis investasi. Tetapi, bisa juga nambah karena satu anak bisa punya beberapa kebutuhan dana pendidikan. Saya pernah menulis tips praktis memilih reksa dana. Bisa baca di blog Hidden Content ya untuk lengkapnya. Selamat mencoba...



    Hidden Content Originally Posted by Annie_tj Hidden Content
    Hai mba mau nanya cara milih reksadana yg vagus bgmn ya? Tujuanku adl utk dana pendidikan anak.saat ini anak2 Ku usia 2,5 thn dan 2 bulan.apakh beraryi harus ada 2 reksadana yg ditabung? Thx before.
    Live a beautiful life!
    Prita Ghozie - CEO & Financial Planner ZAP Finance

  5. #50
    PritaGhozie's Avatar
    Join Date
    Jul 2, 2012
    Posts
    85
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Halo @Hidden Content ...

    Kebiasaan mengelola keuangan dengan baik sejak awal bekerja akan menentukan kesejahteraan kita di masa mendatang. Meskipun gaji belum terasa besar, tetapi sudah cukup untuk memenuhi biaya hidup dan kebutuhan untuk menabung dan investasi.

    Untuk simpanan 5 – 10 tahun ke depan, kamu bisa mencoba investasi reksa dana campuran. Investasi dengan reksa dana campuran tidak membutuhkan jumlah modal yang besar. Kamu bisa memulainya dengan minimal 100ribu per bulan. Investasi logam mulia juga bisa menjadi pilihan karena resikonya yang masih cenderung rendah. Namun perlu diketahui bahwa investasi ini pergerakannya masih lambat. Bila ditujukan untuk tujuan dana darurat, maka LM bisa jadi solusi yang sesuai setelah tabungan, karena nilainya yang masih cenderung stabil. Tapi kalau kita gunakan untuk tujuan investasi jangka panjang dimana kita membutuhkan dana yang cenderung besar, maka LM tergolong investasi yang konservatif. Karena kamu masih muda, ada kemungkinan profil risiko kamu adalah agresif. Untuk tujuan jangka panjang bisa dicoba investasi yang lebih agresif yang berbasis saham.

    Hidden Content Originally Posted by balckish Hidden Content
    hai mba @Hidden Content Gozie, aku fresh graduated dan udah kerja 7 bulanan selama ini gaji habis buat harian dan liburan. walaupun gaji ku nggak besar tapi untungnya biaya hidup di makassar emang nggak segede di jakarta jadi cukup cukup aja tapi in the end jadi gaberasa hasilnya kerja karena habis terus. aku mau nyoba investasi nih tapi bingung karena nggak ada guidance. mau asuransi, kantor ngecover dan ada asuransi juga (dibayarin mama) terus mulai bulan ini mau nyoba LM sih 2,5 gr per bulan tapi bingung juga mau disimpen dimana atau bentuk apa. mau reksa dana gangerti harus kemana. kira-kira gimana bagusnya ya untuk simpananan 5-10 thn?
    - - - Updated - - -

    Halo @Hidden Content

    Wah hebat banget sih kamu bisa punya uang lebih dari 5 juta setiap bulan! Lebih keren lagi jika setelah tanggal 20 masih punya tabungan dan investasi hehehe...

    Untuk pos pengeluaran sebaiknya dibagi setiap bulan dalam bentuk Spending Plan. Biasanya setiap bulan akan ada 5 pos besar yaitu:
    1. Pos untuk sosial, zakat, bantuan, dll. --> antara 5%-10%
    2. Pos untuk biaya hidup rutin -> max. 50%
    3. Pos untuk dana cadangan & premi asuransi -> 10%
    4. Pos untuk tabungan & investasi masa depan -> antara 10%-20%
    5. Pos untuk gaya hidup dan senang-senang -> antara 10%-15%

    Karena kamu sedang usaha kecil-kecilan, tambahan modal bisa kamu alokasikan dari pos tabungan sebesar 10% - 20%. Jadi kamu tidak ada alasan lagi untuk minta uang dari orangtua karena sisa penghasilan yang tidak tahu kemana. Usahakan juga untuk memisahkan rekening tabungan dengan rekening yang kamu gunakan untuk usaha kecil-kecilan agar keuntungan dari usaha bisa terlihat jelas.

    Jadi, sekarang kamu sudah harus memikirkan untuk merencanakan keuanganmu dengan membagi penghasilanmu ke 5 pos di atas dan memisahkan rekening tabungan dengan rekening usaha menjadi 2 rekening yang berbeda. Bisa dipastikan kondisi keuanganmu kedepan akan lebih teratur dan kamu sendiri akan lebih terencana nantinya.

    Hidden Content Originally Posted by Alodita31 Hidden Content
    Halo mbak, saya masih kuliah, tapi saya kerja part time juga, lagi belajar usaha kecil2an juga, jadi saya sebulan bisa megang 8-11juta, selama ini saya kos otomatis uang utk biaya hidup dll saya atur sendiri, nah saya gabisa ngatur keuangan selalu aja tanggal 20an udah habis dipake jajan2 makan belanja2 gajelas, dan uang untuk modal dagang pun kadang kurang malah minta nombokkin sama ortu
    Yang mau saya tanyakan, uang yang saya dapat swlama 1bulan harus dibagi dalam pos apa aja ya mbak? Supaya cukup sampai akhir bulan, bisa menabung, dan modal dagang juga tidak terganggu, terimakasih mbak Hidden Content

    @Hidden Content
    - - - Updated - - -

    Hai mba @Hidden Content ...

    Investasi pribadi biasanya kita bagi menjadi 3 yaitu:
    - investasi aset fisik seperti properti, emas, dll.
    - investasi di lembaga keuangan seperti punya reksa dana, deposito, dll.
    - investasi di bisnis seperti menanamkan modal pada suatu bisnis.

    Dalam ilmu investasi, sangat tidak disarankan untuk hanya punya satu jenis investasi saja karena berarti risikonya berlebihan. Dalam hal ini, sangat tidak disaranka untuk menarik semua dana yang ada untuk kebutuhan investasi. Jika profil risiko Anda tergolong moderat, maka maksimal uang yg idealnya ditempatkan untuk modal bisnis adalah 50% dari seluruh uang yang dimiliki. Semoga bisa menjawab ya...


    Hidden Content Originally Posted by EmySyarif Hidden Content
    Hello Mba Prita,

    Saya belum menikah, 27 thn, pegawai swasta. Saya sempat memiliki tabungan emas tapi sudah digunakan u umrah tahun 2014. Sekarang, saya belum memiliki investasi lain (deposito, saham, RD, dll) kecuali invest kecil2an di usaha keluarga dgn bagi hasil 5-10% per bulan.

    Untuk dana darurat, ada sekitar 5-7jt di tabungan. Saya tidak memiliki asuransi pribadi karena alhamdulillah kantor sudah cover dgn asuransi kesehatan + BPJS. Untuk tabungan pensiun juga sudah di-cover dari kantor dengan 2 provider, total 10% dari gaji. Saya tidak memiliki utang atau kredit.

    Saya berencana untuk fokus ke investasi yang bisa menghasilkan penghasilan pasif per bulan, rencananya setelah menikah saya memilih untuk bekerja dari rumah.

    Insya Allah bulan depan saya ada rencana untuk membeli kebun sawit ber2 dengan tante, modal awal sekitar 80-120jt dengan proyeksi hasil 20-32jt/bulan belum dikurangi biaya pekerja dan jasa angkut dll. Karena modalnya cukup besar, saya akan menarik semua dana saya dan fokus ke bisnis ini. Apakah keputusan saya sudah tepat? atau cukup berisiko?

    Terimakasih Mbak Hidden Content
    - - - Updated - - -

    Halo @Hidden Content ...

    Untuk kasus seperti ini, usahakan hidup sehari-hari dipenuhi dengan gaji bulanan Anda sebagai karyawan. Jadi gaji bulanan yang Anda peroleh berfungsi untuk memenuhi kebutuhan rutin keluarga seperti belanja bulanan, belanja dapur, cicilan kredit dan pengeluaran rutin lainnya.

    Sedangkan, penghasilan suami akan berfungsi sebagai penunjang pemenuhan kebutuhan non-rutin lainnya misalnya dialokasikan untuk investasi atau membeli perabotan dan barang konsumtif lainnya. Nah, Anda dan suami tetap perlu bijak dengan mengalokasikan sebagian besar penghasilan tersebut ke dalam tabungan dan investasi terutama saat bisnis suami sedang naik. Sehingga bisa digunakan sewaktu- waktu ketika dibutuhkan.

    Hal penting yang sebaiknya disiapkan juga adalah dana darurat sebesar 6x pengeluaran rutin bulanan sebagai antisipasi apabila terjadi kebutuhan yang mendesak. Semoga bisa menjawab ya...


    Hidden Content Originally Posted by gyrastg Hidden Content
    Halo mba Pritaa...
    Sebelumnya perkenalkan saya Ira akhir tahun ini berusia 27 tahun. Saya sudah menikah hampir setahun dan belum memiliki anak. Saya bekerja di perusahaan swasta dan suami berwiraswasta. Nah, problem kita adalah income suami yang tidak menentu, bisa 1-2 bulan tidak ada penghasilan, dan bisa dalam 1 bulan berpenghasilan besar. Suami suka berinvest di logam mulia, dan saya pribadi telah terfasilitasi dari perusahaan tempat saya bekerja dengan asuransi kesehatan full (suami, istri dan max 3 anak), BPJS kesehatan, BPJS ketenagakerjaan dan DPLK. Yang jadi pertanyaan, bagaimana caranya kami dapat mengelola keuangan kami, sedangan penghasilan bersama kami saja perbulan tidak menentu sehingga saya tidak dapat mempos-poskan keuangan kami dengan proposional.
    Mohon advice nya mba. Terima kasih.
    Live a beautiful life!
    Prita Ghozie - CEO & Financial Planner ZAP Finance

  6. #51
    PritaGhozie's Avatar
    Join Date
    Jul 2, 2012
    Posts
    85
    Mentioned
    33 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Halo @Hidden Content
    Alokasi yang kamu lakukan saat ini bisa dikategorikan ke dalam keuangan ideal karena hampir semua pos sudah terpenuhi.

    Komentar saya untuk saat ini mungkin hanya perihal alokasi tabungan bersama dengan pacar. Apabila Anda dan pacar ingin menabung untuk kebutuhan dana menikah atau kebutuhan masa depan lainnya, sebaiknya tabungan atau investasi dilakukan sendiri- sendiri bukan atas kepemilikan bersama. Sebab Anda dan pacar masih belum memiliki kedudukan hukum yang jelas.

    Untuk rumah tinggal, apabila mengikuti hukum di Indonesia, maka rumah yang dibeli pacar sebelum menikah tidak bisa menjadi bagian dari harta gono-gini. Sehingga, jika setelah menikah Anda akan ikut menyicil rumah, pahami bahwa secara hukum rumah tersebut bukanlah bagian dari aset bersama. Oleh sebab itu, lebih baik sebelum menikah, Anda mulai memiliki aset pribadi. Semoga bisa menjawab ya...


    Hidden Content Originally Posted by DDCahya Hidden Content
    Hallo Mbak @Hidden Content saya juga mau ikutan nanya dong.

    Saya single, pegawai swasta, tinggal sendiri dan tidak ada tanggungan biaya keluarga. Alokasi pendapatan saya selama ini seperti ini:
    - Biaya kost, internet, ongkos, makan, pulsa = 28%
    - Sumbangan & kegiatan sosial = 5%
    - Skin care = 2%
    - Main+jajan = 6%
    - Tabungan bersama dengan pacar = 8%
    - Asuransi kesehatan = 6%
    - Tabungan = 46%

    Apa alokasi pos-pos saya udah tepat/belum yah? Saya belum punya aset atas nama pribadi saya. Rencana tempat tinggal nanti ikut suami klo udah nikah, pacar sekarang masih nyicil, nanti klo udah married baru saya bantuin cicilan rumahnya. Kendaraan juga saya merasa belum perlu, nanti aja belinya kalau udah nikah.
    Sementara sekarang ini saya invest semua tabungan-tabungan selama kerja dalam bentuk deposito, logam mulia, reksadana. Untuk dana darurat ada di deposito.

    Kira-kira apa ada masukan dari Mbak Pritha tentang financial planner yang saya lakukan selama ini?

    Thanks in advance yahh Hidden Content
    - - - Updated - - -

    Halo @Hidden Content

    Hahaha berasa diperebutkan banyak pria ya Hidden Content

    Sebagai konsumen Anda memiliki hak untuk menerima atau menolak tawaran investasi yang diajukan, jadi jangan takut untuk menyampaikan pendapat Anda kepada manajer investasi tersebut. Apabila Anda tetap ingin berinvestasi reksa dana, Anda bisa menggunakan fasilitas supermarket reksa dana di Bank-bank sebagai perantara antara Anda dan pihak agen penjual untuk perusahaan Manajer Investasi tersebut. Tetapi, nanti dikejar2 juga yaaa hehehe....

    Opsi membeli secara online mungkin yang paling baik untuk Anda karena meminimalkan kontak langsung dengan agen penjualnya. Saat ini pilihannya sudah banyak, sehingga Anda bisa browsing2 dulu mencari mana supermarket reksa dana online yang menjual produk yang Anda inginkan. Selamat berinvestasi ya...

    Hidden Content Originally Posted by PrayitnoLiz Hidden Content
    Selamat siang
    Saya ingin investasi reksadana, tapi parno dengan manager investasi
    Sebab kesannya komersial banget, seperti gak masuk feelingnya,
    Padahal perusahaannya reputable, ingin cari manajer yang lain, tapi dia (manager) ini gak mau ngelepas, kesannya seperti rebutan customer
    Iih, jadi tambah parno
    Bagaimana sarannya, mbak?
    - - - Updated - - -

    Halo @Hidden Content ...

    Jika dilihat dari cara kamu membagi penghasilan, maka alokasi 50% untuk biaya hidup itulah yang sebaiknya dibagi untuk juga membayar kredit. Apabila masih kurang, maka selama mencicil kendaraan, kamu masih bisa mengurangi porsi investasi menjadi 10% dari penghasilan dan porsi gaya hidup menjadi 5% dari penghasilan. Ohya, pastikan juga ya cicilan kamu maksimal hanya 25% dari penghasilan, karena ini bentuknya pinjaman kendaraan bukan rumah. Jadi, jatahnya memang lebih kecil dibandikan pinjaman rumah Hidden Content

    Hidden Content Originally Posted by Dewinar Hidden Content
    Hallo mba pritaa..
    saya minta bantuannya mengatur keuangan saya. Sy usia 25th masih singel. Untuk mengolalaan biaya di bagi 5pos biaya hidup 50%, tab darurat 10%, investasi 20%, sosial 10% dan jajan atau gaya hidup 10%.
    Saya sedang krdit untuk kendaraan dan itu sy ambil dari dana yg mana ya mba, sebaiknya brp persen dari pendapatan saya ? Di page sebulmnya mba membahas inves untk resadana campuran apkah aman, ? Karena saya merasa, keuangan saya berantakan. Mohon bantuannya mba. Makasih
    Live a beautiful life!
    Prita Ghozie - CEO & Financial Planner ZAP Finance

  7. #52
    Citizen waterblow's Avatar
    Join Date
    Jul 9, 2012
    Posts
    2,139
    Mentioned
    778 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    halo mba @Hidden Content

    saya mau minta masukan, semisal punya dana minim dan ingin investasi emas, yg mana yang menurut mba lebih baik, nabung uangnya dulu sampai cukup baru beli emasnya, (let say mulai dari 1 gram), atau ikutan tabungan emas yang dikeluarkan lembaga seperti pegadaian? mohon masukannya ya

    lalu, menurut mba prita apa masih sesuai investasi emas ini dilakukan untuk jangka panjang, mengingat ada isu dari Soros kalau emas bukan lg safe heaven , terima kasih mba Hidden Content
    wish me luck

  8. #53
    Elite Citizen amelietta's Avatar
    Join Date
    Aug 13, 2014
    Posts
    3,791
    Mentioned
    1469 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Hai Mbak @Hidden Content ,

    Aku udah baca blog dan simak jawaban-jawaban Mbak diatas.. cuma ada beberapa hal yang aku bingung terkait dengan kondisiku. Pengen ini itu tapi bingung mulai darimana.

    Aku first jobber, untuk saat ini alokasi uangku diberikan ke mama sisanya untuk kehidupan sehari-hari dan belanja cantik hehe. Cuma setelah aku jalanin beberapa bulan rasanya gaji bulanan cepat habis, antara aku yang tidak bisa mengelola atau aku ada kecendrungan ke impulsive buying.

    Nah, yang mau aku tanyakan sebagai berikut:

    1. Ada tips atau solusikah untuk menghindari impulsive buying?
    2. Tipe/jenis/produk investasi apa yang baik buat jangka cepat untuk first jobber seperti saya?
    3. Investasi jangka panjang sebaiknya apa dan bagaimana? Emas? Reksadana? deposito?

    Oh ya info tambahan aku belum ambil asuransi pribadi nanti ini diurus kantor sih. Aku belum ada rencana untuk menikah atau apa, cuma kepikiran untuk mulai nabung nyicil rumah kecil atau apartement untuk masa depan saya nantinya. Sementara target jangka pendek, saya ingin mengalokasikan untuk membeli mobil dari gaji saya sendiri. Saya juga menjauhi kartu kredit atau cicilan karena takutnya kedepannya tidak bisa melunasi tunggakan. Saya juga akan mempratekkan pos-pos alokasi dana yang Mbak Prita jelaskan di post-post di atas ^_^

    Any advise tambahan kah Mbak untuk beginner seperti saya ini? Maaf ya Mbak nanyanya banyak hehe

    Terima kasih sebelumnya Mbak @Hidden Content
    Last edited by amelietta; May 4, 2016 at 04:43 PM.

  9. #54
    Lurker
    Join Date
    Apr 10, 2014
    Posts
    18
    Mentioned
    4 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Halo mba..
    Mau bertanya nih. Saya ibu dari 2 anak (usia 2,5 tahun dan 1 bulan). Suami bekerja sebagai wirausaha di bidang kuliner. Saat ini kami sudah menjalankan 2 tempat kuliner yg penghasilannya tentu saja berbeda dan tidak menentu.

    Pertanyaan saya, bagaimana cara mengelola keuangan (terutama dalam hal investasi) dengan 2 sumber penghasilan yg tidak menentu?
    Sebagai tambahan, saya saat ini sudah mulai mencicil investasi LM. Namun tidak rutin karena saya membeli LM menunggu harganya membaik (LM lagi naik huhu)
    Saya memiliki asuransi kesehatan dan jiwa yg diauto debet tiap bulan dari rekening (2 asuransi).

    Saya tertarik untuk mencoba deposito. Apakah ini sesuai dengan latar belakang keluarga kecil saya? Atau ada saran investasi lain? Terimakasih mbak @Hidden Content

  10. #55
    Permanent Resident
    Join Date
    May 17, 2009
    Location
    jakarta
    Posts
    955
    Mentioned
    279 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Halo mbak @Hidden Content ,saya lajang penghasilan rata2 perbulan 5 jt,dri situ saya sisihkan utk dapen 1.2jt dan tabungan trip thn dpn 1.6jt,sisanya utk biaya hidup,mulai makan dll,tpi saya merasa trlalu pas2an,apakah persentase tabungan saya itu berlebihan?
    Makasih mbak

  11. #56
    Lurker
    Join Date
    Mar 11, 2013
    Location
    Surabaya, Indonesia
    Posts
    20
    Mentioned
    6 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Hi mbak @Hidden Content

    Salam kenal ya mbak, saya berusia 22 tahun, belum menikah dan baru mulai bekerja beberapa bulan. Saat ini saya masih tinggal di rmh orang tua, jd ga perlu pusing buat bayar listrik, air, dll. Selama ini saya melakukan investasi dengan membeli LM atau dollar.
    Menurut Mbak Prita, bagaimana saya harus mengatur alokasi gaji yang saya dapat untuk keperluan sehari-hari dan untuk investasi?
    Selain itu, bentuk investasi apa yang bagus jika saya tidak berencana untuk menggunakan uang tersebut dalam waktu dekat?

    Terima Kasih
    Last edited by esperanos; May 6, 2016 at 03:45 PM.

  12. #57
    Permanent Resident pamnoya's Avatar
    Join Date
    Aug 23, 2011
    Location
    Jakarta
    Posts
    574
    Mentioned
    81 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Hai Mba @Hidden Content

    Saya menikah belum setahun, belum punya anak. Suami bekerja di swasta, saya sudah berhenti bekerja saat ini di rumah saja sedang memulai usaha online kecil-kecilan yang penghasilannya belum menentu. Jadi biasanya penghasilan dari saya kami anggap bonus untuk masuk di tabungan/dana darurat.Saat ini saya dan suami tinggal di apartemen, dan sedang menyicil rumah. Kami tidak ada cicilan lain lagi selain cicilan rumah ini.
    Cicilan rumah itu cicilan DP sebanyak 24 x yg sebenarnya cukup besar, menghabiskan sekitar 47% dari penghasilan (suami saja). Sejauh ini cicilan DP ini tidak mengganggu cash flow kami. Setiap bulan saya punya rincian pos-pos pengeluaran seperti berikut:
    - Amal/Perpuluhan : 10%
    - Biaya hidup untuk suami : 17%
    - Kewajiban/Hutang (asuransi, iuran apartemen & listrik, air) : 6%
    - BIaya hidup : 12%
    - DP Rumah : 47%
    - Dana Darurat : 8%

    Biaya untuk suami ini termasuk operasional dia setiap hari dan biaya untuk hobbynya agar tidak mengganggu biaya lainnya. Selain itu suami sudah memiliki dana pensiun dan asuransi jiwa dari kantor. untuk asuransi kesehatan juga dapet dari kantor untuk suami dan saya. Saya sendiri memiliki asuransi kesehatan unit link yang sudah saya jalani sejak belum menikah (hanya asuransi ini saja yang masuk dalam iuran bulanan).

    Untuk DP Rumah baru berjalan sekitar 4 bulan. Saya sudah berusaha menghitung2, dan ini pos yang paling ideal menurut saya. Sedikit agak berat karena kami agak sulit menyisihkan lebih untuk gaya hidup, rekreasi ataupun investasi (walaupun rumah sudah merupakan investasi, hehe). Untungnya, kami masih bisa mendapatkan kelebihan dari penghasilan saya atau bonus bulanan yang diterima suami (yang tentunya selalu berbeda setiap bulan). Jadi untuk jajan cantik ( makeup, baju, dll) suka saya ambil dari bonus hehe. Nah pertanyaan saya mbak, kira-kira dengan kondisi seperti ini, investasi apa yang memungkinkan untuk saya? kemudian apakah perbedaan tabungan jangka panjang, jangka pendek, dana darurat? dan apa yang termasuk didalamnya?
    Dan apakah hitungan pos-pos ini sudah ideal?

    terima kasih Hidden Content
    "I don’t take my life seriously, but I do take what I do – in my life – seriously" Audrey Hepburn

  13. #58
    Lurker
    Join Date
    Aug 28, 2014
    Posts
    5
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    salam kenal mbak prita.....
    saya ibu dengan 2 anak (4,5 yo & 2,5 yo), berpenghasilan tetap, sementara suami bekerja sebagai wiraswasta. Saat ini kami memiliki cicilan kendaraan dan cicilan bank yang dipakai untuk modal usaha. Cicilan kendaraan akan selesai 1 tahun lagi, sementara cicilan modal usaha masih ada 6 tahun lagi. Saya berencana mempersiapkan dana pendidikan untuk kedua anak saya. Menurut mbak prita, bagaimana pengelolaan alokasi keuangan yang tepat untuk rumah tangga saya?

  14. #59
    Newcomer
    Join Date
    Apr 25, 2015
    Posts
    25
    Mentioned
    11 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Halo mbak Prita, saya single usia 25 tahun. Kira" bagaimana anggaran atau persentase alokasi investasi yang ideal bagi saya?

    Saya juga ingin investasi berlian sebagai beauty investment. Kira" porsi investasi ini maksimal berapa % dari keseluruhan aset?

  15. #60
    Resident
    Join Date
    Nov 29, 2012
    Location
    Bengkulu Utara
    Posts
    256
    Mentioned
    171 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi Keuangan dengan Financial Expert

    Halo mbak Prita
    saya calon ibu 1 anak usia 30 tahun, sementara tidak bekerja..
    Sekarang suami saya sedang bekerja kontrak 1 tahun, gaji alhamdulillah cukup untuk biaya sehari-hari dan menabung+investasi.. setelah kontrak selesai rencana suami saya akan sekolah lagi, dan saya yang gantian bekerja.. pengaturan keuangan bulanan saya yang urus, setelah dikurangi tabungan dan keperluan pribadi suami saya diberi uang untuk dikelola.. sekarang pengaturan bulanan saya
    25% biaya hidup sehari-hari
    5% jalan2 weekend
    15% sosial + zakat
    20% biaya persiapan melahirkan (tabungan) (bila ada sisa akan dialihkan ke biaya pendidikan anak)
    30% Investasi (rencana untuk dp Haji (deposito) & dp tempat tinggal (deposito) & dana pensiun(reksadana saham))
    5% dana darurat (deposito + emas) saat ini sudah ada 3-4x pengeluaran bulanan

    yang ingin saya tanyakan
    1. apakah pengaturan sudah cukup tepat?
    2. untuk berjaga-jaga saat kontrak suami selesai namun saya belum dapat pekerjaan, kira2 berapa yang harus saya siapkan, apakah dapat diambil dari dana darurat?
    3. adakah saran alat investasi alternatif, karena suami menyaratkan instrumen yang digunakan harus syariah, selama ini saya menggunakan deposito syariah, emas dan RDS Syariah.

    Terima kasih

Page 4 of 8 FirstFirst ... 2 3 4 5 6 ... LastLast