Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

View Poll Results: Apa peralatan travel yang wajib dibawa saat traveling bersama bayi/anak?

Voters
13. This poll is closed
  • Stroller

    11 84.62%
  • Car Seat

    1 7.69%
  • Travel Cot

    0 0%
  • Travel Potty

    0 0%
  • Lain-lain

    1 7.69%
Page 1 of 2 1 2 LastLast
Results 1 to 15 of 22
  1. #1
    Elite Citizen amelietta's Avatar
    Join Date
    Aug 13, 2014
    Posts
    3,791
    Mentioned
    1469 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Dear Mommies,

    Di sini siapa yang suka traveling? Terutama traveling bersama bayi/anak? Pas, nih, sebentar lagi kan musim liburan akhir tahun. Ikutan polling, yuk! Hidden Content Apa menurut Mommies peralatan travel yang wajib dibawa saat traveling bersama anak/bayi?

    Nah, nanti kalau sudah ikutan polling-nya, boleh siapkan pertanyaan seputar traveling bersama anak/bayi, ya. Karena, akan ada Annelia Sari Sani, S.Psi, Psikolog yang akan menjawab pertanyaan Mommies. Get your questions ready!
    Last edited by angelic; Nov 16, 2015 at 02:53 PM. Reason: create poll

  2. #2
    Permanent Resident
    Join Date
    Jun 14, 2012
    Posts
    642
    Mentioned
    58 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Sbnrnya kl bisa siy dibw itu peralatan 2 yg segambreng...tp kan ngga mgkn ya. Akhirnya selain obat, ak sll bw sterilizer yg bisa steril skaligus buat masak, ngangetin (bahan mknan jg ditaruh di sterilan ini saat kita perjalanan). Emg gede n mkn tempat tp worthwhile...selama travelling anak2 ngga pernah kena sakit perut dll krn peralatan dibersihkan seadanya. N pasokan mknan jg terjamin, sll dimasak sendiri. Mgkn satu lg ya stroller kli yah...apalg kl travellingnya bnyk pke jln kaki (n shopping), segala tentengan bisa dicantelin ke stroller hehehe. Dlu suka bw alas potty kuatir baby accidentally merosot n stuck di kloset hotel. Skrg dah gede, ngga begitu penting siy...makin gede anaknya makin dikit yg ak bw.

  3. #3
    Managing Editor Mommies Daily Immigrant
    Join Date
    Apr 17, 2015
    Posts
    138
    Mentioned
    18 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Hollaaaa......

    Kalo dulu saat anak-anak gw masih balita, yang wajib dibawa adalah car seat (kalo pergi-perginya naik mobil), stroller (ini wajib hukumnya biar kaki mamanya nggak pegal), electric pumping dan kotak P3K. Nah berhubung sekarang anak-anak udah di atas lima tahun semua, yang nggak boleh ketinggalan adalah ransel pribadi untuk mereka membawa barang-barang kecil sendiri. Seperti camilan untuk di jalan, baju ganti satu da celana ganti satu. Milih ranselnya juga harus yang nyaman biar nggak bikin bahu sakit.

    Nah, untuk pertanyaan, boleh tolong bantu jawab nggak.... kalo misalnya anak diajak pergi ke daerah yang benar-benar baru dan tradisi atau lingkungannya beda banget sama yang mereka hadapi sehari-hari, itu gimana biar mereka nggak kaget ya?

    Misalnya, gw pernah ngajak anak-anak ke salah satu negara yang cara bicara orang-orangnya itu selalu kesannya berteriak, padahal nggak begitu maksudnya. Anak-anak gw sempat bete terus jadi males diajak muter-muter.... itu gimana menyiasatinya?

    Thank you ya....

  4. #4
    Female Daily Crew Immigrant Niyoula's Avatar
    Join Date
    Dec 27, 2012
    Posts
    200
    Mentioned
    58 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Terakhir traveling saat anakku masih dibawah 6 bulan,tentunya stroller adalah yang paling wajib. Aku sampe nyari tau detail T&C untuk bawa stroller di maskapai yang waktu itu akan naik.
    Sekarang anakku usianya 9 bulan dan ada rencana traveling cuma jujur sih aku agak bingung soal MPASI. Hidden Content
    karena sekarang kadang anakku lg ada ditahap GTM. Gimana ya mba Annelia Sari Sani, solusi biar me&baby juga gak stress pas traveling sedangkan anakku lg susah makan gini?

    Thanks ya Hidden Content

  5. #5
    CEO Female Daily Network Elite Citizen Hanzky's Avatar
    Join Date
    May 26, 2007
    Location
    Jakarta, ID
    Posts
    3,561
    Mentioned
    178 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Stroller pastinyaa....sampai anak kelas 1 SD masih pake stroller kok kalo jalan-jalan walaupun fungsinya lebih banyak untuk naro barang bawaan dan belanjaan Hidden Content

    Travel Cot & Potty sama sekali nggak pernah, begitu juga car seat. Ehh pernah deh booster seat sekali tapi itu kecil kok, masih bisa masuk koper.

    Barang wajib lainnya: wipes, obat-obatan (minyak kayu putih, tolak angin, vitamin), har & body wash yang 2 in 1, kotak2 makanan kecil buat bawa leftover atau snacks, buku dan mainan (tapi mainannya bukan yang perintilan kecil macam lego, ya), baju renang.


    Nah pertanyaannya...

    Adakah hubungannya antara traveling dan brain development untuk anak?
    Save yourself from the headache and read reviews from thousand of our members! Bisa difilter sesuai umur, jenis kulit, warna kulit dan budget. Only in FemaleDaily.com -- hanzky.com

  6. #6
    Immigrant nonaurora's Avatar
    Join Date
    Aug 28, 2014
    Posts
    104
    Mentioned
    51 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Post Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Hai hai, mau ikutan nanya.. tanpa bermaksud OOT Hidden Content

    Bayi berumur 8-9 bulan kan suka ngga bisa diem tuh di car seat, kadang nangis dan ngamuk.. baiknya gimana ya kalo di mobil cuma digendong aja bukan kah bahaya?

  7. #7
    Newcomer miss.iyan's Avatar
    Join Date
    Feb 28, 2015
    Posts
    90
    Mentioned
    64 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    kalo aku selalu gak lupa bawa gendongan dan stroller, emaknya gampang pegel Hidden Content
    daan obat krucil sendiri karna ada keturunan alergi debu dan dingin jadinya gampang pilek dan juga demam.

    aku sih mau tanya baiknya klo anak balita mending diajak liburannya ada kriteria tempat tertentu gak ya?
    karna virus jaman sekarang aneh-aneh agak parno juga sih dan insecure ketulara virus yang gak ada di tempat tinggal skrg..

  8. #8
    Newcomer
    Join Date
    Nov 25, 2014
    Posts
    92
    Mentioned
    62 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Strollerrr....
    Hehehehehe ketauan ya gak mau susah banget bawa anak batita..
    Jadi memang itu bawaan yang paling wajib ketika travelling baik ketika bawa kendaraan sendiri maupun ketika menggunakan pesawat.
    Anakku yang besar dulu dibawain stroller sampai 3.5 thn, karena ibu-bapaknya ga sanggup nggendong kalau si anak mendadak ngantuk atau capek. Nah sekarang anak ke-2 masih 2,5 tahun ya masih dibawa-bawa itu stroller baik hanya jalan-jalan ngemol apalagi travelling.

    Selain itu ya standar, baju ganti, sunscreen & lotion nyamuk (kalau ke tempat terbuka), tissue basah, tissue kering dan obat-obatan.

    Pertanyaannya, sebetulnya ada gak sih tips atau kiat supaya kalau travelling dengan anak bisa agak simple gak seperti mau pindahan rumah? Karena ada seorang teman yang bilang dia tidak pernah seperti rombongan sirkus kalau travelling baik dalam kota maupun luar kota. Katanya cukup bawa yang sangat perlu saja, sisanya seperti baju ganti atau diaper kan bisa beli on the spot.
    Dan apakah si anak (terutama yang masih bayi atau dibawah 3 thn) sebaiknya memang dijaga jam biologisnya/kebiasaannya agar tidak terganggu jam minum susu, jam ngemil, jam tidur dll seperti saat di rumah, atau sebetulnya tidak masalah dibiarkan saja mengikuti kondisi yang ada?

  9. #9
    NewcomerElite Citizen sanetya's Avatar
    Join Date
    Sep 14, 2007
    Location
    Jakarta
    Posts
    4,327
    Mentioned
    271 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Stroller, sih, kalau gue. Soalnya bukan tipe yang bisa pakai gendongan Hidden Content Sebenarnya "stresnya" bawa anak liburan itu adalah you have to be extra organized, membayangkan itinerary sembari buat to-do list. Ya, nggak, sih? Apa gue OCD? Hidden Content

    @Hidden Content ah, bener banget ... apa ada kriteria tertentu, yah ..
    "Style is knowing who you are, what you want to say and not giving a damn."
    ~Gore Vidal~

    @ondeymandey
    www.sanetya.wordpress.com

  10. #10
    Permanent Resident
    Join Date
    Feb 17, 2012
    Posts
    853
    Mentioned
    241 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Vote for Baby Carrier,

    Dulu waktu anak masih satu dan masih baby, stroller andalan banget.. Tapi seiring anak bertambah jadi dua dan makin besar Hidden Content , andalanku berubah ke baby carrier.
    Soalnya gampang, tinggal nemplok di badan walaupun lagi gak gendong anak, tangan masih bebas pegang tas atau kamera atau anak satunya lagi hehe..

    @Hidden Content , pemikiran sama, aku juga jadi super-organized kalau lagi traveling..
    Misal bawa tas berapa biji, terus isi-isi dalam tas yang di bagasi atau dibawa harus super spesifik. Soalnya males banget kalau harus cari suatu barang harus buka koper..pengennya buka tutup satu tas yang ditenteng itu aja.. Sampai suami juga aku wawancara dulu kebutuhannya apa kalau traveling nanti, jangan sampe tiba2 dia minta sesuatu yang aku simpan di koper gede, bisa bertanduk gue bongkar muat lagiHidden Content

    Ohiya, ada pertanyaan.. kalau anak-anak mulai dibiasakan bisa membawa tas dengan kebutuhannya sendiri cocoknya di kisaran usia berapa ya?

  11. #11
    Mommies Daily Crew Superstar in Training kirana21's Avatar
    Join Date
    Mar 21, 2008
    Location
    Jakarta, Surabaya
    Posts
    7,622
    Mentioned
    450 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    gue kalo anak 1-2 masi rely on carrier ya. it's much much practical ditenteng2 ketimbang stroller, even the traveling type. begitu lebih dari 2 memang mau ga mau mesti bawa stroller juga as backup.

    most important buat gue yg ga boleh ketinggalan pas traveling adalah med-bag. isinya printilan obat - di gue lebih cocok reliever kali ya karena gue jarang pake obat kecuali parasetamol - isinya bangsa pelega hidung mampet, some essential oils, bruise/rash balm/creams, plester, vicks, oralit/pharolit, minyak telon, parset, dkk.

    @Hidden Content kalo gue adalah saat tas sekolahnya cukup gede utk bisa bawa baju ganti untuk seminggu. jadi disini mulai awal SD udah bawa tas & baju sendiri. mulai klas 3-4 udah siapin baju apa yg mau dibawa. gue cuma order sekian set baju pergi, sekian baju rmh (klo mudik), sekian dalaman, plus printilan inainu. mereka siapin, gue nanti yg ricek dan pack pake vacuum bag. vacuum bag masuk tas sekolah mereka, and its gonna be their responsibility during the travel.

    @Hidden Content buat gue traveling itu ibarat cheat day on a diet ya. there are already overwhelming stuff happen, so many things to organize, so I want things as simple as possible. anak2 gue kebetulan nggak ada masalah dg rutinitas, dan kayaknya semua ngeh its not at home so we dont do thing like it was at home. jadi yaaa, ikut alur traveling aja segala makan minum tidur mah.

    utk anak2 yg kental sama rutinitas mungkin emg perlu ttp dipertahankan rutinitasnya krn kdg klo ada yg missing malah bikin rewel. tapi sekali lagi gue pilih cheating dengan kasih yg ga obralan pas di rumah. misalnya utk anak gede bekal jalan gue bawa chips yg di rumah ga boleh dimakan.

    @Hidden Content untuk tempat2 tertentu biasanya ada kewajiban ambil vaksin sih. tapi pertimbangkan juga usia anak, karena vaksin tertentu suka ngga ada utk anak usia dibawah 2th.

    @Hidden Content kalo mau bawa bayi traveling in a carseat baiknya dibiasain dulu sblm traveling. awal2 klo biasa dipangku/digendong sih pasti bakalan ngamuk klo ditaruh carseat. tapi klo udah biasa itu bisa ngurangi beban buat yg biasa pangku.
    my own experience, and im not proud of it, saat masih nyusu gue prefer pangku mereka tapi keiket di dalam carrier. only loosen it up pas nyusuin, klo tidur balik attached. i hope with that udah ngurangin kemungkinan lepas dari pegangan dan kelempar when theres a crash. kenapa gue pilih cara ini? karena gue tetep harus bantu navigasi dan nemenin supir alias si ayah (kita mostly doing road trips), dan bayi ASI bakalan lebih gampang dihandle kalo ASInya always accessible. turns out memang jadinya nyusu-tidur terus selama dijalan, blas nggak ada kerewelan meski tetep kudu waspada muntah sebaju2 Hidden Content

    sekaligus jawab @Hidden Content , selama masih nyusu gue nggak terlalu mikirin MPASI niy. jadi gue tetep bawa MPASI model one dish omelete yg isinya udah ada dari nasi sayur protein dan bs dipotong sedadu2 buat sekali suap, tapi mostly gue akan rely on ASI.

    @Hidden Content sblm pergi gue biasa briefing apa yg gue tau tentang lokasi tujuan. tapi klo asing sama sekali mungkin bisa dicritain klo macem2 tempat kebiasaan dan budaya setempat bisa beda dengan keseharian kita. IMO itu udah ngurangin kekagetan dan anak cukup aware sih.

  12. #12
    Brand Representative Lurker Mothercare's Avatar
    Join Date
    Mar 11, 2015
    Posts
    3
    Mentioned
    7 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Hi Moms..

    Wah ternyata banyak juga ya yang penasaran ingin bertanya kepada pakar kita Hidden Content Ngobrol2 soal travel essential ada artikel menarik dari Mommiesdaily yang sangat inspiratif tentang pemakaian carseat juga membantu mmbuka mata Bunda mengenai guna dan keunggulan pemakaian carseat, buat yang sudah baca terima kasih buat yang belum berikut ini cuplikanya :

    Saat menjelang melahirkan, para ibu hamil biasanya mulai hunting peralatan untuk si jabang bayi. Dari mulai pakaian, stroller, tempat tidur, dan lain sebagainya. Di antara sekian banyak peralatan yang harus dibeli, sayangnya car seat masih sering dilupakan. Padahal, car seat justru merupakan hal yang penting untuksi bayi apalagi bagi orangtua yang sehari-hari menggunakan kendaraan roda empat.
    Banyak sekali alasannya, antara lain:

    • Nanti saja beli car seat setelah si anak bisa duduk.

    Wrong. Car seat bisa digunakan sejak anak keluar dari rumah sakit. Banyak sekali car seat yang bisa digunakan oleh newborn hingga usia tertentu. Bahkan, sebenarnya akan lebih mudah utk melatih anak duduk di carseat sejak sedini mungkin. Kalau sudah terlanjur besar tanpa menggunakan carseat, biasanya anak cenderung menolak untuk didudukkan di car seat karena merasa lebih leluasa untuk bermain-main dalam mobil. Ada yang senang menyalakan wiper mobil, pegang-pegang mainan di kaca spion tengah, menyalakan/mematikan lampu di dalam kabin mobil, bahkan menggoda Ibu atau Ayahnya yang sedang menyetir, oh Nooo… bahaya!

    • Car seat mahal.

    Ya, memang, car seat yang bagus dan sesuai dengan persyaratan keselamatan harganya di atas rata-rata. Saran saya, belilah car seat yang sesuai dengan kebutuhan. Dahulukan fungsinya, jangan terpaku pada model saja. Banyak car seat yang bisa digunakan sejak anak lahir sampai beratnyamencapai 18kg. Nah, anak saya sekarang usianya 5,5 tahun (67 bulan) beratnya 18kg. Jadi seharusnya ia masih bisa memakai 1 car seat yang saya beli saat ia baru lahir kan? Kalau misalnya harga car seat yang saya beli 3 juta rupiah, maka 3 juta dibagi 67 bulan hasilnya hanya sekitar Rp44.800 per bulan yang saya habiskan untuk beli car seat.
    Jauh lebih murah daripada popok sekali pakai atau uhm, susu formula, kan?
    Mommies juga bisa memanfaatkan saat ada promo atau diskon. Contohnya waktu bazaar Mothercare lalu, harga car seat amat sangat miring! Usia kehamilan masih jauh? Nggak apa-apa, car seat bukan barang yang harus segera dibuka setelah beli, kok

    • Anak saya nggak mau duduk di car seat.

    Sedikit bercerita, waktu Langit baru lahir, saya nggak beli car seat. Alasannya? Ya karena belum punya mobil. LOL. Setelah kami ada rezeki untuk beli mobil, waktu itu Langit berusia 1 tahun, saya segera mencari car seat yang tepat (dan terjangkau harganya).
    Awalnya tentu sulit, ya, membiasakan anak yang kalau ada di mobil (pinjaman orangtua) selalu saya pangku. Tapi saya mau konsisten. Pernah suatu hari Langit saya bawa ke kantor saya di Daan Mogot, pas pulangnya, jalanan macet, Langit nangis minta nyusu (waktu itu masih ASI), terpaksa saya abaikan. Apalagi saya tau bahwa ia minta nyusu karena nggak betah dan semata-mata pengen tidur saja. Akhirnya dia tidur setelah capek nangis
    Ketika ia bangun tidur, dan kami tidak di dalam jalan tol, saya pinggirkan mobil sebentar di SPBU, lalu menyusui Langit. Beberapa kali hal ini terjadi. Sampai akhirnya ia pun tau bahwa kalau naik mobil, ya duduk di car seat. Butuh konsisten, itu saja sih. Dan sekali lagi, sebenarnya akan lebih mudah utk membiasakan anak duduk di carseat pada usia sedini mungkin.

    • Anak saya lebih aman dipangku.

    Wrong. Seberapa kuat kita bisa menahan anak jika kecelakaan terjadi? Bagaimana saat kecelakaan anak malah terlempar ke luar jendela? (knock-knock on the wood).
    Car seat memang bukan jaminan tidak terjadi luka saat kecelakaan. Tapi pada kecelakaan yang besar, car seat meminimalisir risiko yang saya sebutkan di atas hingga 71%. Makanya, hingga berat badan anak 9 kg atau sekitaran usia 1 tahun anak disarankan memakai car seat yang menghadap belakang agar risiko ia terjepit di antara kursi mobil semakin kecil

    artikel lengkapnya ada di Hidden Content

    Everything you need for pregnancy and your new arrival
    www.mothercare.co.id

  13. #13
    Brand Representative Lurker Mothercare's Avatar
    Join Date
    Mar 11, 2015
    Posts
    3
    Mentioned
    7 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Terima kasih atas semua pertanyaan dari Bunda di channel ini mulai hari ini teman kita Annelia Sani akan menjawab pertanyaan yang sudah di post oleh Bunda

    Annelia Sari Sani ini Psikolog lulusan dari Universitas Indonesia sudah banyak pengalaman salah satunya sekarang berkarya di Klinik Psikologi RSAB Harapan Kita, Petak Pintar - Center of Learning Problem dan tergabung dalam tiga generasi sebuah wadah para psikolog yang fokus terhadap perkembangan Ibu, anak dan keluarga

    Semoga segala pertanyaan dari Bunda bisa mendapatkan solusi dr expert yang kita pilih

    Happy weekend dan selamat berlibur
    Everything you need for pregnancy and your new arrival
    www.mothercare.co.id

  14. #14
    Psikolog Lurker
    Join Date
    Nov 24, 2015
    Posts
    5
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Hai, Mom!

    Mempelajari kebiasan dan keadaan tempat tujuan traveling kita memang sudah sebuah keharusan ya ketika traveling with baby or kiddo. Setelah kita pelajari, kita cek lagi apakah memungkikan bagi anak-anak kita untuk beradaptasi dengan situasi tersebut. Bila memang kebiasaan atau karakter anak-anak kita sangat berbeda dengan tempat tujuan traveling atau sangat kecil kemungkinannya untuk beradaptasi dengan kebiasaan dan situasi tersebut, memang mungkin sebaiknya traveling ke tempat tersebut dapat kita tunda hingga anak-anak lebih besar dan lebih siap untuk bereksplorasi dalam pengalaman yang berbeda.

    Happy traveling, Mom!

  15. #15
    Psikolog Lurker
    Join Date
    Nov 24, 2015
    Posts
    5
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Tanya Jawab Stress Free Traveling with Babies Bersama Mothercare

    Hi, Mom Niyoula

    Waaah......emang gemes-gemes gimana gitu ya kalo baby GTM Hidden Content
    Idealnya sih....masalah GTM ini udah selesai dulu sebelum traveling.
    Pada usia di atas 7 bulan, anak sudah mulai mengecap (tasting) dan sudah mulai punya preferensi rasa. Ada yang lebih suka rasa asin, ada yang suka manis, atau pun gurih. Nah kita bisa mengamati nih preferensi ini dan coba mulai mengenalkan melalui bentuk finger food yang bisa langsung dipegang dan dimakan sendiri oleh baby tanpa harus kita paksa suapi. Misalnya baby yang suka rasa asin-gurih, mungkin bisa kita beri potongan kentang rebus yang diberi sedikit butter atau margarin. Kenapa finger food, karena pada tahapan usia ini, anak akan mulai mencoba untuk bersikap semaunya sendiri. Sehingga kalau diberi finger food maka konflik antara kemauan ibu dan kemauan anak menjadi terhindarkan dan GTM menjadi lebih kecil kemungkinannya

    Semangat mencoba ya, Mom!

Page 1 of 2 1 2 LastLast