Page 219 of 219 FirstFirst ... 119 169 209 217 218 219
Results 3,271 to 3,277 of 3277
  1. #3271
    Lurker
    Join Date
    Apr 10, 2017
    Posts
    23
    Mentioned
    12 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    @Hidden Content hi mak! kebetulan aku baru umur 23 tahun, married baru mau 1 tahun. suami aku usia 1 tahun lbh tua dr aku. dan kebetulan suami uda 3 tahunan bangun usaha sendiri. pacaran selama 5 tahun, aku diajarin begitu byk hal ttg dunia business para cowo. suami aku orgnya terbuka dgn aku mengenai hal2 seperti itu. karna aku yg anak rumahan dan masih taboo dgn hal begitu, dia takut setelah nikah cekcok gr2 hal begini jd dr jaman pacaran uda dikasih tau secara terbuka.

    apalagi ketika dia musti serve client yg bos2 berumur 30-40an, para2 boss itu demen bgt dimintain temenin ke tmpt begituan. ya suami kalo di dlm kota sih 365 hari selalu di samping aku ya mudah2an, karna siang kerja di kantor jg ada sodara aku kerja disana jd tau dia ttp stay di kantor, pulang kantor jemput aku pulang ke rumah. paling kesempatan dia buat ke tmpt gituan pas dia harus meeting sm pabrik ke Jakarta, dan kalo client nya ikut dia harus temenin. jd dia terbuka tuh kalo dia ke Alexis temenin client or gmn.

    kalo dblg aku bs terima, enggak jg. aku jg morat marit di rumah mikirin ini itu, tp ya aku berusaha dgn kepala terbuka dan percaya aja. kata suami aku sih sebenarnya para2 cowo diluar sana rata2 ke tmpt gitu, cuma sering/enggak aja. aku sampe skrg msh ngotot buat matahin statement yg dia kasih tau, tp ya dia blg, g semua suami bakalan terbuka ttg hal ini ke cewe moreoever ke istri. boleh percaya / ga, but thats the reality of man's world.

    aku jg pernah dengar nasihat dr temen yg lbh tua, katanya sih kt sbg cewe tutup mata sebelah aja. karna cowo jg anggap jajan spt itu ibarat nyicip nasi bungkus, selesai makan ya dibuang. tp kalo dia sampe nyimpan cewe itu (uda main feeling) itu baru minta dihajar.

    dan suami jg ada blg sih, kdg bukan cowo mmg mau kesana, tp karna kdg tuntutan pekerjaan spt mau serve client itu yg mau g mau harus dipenuhin (g tau bacot atau ga) dan karna mmg suami selalu stay dan keluar sm aku selama di dlm kota, mikirnya jg 1 tahun itu dia keluar kota jg cm bbrp hari. once in a year oke2 lah. soalnya aku jg megangin hp suami kan, ada masuk2 group gitu, 90% dr group yg cowo itu selalu bahas dan sharing foto2 therapist lah ini itu. luckily suami aku cm silent reader sih.

    suami cm pernah blg, hal begituan istri g akan pernah bs melarang. kl cowo mau bohong hal kyk gt kecil aja bagi mrka. salah 1 caranya adalah pinter2 deh jd istri. makanya di thread sebelah kmrn ada cewe therapist yg curhat di forum, para2 istri minta diajarin tuh trik PETIK MANGGA (yg katanya best di spa++)

  2. #3272
    Moderator Elite Citizen ladygatha's Avatar
    Join Date
    Aug 27, 2014
    Posts
    3,750
    Mentioned
    4773 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    @Hidden Content
    Nimbrung ya, belum married, tapi menurut pengamatan aku, tergantung "budaya" juga sih. Bukan budaya Barat apa Timur, tapi kebiasaan di lingkungan aja. I happen to live with a lot of different families. Aku kenal deket dengan orang-orang yang menganggap jajan itu biasa. Nah dan biasanya ketika udah dalam posisi ini, paling enak jadi istri yang nggak pakai feeling. Lha wong udah kejadian, mau sakit hati apa bisa putar balik waktu? Yaudah tutup sebelah mata. Dan biasanya istri-istri ini akan perpetuate hal yang sama ke temen atau anak perempuan, sebagai defense mechanism kalau apes dapet laki suka jajan.
    Aku pernah baca juga sih, kayak pengunjung brothels itu ada juga yang happily married, ada yang istrinya lagi hamil atau apalah. Di Jepun, ada yang stress capek kerja, ada yang penasaran, ada yang bosen dengan keadaan rumah tangga.

    Di sisi lain, aku juga kenal dekat dengan orang-orang yang lurus-lurus aja hidupnya. Berdua suami istri kemanapun mereka pergi. Laki-lakinya pada bilang, kalo orang fokus sama tujuannya, punya prinsip, nggak bakalan kepikiran buat aneh-aneh. Alasannya sederhana, buat apa? Menurutku masuk akal juga ya. Ketika menurut aku suatu kegiatan itu menyenangkan tapi I can live without it, buat apa dilakukan? Reasoningnya udah nggak ada untuk jajan-jajan.

    Jadi ketika kita mengkotakkan semua pria itu pasti jajan (ini diluar premarital s*x atau one night st*nd ya) bisa jadi kita juga yang perpetuate kebiasaan itu. Kita me-normal-kan sesuatu yang subyektif. Dari segi suami, ini kayak demand/statement kalau itu hal yang biasa, jadi para istri maklum aja.
    Jadi keinget Crazy Rich Asians, Astrid yang udah super cakep dan super capable dan super kaya aja berusaha memaklumi selingkuhnya si Michael Hidden Content

    S*x kan bisa addiction juga ya, ada kasus-kasus dimana bukan soal istri gak memuaskan atau blablabla, tapi memang dari individunya yang kayak gitu. Aku tau juga beberapa cowok yang jujur bilang they're addicted.

    Soal melarang yah, nggak akan ada yang bisa melarang apapun kalo individunya gak niat. Pasien jerawat parah disuruh pantang ini itu, kalo gak niat ya mana nurut? So this point doesn't really stand or mean anything IMO.

    So yeah, different case, different response, different causes, different coping mechanism.
    Last edited by ladygatha; Nov 14, 2018 at 07:58 PM.
    OPEN P0 BKK, over here
    BRAND NEW Drunk Elephant Sukari Babyfacial 15ml No Box - Rp 359.000


    Latest Post:
    Dupes? I'm From Honey Mask (vs) The Bath Box 40% Honey Mask

  3. #3273
    Immigrant
    Join Date
    Mar 22, 2010
    Location
    Indonesia
    Posts
    247
    Mentioned
    186 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    Couldn’t agree more with @Hidden Content . Ga semua cowok kayak yg dibilang @Hidden Content .

    Dan gimana istri ngehandle itu, ya balik lagi ke cara si istri memandang sex itu sendiri. I heard stories about workers in mining in Papua, who use that kind of service. Katanya malah dikirimin 1 grup cewek gitu. Krn ya buat kebutuhan biologis para pekerja, yang berbulan-bulan di sana. Istri2nya ya kayak tau2 gak tau gitu.

    Gak tau deh bener apa enggak, krn crita ini aku dengernya dari temen yang sodaranya kerja di tambang. Jadi bukan crita yang aku denger langsung dari orangnya gitu.

    Kalo aku personally, kayak yg dibilang @Hidden Content , gede di lingkungan yg lempeng2 aja. I dated my husband for 9 years and had sex for the first time after we got married. Jadi buat aku and suami, sex is sacred. Ibaratnya, aku bisa nih gonta ganti pacar, bisa pegangan tangan sama banyak cowok, but i can only have sex with 1 man, my husband. Dan aku tau, suami juga gitu, krn ya kluarga dia juga sama lempengnya.

    Misalnya nih, *knock on wood* he cheats on me, yang nonton bareng atau dinner bareng, aku malah gpp. Tapi kalo udah sampe bobo bareng, i don’t think i can forgive him.

    Btw, aku punya beberapa temen bule yang free sex gitu lah. Mereka pun, ga semua mau pake jasa ++ gitu, at least temen2ku ini. Pas aku tanya, katanya takut kena penyakit n jijik gitu.

    Buat @Hidden Content , since you already decided to forgive your husband, i think what you really need is time. Wajar kali kalo kejadiannya masih fresh trus kamu keinget2.

    I also think you should dig deeper. Kayak kenapa kalo suami stres kerjaan trus ke spa ++? Kenapa gak curhat aja gitu ke kamu?

    Atau kalo emang pengen dipijet, kenapa gak minta pijet ++ ke istrinya aja? Apalagi ngakunya di sana cuma hand job kan? Lha cuma hand job, knp ga minta sama kamu? Selain gratis, kalo sama istri kan diladeninnya krn cinta ya, bukan krn duit.

    Moga2 dari situ ketemu akar masalahnya, trus bisa dapet solusi.

    Be strong ya mak. I don’t think I can be as forgiving as you are.


    Sent from my iPhone using Tapatalk

  4. #3274
    Immigrant olivivia3's Avatar
    Join Date
    Dec 6, 2013
    Posts
    175
    Mentioned
    95 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    Setuju sama @Hidden Content

    I think just because some men did it doesnt mean we have to told other women to "tutup mata sebelah"

    Gue ga pernah sekalipun nolak suami untuk ML.
    3 tahunan menikah, never even once I said no.
    Even when I'm on my period, I'll do it orally.
    And I'm happy to do it! I'm happy I can satisfy him dan gue punya confidence kalau dia gak perlu dipuaskan oleh yang lain.

    Jadi gue dah bilang ke dia, I'm what every men wanted (LOL gpp ini cuma boasting ke suami) karena gue bisa manis socially tapi binal di ranjang. Jadi I wont forgive him kalo dia ampe maen2 ama orang meskipun cuma "selingan" lah, ato apapun itu istilahnya.
    Because he has me! And I will never let him sexually unsatisfied, dan gue juga selalu berusaha untuk luangin waktu pacaran meski dah punya anak, listen to his work problems, support him emotionally.

    So why cheat? Kalo ada hal-hal yang dirasakan ga dia suka dari gue ya WE COMMUNICATE. Compromise.
    Bukan cari selingan di luar.

    Cheating, no matter how "small" is still cheating.

    Jadi gue bilang sebelum you come begging at me, told me that you did wrong, you regretted it, you wanted to turn a new leaf, a better person...ah save that shit.
    Think about it before you did it.
    Once you did it, you know you lost me.
    That's how it works.
    Deal breaker.

    Cheating and violence.

    Lagipula ini bener2 mengaminkan budaya patriarki sekali ya. Seakan-akan kalo cowo kayak gitu wajar, padahal para cowok mestinya tersinggung. Mereka kan otaknya di kepala, bukan di selangkangan, tapi kalau dipukul rata seakan2 mereka ga bisa kontrol nafsu mereka dan kudu sesekali icip nasi bungkus itu rasanya kayak.... Errr. Really?
    Perempuan juga punya nafsu, trus buat mereka yang high libido, boleh sesekali bobo bobo cantik ama orang lain selain suaminya?
    Wah dirajam batu deh pasti lol.

    Giliran laki2, kok semua orang permisif.

    Sorry so offended bacanya Hidden Content

    Bokap gue dulu juga sempet gitu dan seperti suaminya si Amanda, dia juga jujur aja gitu cerita ke nyokap gue kalo dia kudu temenin boss ke tempat gituan.
    Dan nyokap gue sangat nrimo dan pasrah, prinsipnya nyokap gue adalah, Isinya mau kemana aja gpp asal botolnya pulang ke rmh.
    Hidden Content

    Yes beliau pake istilah botol lol.

    Tapi gue ga bisa kayak nyokap Hidden Content

    Sorry @Hidden Content I know komen gue di atas ga membantu, but I sincerely hope your husband repent and ga bakal mengulangi kesalahan yang sama ya.
    Sekarang kalau keputusannya memaafkan emang mau ga mau sepertinya harus belajar utk move on dan meninggalkan itu sebagai bagian dari kesalahan masa lalu yang hopefully ga diungkit2 lagi sama lo saat berantem (meskipun there's a really strong urge to remind him how he did you wrong).
    Stay strong! I hope he realized he's wrong and would never ever do it again.

  5. #3275
    Moderator Elite Citizen ladygatha's Avatar
    Join Date
    Aug 27, 2014
    Posts
    3,750
    Mentioned
    4773 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    @Hidden Content
    Kalo dibilang jajan seperti nyicip nasi bungkus, mungkin emang benar, tapi apakah semua nasi bungkus perlu dicicip? Apakah semua cowok secara sadar mau nyicip-nyicip? Kan nggak ya mak hehehe Hidden Content

    @Hidden Content
    I don't think I'm in the right place to comment since I'm not married. Tapi ya menurutku nggak bisa dikotak-kotakkan laki-laki biasa jajan jadi suami juga boleh jajan atau banyak kok laki-laki yang lurus, kenapa suami gak bisa ikutan lurus. Better think of this as an individual case. Seperti yang dibilang mak Shana, kenapa harus ke tempat ++ dan apa pergi kesana menyelesaikan masalah (stress) nya? As a wife, can you do something to help?
    If you see he's in an unhappy place and feeling guilty, appreciate his honesty. Bisa aja kok kalo dilanjutin bohongnya, but he came clean.
    There's really no right and wrong in dealing with infidelity. Tinggal di poin mana bisa kompromi aja.
    I'd feel extremely hurt too, but most importantly at the end you need to make peace with yourself.
    OPEN P0 BKK, over here
    BRAND NEW Drunk Elephant Sukari Babyfacial 15ml No Box - Rp 359.000


    Latest Post:
    Dupes? I'm From Honey Mask (vs) The Bath Box 40% Honey Mask

  6. #3276
    NewcomerCitizen lluvia's Avatar
    Join Date
    Aug 9, 2010
    Location
    lalaland
    Posts
    2,051
    Mentioned
    421 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    @Hidden Content
    wahh, thanks bu.. gw kira slama ini copy paste namenya doanq cukup Hidden Content

    @Hidden Content
    it's not up to me to judge how you or anybody "manage" their marriage.. selama mrk happy ato tidak merugikan org.. yeah you do you..
    BUUUTT... I have to strongly disagree with pemikiran laki lu dan temen lu itu.

    pemikiran2 dan excuses yg mrk kasih mnrt gw PEMBODOHAN WANITA! Hidden Content
    dan sebagai wanita, I need to speak up.. krn klo smua org berpikir ky gitu dan "membolehkan ato tutup mata" krn alasan2 yg mnrt gw BS banget.. ya gw dan banyak wanita lainnya bisa dirugikan.

    I refuse alasan2 itu menjadi sesuatu yg wajar dan dijadikan pembenaran tuk kita smua..
    be careful, oppression and injustice start with small things.. ujung2nya mulut kita dibungkam, "Trima aja dah lu!"

    and anyone that know me, know that lluvia dont bend that way!
    sure ada yg namanya kompromi di dalam pernikahan.. dng arti ada give and take nya.. ga bisa hanya ngotot kemauan dan keinginan kita doanq.. we have to give in also to our partner needs and wishes.
    but, kompromi BUKAN berarti kita menerima ato membiarkan yg salah!

    gw sadar denifisi apa yg salah ato benar, can differ for each individual.. so makanya gw jg ga bisa judge klo ada istri yg accept suaminya "jajan nasi bungkus".. selama sang istri jg happy with that fact, monggoo..
    butttt, if that person are not happy.. deep down sebenernya dia ga setuju dan think itu salah.. and dia diem ato terima aja.. that's weak!

    laki gw pernah ngomong: "Di dunia ini apa sih yg ga bisa dicari pembenarannya? 1+1 bisa koq jadi 12."
    maksud dia tuh.. smuanya yg salah bisa aja kita cari pembenarannya, manusia is that "smart".. kita tuh smua jago ngeles.

    tapi klo para co jago ngeles, gw jg jago bales nya! Hidden Content
    yaelah Tuhan jg kasih gw otak tuk berpikir.. masa ga gw pake sihh?

    and gw ga akan pernah bisa setuju dng co2 (and ce2!) yg pada ngeles membenarkan perslingkuhan..
    mo itu di spa ++, ama temen kerja, main hati ato cuman fisik doanq.. salah ya tetep salah!

    again soal salah ato benar itu subjektif.. tapi jujur aja deh ya, ce/co mana yg bener2 rela dan iklas pasanganan nya slingkuh? hayuu angkat tangan.. anyone?
    tapi herannya koq banyak ce yg ujung2nya "terima" dislingkuhin?

    why is that?
    imho ya.. krn KITA MAU AJA DI BODOHIN pake alasan2 BS ky gituan!

    suami cm pernah blg, hal begituan istri g akan pernah bs melarang. kl cowo mau bohong hal kyk gt kecil aja bagi mrka. salah 1 caranya adalah pinter2 deh jd istri. makanya di thread sebelah kmrn ada cewe therapist yg curhat di forum, para2 istri minta diajarin tuh trik PETIK MANGGA (yg katanya best di spa++)
    yes gw setuju dng suami lu.. dia benar, istri ga akan bisa melarang klo suami mau main diluar..
    gw ga bisa melarang laki gw tuk slingkuh.. dia bukan anak kecil lg.. gw jg ga bisa control ato memonitor dia 24/7.. gampang koq klo dia mau mampir ke tempat2 gituan during his lunchbreak or afterwork.

    gw dah sering bahas, klo kita tidak bisa mengontrol org lain (mskpn dia pasangan kita)
    tapi kita bisa mengontrol DIRI KITA SNDRI!

    dng arti.. gw ga bisa larang suami slingkuh ato mampir ke tempat gituan.. tapi gmn reaksi gw, gmn gw BERSIKAP.. itu within my control and right!
    and I'll be daaammm klo gw woles2 aja dan mikir: "Ahh namanya laki.. sutraaalahh, yg penting dia baik, botol balik etc etc.. harusnya gw bersyukur dan lebih meladenin suami.. belajar petik mangga ah... hiekz.."

    hell no!!!

    gw dah seringkali tulis disini.. alasan knp sampe skrng masih ada aja wanita dijajah pria, is because wanita nya yg allowing it!
    why does so many men can get away with slingkuh, jajan, beristri banyak etc? yeah because they can get away with it.
    and it is the women that let men get away with that kinda crapz.. it is that simple.

    coba ya, klo kita para ce kompak and say: "Nahh, screw all your excuses.. zero toleransi!"
    I wanna bet, (most) men will think twice about sticking their "mas burung" into some hoe Hidden Content

    apakah berarti ga akan ada lagi kasus perslingkuhan? tentu lah akan masih ada..
    klo segampang itu to deter ppl from doing bad stuffs, penjara akan kosong.. even ancaman hell pun ga mempan tuk nakut2in some ppl.

    so what's the point?
    the point is integritas, self respect dan harga diri say!!! Hidden Content
    mskpn kesannya "pointless", itu tetep bukan alasan tuk kita menyerah memperjuangkan kebaikan.

    gmn kita akan bisa hidup damai dan bahagia, klo kita aja demen "ngebohongi" diri sndri dan menerima kehidupan/pernikahan/pasangan yg ga sesuai dng prinsip kita?
    terus mau2nya terima pula jadi korban.. pada ga cape apa hidup ky gitu?! no wonder so much ppl have so much drama in their lives.. denial galore!

    masih mending klo denial itu setidaknya bikin hidup lebih tentram.. ky: "Darn gw ada kriput! gpp lah artinya gw demen ketawa.. tutup mata ato dempul pake bedak aja, drpd gw stress!" Hidden Content
    tapi jng piara denial yg menyakitkan.. yg ada rugi berapa kali tuh kita nya? jg ingat kita ada kewajiban kpd generasi selanjutnya.. mau tar anak2 kita masih aja hidup in "A Man's World"?

    klo kita sayang dan respect ama diri sndri.. ga mungkin kita akan terima pasangan yg dont have the same love and respect tuk kita dan dirinya sndri.
    and self love/respect is important.. jng harap akan ada org yg bisa kasih kita that love and respect, klo kita sndri aja ga bisa kasih ke diri sndri..
    how we treat ourself is how others will treat us.

    gw sih emoh hidup jadi gender yg secara teory paling dimuliakan.. tapi prakteknya diperlakukan ky second-class citizen yg harus memaklumi, mengerti, dan menerima perlakuan2 yg tidak adil..
    itu bertentangan dng siapa gw dan apa yg gw percaya.. dan klo gw punya a shred of honor and pride in myself, I will say "NO!" against what I think is wrong dan merugikan gw.

    dan bukan sekedar omdo.. walk the talk!
    itu yg gw maksud dng integritas dan self respect.. krn klo kita tau itu salah (mnrt kita), tapi kita benarkan itu dng 1001 alasan, ampe kita sndri jadi "korban" ato malah ikut2an.. itu sama aja munafik.

    simple nya punya prinsip lah!

    but yeah punya prinsip is hard.. banyak yg hidup ky kerbau yg dicucuk hidungnya.. lebih gampang menurut dan mengeluh drpd berpikir dan bertindak.
    contoh yg simple aja.. di negara kita ini budaya korupsi nya dah mendarah daging.. emg cuman pejabat2 kelas kakap doanq yg korupsi?
    hell no, korupsi dimulai dr tingkat yg paling rendah.. dari staffs yg terima amplop tuk meeting ato trips yg mrk sebenernya ga kerjain, etc..
    and we all think it's "wajar".. kita menerima, membiarkan, bahkan berpatisipasi.

    slingkuh jg sama aja.. jadi "budaya"!
    krn kita sndri yg mewajarkan, membiarkan dan menerima.

    mulai dr kita kecil kita diajarkan dan didoktrin klo ce tuh harus gini.. dan klo co tuh begitu..
    co tuh napsunya gede makanya wajar mrk demen "nasi bungkus".. heckk, gw jg napsuan.. gw jg demen nasi bungkus.. tapi apakah masyarakat akan memaklumin ato making excuses for me klo gw jg demen "jajan"?

    aniihoHidden Content sorry for the rant.. again Hidden Content ini bukan personal attack against you ya..
    this is how I feel about men and women yg making, accepting and even defending stupid excuses tuk perslingkuhan ato "man's world"

    ky soal budaya service client or whatever.. yeah I know such thing exist.. tapi hidup ini pilihan.. dan gw dan laki gw sih MEMILIH: "mehh no thanx."
    but you and your husband do you.. whatever make you guys happy and sleep better..

    gw slalu tanamkan kediri sndri dan ke suami to be true to yourself.. apapun itu klo lu ga setuju, ga mau.. ya dont! simple as that.
    kita percaya, soal rejeki ga akan ketuker koq.. so mkspn hidup kita pas2an, tapi hati kita damai Hidden Content

    btw laki gw ketawa pas baca penjelasan laki dan temen lu.. "Enak ya jadi co!"
    just for clarification, ga smua co ky gitu loh.. I know many men yg ga pernah ke spa++ mo itu tuk social ato business.. dan gw dulu tinggal di negara dimana prostitution legal malah.
    so itu bukan jg keharusan ato dah di DNA sang co.. my husband rather milih paha KFC drpd paha putih ce lain.. huhuhu..

    malah pemikiran ky gitu insulting klo kata laki gw: "Emg kita ga punya otak apa? cuman napsu doanq?"
    kasian ya co klo gitu, otak mrk pada terbelakang.. hihihi.. so ce dunq yg seharusnya jadi the superior gender?
    tapi koq malah lebih banyak ce yg dibodohin ya? so yg bego siapa?

    gw ga sebaik @Hidden Content yg ga pernah nolak suami.. but still, bukan alasan jg tuk laki gw jajan..
    sure sex is an important part of marriage.. and yeah pls have an amazing sex life and learn all the petik buah technique.. I'm all for that! Hidden Content
    but the promise of marriage is more thn just an outlet tuk bisa melepaskan kebutuhan biologis.. it's a sacred promis, tuk love, komit, setia, respect, support, grow together, try be the best version of yourself, etc..

    in good and bad.. to always choose each other and honor that promise..
    bukan pas enak nya aja.. tapi pas lg ga enak, misalnya gw lg on my period.. laki gw boleh cari alternative?
    yaelaaaahh klo gitu doanq dah lemah iman.. kelaut aja dah laki ky gitu!

    women stand up for yourself.. dont give away our power away because some BS excuses and reasons..
    belajar lah jd org yg bener2 merdeka.. merdeka secara pemikiran juga.

    and klo kita emg nikah ama laki yg baik, pasti dia jg akan mengerti pemikiran kita.. krn dia jg tau mana yg baik dan buruk, adil, punya integritas dan self respect..
    tapi klo dia ngga mau terima.. so what? what do we got to loose? except a weak husband yg napsunya melebihi akal sehat dan nuraninya.. mehh, good riddance.. satu hal yg gw ga akan bisa toleransi/kompromi adalah co bodoh yg mo bodohin gw.. I dont want an idiot husband like that aniwei.. win-win Hidden Content

    "Life, breathtakingly beautiful."


  7. #3277
    Moderator Elite Citizen ladygatha's Avatar
    Join Date
    Aug 27, 2014
    Posts
    3,750
    Mentioned
    4773 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Konsultasi: Problematika dengan suami Part 2

    @Hidden Content
    Hehehe abis sayang udah ngetik panjang-panjang gak masuk notif Hidden Content
    Tambah umur gw jadi lebih bisa memahami pemikiran orang, kenapa mereka bisa punya prinsip gitu. Prinsip kan dibentuk berbagai faktor ya, bukan given.
    Denger bermacam cerita dari yang lempeng sampai yang sinetron, pada akhirnya bukan membuat gw mengambil kesimpulan kalo semua laki pasti lurus / pasti jajan / pasti baik dst dst. Cuma membukakan mata aja, bahwa selingkuh itu realita. Jangan sampai gw berpikir kalau jajan itu hanya bisa dilakukan oleh cowok yang kayak XYZ aja. Dan alasannya bukan cuma nggak bahagia / stress doang. Like what your hubby said, apapun bisa dicari alesannya, dan kadang gak butuh alasan kok Hidden Content
    Last edited by ladygatha; Nov 15, 2018 at 04:56 PM.

Page 219 of 219 FirstFirst ... 119 169 209 217 218 219