[Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare - Page 2
Page 2 of 3 FirstFirst 1 2 3 LastLast
Results 16 to 30 of 36
  1. #16
    Lurker
    Join Date
    Jun 27, 2015
    Posts
    1
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai mom.. Mau berbagi kisah,, dari kehamilan minggu ke 36 coba konsul ke dokter laktasi, karena denger2 suka udah pada rembes ASInya di minggu2 36, tapi saya kok tidak... Jadilah ke laktasi bwt konsul..
    Alhamdulillah katanya gak ada masalah sih..
    Sampai tiba waktunya di week ke 38-39 ternyata bayi saya masih sungsang, sehingga harus melahirkan sc... Disitu saya juga jadi agak was was, karena katanya kalau sc ASInya gak bisa langsung keluar, butuh waktu 2-3 hari...
    Ketika waktunya melahirkan, alhamdulillah ASI saya langsung keluar... Seminggu setelah keluar dari rumah sakit, saya coba pumping di rumah, karena sudah mulai rembes ke baju.. Hasil pumping an masih dikit, saya masih positiph thinking, kalau kebutuhan ASI anak saya juga masih belum banyak, jadi harusnya cukup.. Sebisa mungkin saya tidak mau stress ataupun negative thinking, agar ASI saya lancar..
    Alhamdulillah sekarang bayi sudah memasuki umur 2 minggu dan ASI saya pun makin lama makin bertambah banyak.. Setiap hari saya coba makan sayur daun katuk, kacang2an, oats, jus buah, dan apapun itu untuk menambah produksi ASI saya.....

    Adapun alat yang saya gunakan:
    1. Breast pump manual
    2. Breast pad
    3. Botol & plastik untuk menampung ASI
    4. Mesin sterilizer
    5. Soft cup feeder ataupun cup feeder

  2. #17
    Newcomer Sally Fauzi's Avatar
    Join Date
    Jun 24, 2010
    Location
    Jakarta, Indonesia
    Posts
    61
    Mentioned
    16 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Ikutan ahh....

    Pengalaman memberikan ASI di anak pertama, Fadly,berakhir dengan gagal total. Saat itu dibenak saya yang terpikir adalah setiap perempuan yang bisa hamil dan melahirkan, pasti bisa menyusui. Ternyata NOL besar. Saya yang waktu itu hanya menyiapkan diri untuk melewati moment melahirkan, tapi tidak menyiapkan diri melewati momen menyusui. Fadly tidak bisa mengenyot dengan baik, dan dikemudian hari saya dan suami baru mengetahui kalau dia tongue tie.

    24 Jam setelah Fadly lahir, RS tempat saya melahirkan mati lampu hingga 24 jam keesokan harinya. Saya yang takut gelap dan baru selesai di sectio hanya bisa pasrah dan mengigil karena ASI saya yang mulai berproduksi, sedangkan Fadly kesulitan mengenyot. Hingga pulang ke rumahpun, Fadly sama sekali susah untuk menyusui dari payudara saya. Saya coba untuk memerah dengan pompa, namun yang keluar hanya setetes dua tetes, yang akhirnya hanya membuat saya terpuruk putus asa. Ditambah lagi saat itu suami dan keluarga besar tidak mendukung saya memberikan ASI. Huhuhu stress kuadrat jadinya.


    Ketika hamil Fara, saya dan suami bertekad untuk belajar dan mencari tahu bersama - sama tentang ASI. Saya belajar dari pengalaman teman, baca buku Baby Booknya DR. Sears, mencari referensi lewat internet. Sedangkan suami saya ikut belajar bersama AyahASI.

    Ketika melahirkan Fara, Fara tidak mendapatkan IMD, hanya room - in. Malam pertama Fara lahir, suami saya sempat marah - marah kepada perawat kamar bayi begitu mengetahui bahwa Fara akan diberi sufor tanpa sepengetahuan kami orang tuanya. Alhamdulillah saya bisa menyusuinya. Fara pintar mengenyot. Lalu ketika pulang ke rumah, drama menyusui masih berlanjut. Entah kenapa payudara saya terasa penuh dan bengkak, sedangkan Fara sangat sedikit menyusunya. Yang ada saya kesakitan setiap kali payudara bersentuhan. Malam itu saya menangis karena tak tahan rasa sakit yang menghampiri. Melihat saya menangis, suami saya menenangkan dan meminta saya untuk pasrah, tetap tenang serta ikhlas jika memang Fara tidak bisa saya susui. Perkataan suami membuat saya terpacu, saya harus bisa menyusui Fara. Malam itu saya mengadu dengan seorang teman yang membimbing dan memberitahukan saya hal - hal apa saja yang harus saya lakukan agar ASI saya kembali mengucur dengan lancar, agar payudara saya tidak bengkak dan tidak merasakan sakit.

    Mengikuti apa yang teman saya sarankan, saya segera pergi tidur malam itu. Dan ketika terbangun anehnya payudara saya kembali seperti sedia kala, tidak bengkak dan tidak nyeri. Saya pun mandi dengan air hangat, mengompres kanan kiri payudara saya dan menyusui Fara. Alhamdulillah sejak itu Fara lancar dan mudah menyusui, di manapun dan kapanpun Fara butuh, ASI saya selalu tersedia. Saya menyusui Fara selama 23 bulan dan 6 bulan pertama dalama hidupnya, dia mendapatkan ASI ekslusif yang tidak didapatkan abangnya. Dan suami sayapun hingga saat ini masih aktif menjadi salah satu admin AyahASI regional Jakarta. Dan saya bangga padanya......



    Peralatan menyusui yang saya gunakan :
    1. Apron
    2. Pompa menyusui (manual)
    3. Breast pad
    4. Botol kecil untuk tempat menyimpan ASI
    5. Kulkas kecil untuk menyimpan stok ASI
    6. Bra menyusui

  3. #18
    Newcomer
    Join Date
    Aug 19, 2015
    Posts
    90
    Mentioned
    26 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Buat saya pengalaman menyusui ini luar biasa tak diduga, dari awal hamil saya sudah seperti menyerah tidak akan bisa memberi asi kepada anak pertama saya, dengan melihat kondisi PD yang kecil dan sepertinya tidak ada isinyaHidden Content ) Yah, maklum pengalaman pertama ya tahunya gitu, setelah banyak baca2, baru yakin deh kalo PD saya bisa juga koq mengeluarkan cairan ajaib itu. Sebulan sebelum melahirkan, ibu saya sudah menyarankan untuk setiap hari membersihkan dan memijat2 PD, itu pun saya lakukan, sampai akhirnya ke tahap bagaimana menyusui yang baik dan lain sebagainya.

    Saatnya, pun, tiba. Proses IMD hanya beberapa menit saja dimeja operasi. Selanjutnya proses menyusui saya lakukan setelah proses operasi caesar. Asi deras keluar dari PD, senangnya bukan main. Tapi karena stress atau apa, asi saya sempat tidak keluar lagi, semakin panik semakin tidak keluar lah asi saya. Suster menyarankan saya untuk lebih rileks, si dede kecil sudah mulai sering menanggis karena kehausan, saya berusaha tenang sampai akhirnya suster menyarankan sufor beberapa ml saja, saya tetap tidak setuju, saya bilang tunggu sampai asi saya keluar lagi.

    Singkat cerita sampai di rumah asi masih belum begitu keluar deras, tapi saya paksakan si kecil tetap menyusui, dengan maksud akan terus merangsang PD. Hingga masuk seminggu menyusui mulai bisa teratasi, problem baru datang lagi, puting PD saya lecet dan sakit sekali. Hal tersebut sudah saya ketahui saat mencari tahu tentang menyusui, jadi hal pertama yang saya lakukan adalah sebelum menyusui saya mengopres-nya terlebih dahulu sehingga puting akan terasa lebih kenyal. Setelah menyusui kemudian saya lanjutkan dengan memberinya salep seperti yang disarankan dokter. Dan lecet puting itu saya alami hingga 2 bulan lamanya, hingga kini rasa nyerinya masih jelas di ingatan saya..hahahaha. Memasuki bulan ketiga semuanya sudah berjalan dengan lancar. Alhamdulillah nikmatnya memberi asi. Dan terus hingga si kecil sudah menjadi si besar yaitu 2,5 tahun saya menyusui, puas rasanya. Selain murah meriah, si kecil daya imunnya tidak tertandingi, jarang sakit, sehat meskipun berat badannya termasuk mungil untuk seorang cowok.

    Nah, sedikit cerita setelah 1 tahun di rumah, saya kembali melamar pekerjaan dan akhirnya diterima, karena tidak menduga sebelumnya, saya tidak ada stok asip di kulkas, jadi sistem kejar tayang lah andalan saya. Sebelum berangkat ke kantor, Brillant, saya langsung sumpel hingga kekeyangan. Nah kalo sudah begitu sarapan pagi saya bisa dobel2 karena sudah terkuras sebelumnya. Sampe kantor langsung pumping di ruang khusus sambil sarapan. Stok asip saya masukkan ke dalam kulkas, kemudian untuk mengejar setoran jam 10 saya lakukan kembali. Lanjut setelah makan siang, dan yang terakhir jam 4 sebelum pulang kantor. Yang bikin terharu di tengah kondisi saya yang masih karyawan baru, tapi bos saya mengijinkan untuk saya pumping di waktu2 yang saya tentukan. Belum lagi dengan beban pekerjaan yang tidak bisa saya tinggal begitu saja, jadi terkadang saya siasati sambil pumping di meja kerja, wah perjuangan sekali deh. Biasanya kerepotan tidak sampai di situ saja, breastpump manual andalan saya setelah digunakan harus segera saya bersihkan, which is itu akan butuh waktu lagi, semua saya kerjakan dengan terburu2. Pernah ya saking buru2nya, asip yang sudah terkumpul tumpah setengah saat memasukkannya ke botol kaca, langsung nanggis dongHidden Content ) Sambil menulis ini sambil kembali ke masa itu rasanya koq ya saya bisa, yah itung2 sambil menguji batas limit kita kan.

    Saat ini Brillant sudah menginjak usia 4y5m tubuh sehat dengan tetap tubuh mungilnya yang bukan gemuk ke samping tapi ke atas. Daya imunnya hingga kini masih dapat saya rasakan, karena ia jarang sekali sakit. Dan yang pasti aktifnya membuat ibunya masih kewalahan hingga hari ini.

  4. #19
    Lurker ayusugi's Avatar
    Join Date
    Jan 8, 2013
    Location
    denpasar
    Posts
    1
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Ini sudah kali ketigaku menyusui karena ini sudah anak ketiga. Tetap saja pengalaman menyusui masing-masing anak berbeda. Anak pertama menyusui sampai usia 10 bulan karena 7 tahun lalu aku belum mengerti manajemen ASIP setelah kembali bekerja. Hasilnya ketika kutinggal kerja si kakak minum susu formula. Anak kedua sekarang berusia 5 tahun,mendapat asi sampai 2 tahun. Anak ketiga saat ini berusia 4 bulan dan puji syukur masih asi eksklusif. Aku berusaha agar si adik bisa mengikuti jejak kakak keduanya yang full asi. Tapi ternyata tidak gampang. Bayiku ternyata ada lip tie yang baru kuketahui setelah 1 bulan puting bolak balik lecet nggak sembuh-sembuh. Sempat hampir menyerah karena setiap disusui ngamuk-ngamuk. Untunglah ada aimi bali yang membantu mencari posisi perlekatan yang baik untuk bayiku sehingga lip tie nya tidak perlu dikoreksi dengan pembedahan. Sekarang usianya sudah 4 bulan dengan berat 6 kg masih normal untuk bayi seusianya,sudah bisa berguling-guling dan merayap. Karena kutinggal bekerja siang harinya,asi kuperah dengan pompa asi spectra s9 plus yang double pump sehingga menghemat waktu perah apalagi buatku ibu 3 anak tanpa asisten maupun babysitter. Setiap kutinggal kerja neneknya meminumkan asip dalam botol dot karena aku tidak ingin merepotkan ibu mertua dengan memberi asip dari media lain. Untunglah bayiku tidak bingung puting dan masih mau menyusui langsung dariku setiap pulang kerja. Semoga aku bisa menyusuinya secara eksklusif hingga 6 bulan dan melanjutkannya sampai 2 tahun seperti anak keduaku

  5. #20
    Lurker
    Join Date
    Jul 16, 2013
    Posts
    20
    Mentioned
    5 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Red face Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Saya baru 11 bulan menjadi seorang ibu dari bayi laki-laki bernama Arjuna Aditya.Dari awal kelahirannya, saya dan suami sudah berkomitmen untuk menyusui anak saya sampai dengan 2 tahun. Menjadi busui sekaligus ibu yang bekerja tidaklah mudah, namun saya bersyukur karena tempat kerja saya sekarang sudah ada Ruangan Menyusui. Meski begitu saya sempat lho pumping di toilet, dan disitu saya betul-betul harus ekstra hati-hati memastikan bahwa asi saya tetap layak minum untuk si bayi. Setiap kali mau pumping di toilet, saya harus melihat kondisi toiletnya, apakah sudah bersih atau tidak. Kadang, saya harus menunggu cleaning service selesai membersihkan toiletnya. Disini saya bersyukur, masih ada orang yang mau membantu saya untuk bisa pumping demi memberi asi untuk si bayi.

    Serunya lagi, saya harus mencari waktu dimana toilet kantor tidak sedang banyak digunakan. Saya khawatir saat kelamaan menggunakan toilet, akan digedor oleh orang yang akan menggunakan toilet tersebut. Biasanya saya pumping jam 6.30 pagi, jam 11.00 siang dan jam 17.30 sore. Rupanya, tidak hanya saya saja yang pumping di toilet, ada seorang teman yang baru melahirkan juga melakukan hal yang sama (senasib dengan saya ^-^ ).
    Alhamdulillah, sekarang sudah ada Ruang Menyusui yang nyaman di kantor.

    Oiya, untuk beberapa peralatan menyusui yang saya gunakan antara lain :
    1. Apron menyusui dengan warna dan motif fave saya
    2. Pompa electric, yang ini saya pilih electric untuk 2 payudara supaya lebih memudahkan saya saat pumping di kantor.
    3. Pompa manual, saya tetap punya ini dan biasa saya pakai di rumah karena akan lebih santai pumpingnya.
    4. Botol asi atau Kantong asi
    5. Tissu basah dan cairan antiseptik
    6.Tas Asi dan Ice Gel nya

    Happy breastfeeding Moms. ^-^
    Last edited by missoci; Aug 24, 2015 at 09:49 AM.

  6. #21
    Elite Citizen ketupatkartini's Avatar
    Join Date
    Sep 1, 2007
    Location
    Jak's
    Posts
    3,529
    Mentioned
    28 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    3 anak, alhamdulillah lancar semua asinya sampai masing-masing 2 tahun.

    pengalaman...biasa aja, melahirkan, IMD trus langsung ngasih asi, dan seterusnya tidak ada masalah.
    jadi kayanya, ga ada yang menarik yang bisa diceritakan ya, karena menurut saya, breastfeed (menyusui) adalah proses yang natural sekali, sealami proses biologis lain yang terjadi dalam tubuh kita.

    tapi saya juga mengerti bahwa proses masing-masing ibu dengan bayinya itu unik, jadi ya ga bisa sama.

    yang perlu digarisbawahi, menyusui lancar itu BISA diusahakan dan dipersiapkan, sedini mungkin jadi mommies yang punya anak perempuan juga diperhatikan kecukupan nutrisi dan tumbuh kembangnya, karena ini berhubungan erat banget dengan kesiapan tubuh mereka ketika nanti jadi ibu.

    oya, @Hidden Content , amiin...mudah2an segera bisa hamil lagi Hidden Content

  7. #22
    Newcomer
    Join Date
    Apr 22, 2010
    Location
    Jakarta
    Posts
    49
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai mommies"..

    Mau ikutan berbagi cerita soal menyusui..Anak aku lahir dgn BBLR..di 36w cesar dgn berat cuma 2.1kg dan panjang 40cm..tapi syukurlah walaupun BBLR semuanya normal, sehat tidak perlu masuk inkubator. Perjuangan menyusui dimulai saat Chloe sudah lahir. Pengetahuan soal ASI masi minim, tapi tekad buat ASI ekslusif sudah aku tanamkan jauh" hari. Payudara bengkak, ASI cuma setetes" pas di pumping tapi semangat tetep jalan terusss..Puting lecet juga ngalamin, apalagi dgn berat 2,1kg, Chloe mulutnya kecil bgt...puting ga bisa masuk sempurna, boro" perlekatan, uda bisa masuk puting aja uda bagus..setiap nyusuin rasanya cenut"..

    Di hari ke 5 setelah melahirkan, aku mulai pumping pakai breastpump electric, mulai kekumpul 1 hari 1 botol @ 100ml, tapi sayangnya di hari ke 14 which mean Chloe 2 minggu, bilirubinnya nyampe 20, jadilah harus nginep di NICU dan kudu setiap saat standby buat nyusuin dan bolak balik nganter ASI. Sempet gaq cukup ASI nya karena baru 2 minggu, belom kenal apa itu LDR ( Let Down Reflex) , blom tau cara pumping yang benar, sampe" musti minta donor ASI biar kebutuhan Chloe di NICU bisa terpenuhi. Syukurlah 2 hari di NICU, Chloe boleh pulang, dan sejak itu malah semangat ASI nya makin menjadi" karena pengalaman nyetok brapapun sangat berguna. Jadilah mulai browsing soal cara memerah yang baik, cara pumping, cara menyetok ASIP, cara memperbanyak ASI, belajar dari youtube cara perah pakai tangan. And believe me mom, sejak bisa merah pakai tangan malah hasilnya makin banyak.

    Dulu aku pumping setiap 2 jam, tiap baby tidur, yang sebelah di pumping, giliran bangun gantian payudaranya sebelah yg di nenenin. Begitu terus sampai waktunya masuk kerja, stok ASIP di freezer syukurlah sudah lebih dari cukup. Sampai" bisa di donorin ke beberapa baby lain.

    And hanya dgn ASI ekslusif, berat Chloe naik melesat, di bulan ke 1 beratnya 3kg, tiap 1 bln naik 1 kg. Pertumbuhannya pun sama seperti anak lainnya yang tidak BBLR, berat dan panjangnya bahkan melebihi kurva pertumbuhan. At the end aku berhasil ASIX 6bln n lanjut sampai Chloe 2,5t.

    Intinya moms, mau berhasil menyusui ASIX cuma butuh tekad. Aku ga pakai vitamin" dan sayur" yang katanya bisa memperbanyak ASI. Ga usah dengerin omongan orang yg ngejudge nanti anaknya kecil, nanti anaknya susah naik beratnya dsb"nya. Sudah terbukti di Chloe beratnya naik normal cukup dgn ASIX. Blajarlah dr inet atau dari AIMI ASI. PEngetahuan yang cukup akan bikin emaknya PEDE dan itu salah satu key sukses ASIX.

    Good luck moms..=)

  8. #23
    Newcomer
    Join Date
    Apr 14, 2014
    Location
    Surabaya
    Posts
    71
    Mentioned
    3 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Mau ikutan sharing ya...ttg pengalaman kasih ASI..walaupun ga bisa exclusive spt para moms di FD...yg keren2 abis menurut ku...
    Joanne bakal umur 23bln tgl 27ags ini.
    pas aku hamil, memang rencana untuk kasih ASI, cuma ga pernah planning mau exclusive or pake sufor. Krn memang aku belom mikir soal itu. Fokus ku hanya gmna spy aku bisa melahirkan dengan sukses dan selamat mama dan bayi nya (mengingat pengalaman pahit di masa kehamilan yl).
    Persiapan ku utk memberi asi ya cuma beli bra menyusui, breast pad.
    Kebetulan utk pompa asi aku dikasih ama teman. Pompa manual. Itu jg cuma kusimpan aja.. Sama sekali ga terpikir utk menggunakan.
    Pada periode akhir kehamilanku, aku jg gak merasakan rembes2 di puting. Biasa aja.
    (aku waktu itu ga bingung juga, krn ada temen yg bilang: nanti paling stlh lahir bisa keluar kok asinya).
    Pas akhirnya aku tiba di RS, petugas RSnya mmg menanyakan mau IMD apa ndak? aku sih blg boleh aja kalo bisa keluar asi. Dia jg menanyakan mau dikasih susu apa ntar kalo bayinya lahir...Aku yg msh lugu (atau oon ya......) cuma bilang: terserah deh apa. yg penting anaknya suka dan ga alergi.(oon banget ga sih moms...hiksss).
    Finally Joanne lahir, melalui operasi cesar. Begitu lahir, dia langsung dibersihkan dan dibedong. Kemudian digendong ke deket ku...aku sih ga disuruh gendong sama sekali. Susternya yg deketin ke puting...dan ditempelin mulut anakku. Msh ga mau...mmg belum keluar apa2 sama sekali, ya udah...aku cm bilang nanti mgkn ya sus baru bisa...dicoba lagi aja nanti...
    Udah..cuma gitu aja...proses IMD ga sampe 1mnt...(pdhl kalau aku baca2 dari artikel di internet...IMD itu penting bgt utk proses latch on..dll dsb)
    trus aku jg g sadar sampe malam bgt...teler...
    Keesokan paginya, aku dimandiin suster, dan ditanya: asinya bisa kluar ga bu? ya aku jwb: belom tuh...nanti ya coba saya kasih ke Joanne.. biar belajar netek jg
    sehari itu aku masih belom bisa keluar asinya, pdhl sudah mulai berasa ada isinya. dan mulai berasa cenut2.
    aku mmg kepengen banget kasih kolostrum asi ke anakku. tp gmana lagi, wong belom keluar pikirku. Akhirnya aku coba utk pompa asi...pakai alat pompa asi di rs. ga keluar. sampe putingku bengkak...krn dipompa.
    susternya ngajarin utk dipijit2...tp tetep ga keluar.
    ya udah..aku balik kamar lagi...
    2hari itu anakku masih minum sufor...
    aku masih berjuang utk keluarin kolostrum yg katanya buagus bin ciamik buat imunitas anakku.
    payudara kukompres pake handuk hangat...dan kupijit2....
    trus aku ke ruang pompa asi...duduk disana sambil berdoa..semoga bisa keluar asi ku..
    berita buruk pun dtg: aku diinfo dsa bhw bilirubin nya anakku melewati batas normal, jadi harus di sinar...wadoohhhh....saat asi ku belom keluar...anakku hrs di sinar..gmna ini ntar...tambah ga bisa di kasih asi donk...gitu pikiran ku saat itu
    aku tetep berjuang mompa .. kalo kuingat2 lagi...geli sendiri deh..liat bentuk puting yg membengkak merah hitam gitu...perih2 juga sih..krn mompa ga keluar apa2nya sama sekali.
    Puji Tuhan akhirnya doa ku terkabul juga...aku berhasil keluarin kolostrum...hasil pompaan pertama...g sampe 10ml kayaknya deh...duikit bgt....cm di dasar botol.
    lgsg aku panggil suster..dan suruh kasih ke anakku yg saat itu sdh dimasukkan ke ruang sinar..
    tp sudah sampe situ doank...asi ku ga keluar lagi..sementara anakku masih ditahan di ruang sinar...aku boleh plg dulu siang itu.
    Aku nitip anakku di RS sampe sore kujemput lagi.
    Malam pertama anakku plg rumah, aku bingung mau netekin apa bisa kenyang si Joanne. disedot sih. tapi kan ga ketauan keluarnya banyak or dikit, krn alirannya sangat lemah ga berasa apa2.
    setelah trial beberapa kali akhirnya sepertinya Joanne mulai bisa nyedot dgn lancar. Dan asi ku mulai rembes2 gitu kl ga disedot.
    1.5bln pertama aku menyusui Joanne dikombinasi dgn sufor. Krn aku takut anakku laper kl cuma minum asi doank. (maklum deh ibu baru yg krg pengetahuan soal asi)
    Mendekati hari H utk kembali bekerja (cuti kelahiran di perush ku cm dikasih 2bln aja), mamiku mengingatkan utk mulai coba dicek, asi ku kalau dipompa gitu keluarnya brp cc kira2...
    Hahahah....ini ga kepikiran sama sekali di otakku...
    baru deh mulai keluarin pompa manual yg aku dpt dr temenku itu. dan coba dipake.
    Pompaan pertama cuma keluar 60ml. dikit bgt ga sih..
    aku lgsg mikir, berarti selama ini anakku kalo minum asi pasti ga kenyang, ga spt minum sufor yg sekali minum 90ml.
    Tapi aku tetep aja coba pompain..dan lgsg kasih ke Joanne.
    aku ga mikir utk nyetok asip. (ini ke oon an yg ke berapa ya....hahahahhah)

    Trus aku dpt babysitter. dia yg blg: kl aku hrs mulai simpen asip di freezer. jadi nanti kalo ditinggal kerja, Joanne masih tetap bisa minum asi selain sufor.
    Dia juga sih yang ngatur: kalo malam ga usah netekin lgsg, krn nanti ibu kerja diktr jadi ngantuk. Kalo malam pake sufor aja, pagi2 baru kasih asi sblm brkt kerja. Sama pas plg kerja itu kasih asi.
    Dikantor pompa aja. nanti sampe rmh buat stok besok selama ditinggal.
    Dasar aku ga pengalaman sama sekali, ya ku iya2 in aja. pikirku masuk akal juga sih. Buat apa aku bayar babysitter kalo aku nya masih harus melek tengah malam.

    Ini kesalahanku terbesar dlm proses ASI anakku.
    Alhasil, beberapa hari berlangsung spt itu, suatu hari pas aku plg kerja, biasanya anakku cari puting utk minum ASI, eh...ini malah ga mau..
    Pas kupaksain utk masukin puting kemulut anakku, dia malah nangis.
    Sedih bgt ga sih...
    Beberapa kali spt itu, akhirnya aku nyerah..sudah deh ga minum asi lgsg nyedot gpp..yang penting asi ku masih bisa dikasih ke dia lewat hasil pompaan.

    Jadi akhirnya tiap pagi aku bangun jam 5, utk mompa asi, dpt 2btl @100-120ml.
    Trus aku brkt kerja, di ktr jam 12an aku mompa lagi. dapat 1botol 100ml. Jam 3 dpt 90ml..
    plg kerja jam 7an sampe rmh mompa lagi dpt 90ml.
    Malam jam 10 sblm tidur mompa dpt 100ml..kadang tengah malam jam 12 mompa..
    Tapi lama2 ga ada session pompa di tengah malam.
    Alhasil pagi2nya dasterku basah kena rembesan asi.
    Kalau pagi dipompanya banyak..krn stok dr malam yg ga dikuras..

    Tapi lama2 hasil pompa asip nya berkurang. Makin aku jarang mompa, makin menurun aja hasilnya.
    Sampe akhirnya pas Joanne umur 11bln, hasil pompa asip ku cm tinggal 30ml sekali pompa...dan sehari cm bisa pompa pagi hari pas banguntidur, di ktr jam 13an, dan malam sblm tidur...masing2 cm 20-30ml
    akhirnya gara2 produksi asip makin minim, bahkan ga sampe 30ml dari kumpulan hasil pompa sehari...ya udah deh aku menyerah.
    aku mandeg pompa2nya..
    Tp thanks God/ Biarpun Joanne ga mau nyedot lgsg ke putingku, aku masih bisa pompa asi selama setaon.

    Suka duka selama setahun itu:
    --> sukanya: 2bln pertama anakku mau nyedot lgsg netek: luar biasa bahagianya hatiku...liat wajahnya pas minum...dan setelah kenyang penuh kedamaian di wajah
    --> dukanya: pas puting lecet akibat digigit anakku sewaktu minum asi, pas anakku ga mau nyedot lgsg, pas asiku ga bisa kluar banyak, pas aku sakit flu dan hasil asip ku dibuang ama si babysitter krn dibilang nanti bisa nularin ke anakku....
    Anyway, walaupun aku ga bisa full memberikan asi secara eksklusif, tapi buatku sudah merupakan pencapaian yg luar biasa.

    Mudah2an anakku sehat walafiat senantiasa.
    Buat ibu2 lain baik yg bisa kasih asi exclusive maupun yg kombinasi ataupun yg gagal, ga usah saling mencaci.
    Semua ada hikmah tersendiri.
    Yang penting kita sebagai mom berusaha kasih yg terbaik buat anak2 kita.

    Sekarang anakku sehat ga pernah sakit

  9. #24
    Lurker
    Join Date
    Aug 4, 2014
    Posts
    1
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai mommiesss.. ^^

    saya juga mau sharing ya, semoga membantu mommies yang punya pengalaman sama selain ikutan kuis Hidden Content

    saya adalah anak terakhir dari 3 bersaudara dan satu2nya anak perempuan di rumah, sehingga saya tidak pernah dibesarkan dengan melihat ada bayi yang dirawat di rumah apalagi keponakan saya juga berbeda kota dan yang lainnya hanya jarang2 main ke rumah. Jadi, saya sama sekali nol pengalaman dengan bayi bahkan sebelum saya punya anak saya juga tidak terlalu senang dengan bayi/anak kecil.

    sejak saya mengandung, saya sudah bertekad untuk memberikan ASI (minimal eksklusif) karena saya tahu persis manfaat ASI dan keunggulan ASI dari sufor. Sejak usia kandungan saya sekitar 8bulan, air susu saya sudah merembes, alhamdulillah! Saya tidak khawatir dengan produksinya dan semakin PD akan berhasil memberi ASI yang terbaik bagi bayi ini. Tapi, ternyata menyusui tak semudah yang dibayangkan...

    Saat bayi saya lahir pukul 00.30, saya dan bayi tidak sempat melakukan IMD karena saya sempat perdarahan sehingga kondisi fisik saya saat itu sangat lemah dan lelah. Saya baru bertemu bayi saya keesokan paginya dan baru mulai menyusui, pertama kali menyusuinya saya tidak merasakan ada yang aneh dan saya begitu bahagia. Tapi di hari ketiga setelah melahirkan, puting saya lecet parah dan begitu sakit. Setiap anak saya menangis, sayapun menangis karena saya takut untuk menyusui akibat sakit luar biasa yang saya rasa akibat lecet2 pada puting ini. Saya seperti akan menyusui anak macan, saya keringat dingin dan sayapun selalu menyusui dengan menangis menahan sakit. Bayi saya super duper rewel, saat tidak tidur dia hanya menangis, tangisannya sangat keras dan melengking bahkan terdengar hingga 3 rumah sebelah saya. Saya mengurus semua sendiri, mama saya meninggal saat saya hamil 4bulan dan saya juga berhenti bekerja saat mengetahui kehamilan saya. Itu semua membuat saya sangat stres bahkan berujung post partum depression walaupun untungnya tidak menurunkan produksi ASI saya. Bayi saya sangat sering menyusu, hampir tiap jam atau terkadang kurang dari itu. Menyusu sebentar (hanya sekitar 5-10 menit) dan mudah lepas serta bunyi berdecap sehingga karena seringnya dia menyusu ASI saya juga "over supply", tanpa dihisap pun terkadang ASI saya keluar banyak (bukan hanya merembes) dan bisa menembus breast pad. Karena luka di puting semakin parah saya lakukan pumping dan memberi ASIP dengan botol sambil mengobati puting saya. Para tetangga mengomentari negatif tentang pemberian ASIP ini, mereka menyarankan saya agar tetap memberi langsung dan bercerita bahwa semua pasti sakit saat menyusui serta menganggap saya "tidak tahan" sakit. Tetapi ini benar-benar sakit, lebih sakit dari melahirkan menurut saya. Melahirkan hanya sakit sebentar, tapi ini berhari2 bahkan berminggu2 sehingga saya tetap memberikan ASIP dengan botol. Setelah puting saya sembuh dari lecet, saya mencoba kembali memberikan ASI langsung. Namun... Ternyata bayi saya langsung memalingkan wajah dan menolak pemberian ASI saya, ya bayi saya bingung puting alias "nipple confusion". Astagfirullah, rasanya hancur sekali perasaan saya. Sakittt sekali, mungkin ini lebih menyakitkan dari sakit hati akibat putus cinta. Sejak saat itu, saya anti memberi dot/botol kepada bayi saya. Saya lakukan segala cara untuk mengembalikan "bonding", dari selalu menawarkan puting, skin to skin contact, menggendong dengan "baby wrap" ala kanguru, dan memberi ASIP dengan cangkir selama dia bingung puting. Alhamdulillah, kurang lebih seminggu bayi saya kembali mau menyusu langsung. Saya senang sekali, tapi di lain pihak saya kembali mengalami lecet pada puting. Saya berusaha menahan semua rasa sakit dan sempat berpikir untuk menyerah memberi ASI. Untungnya perasaan itu segera dapat saya singkirkan dan terus bersemangat memberi ASI.

    sudah lama saya ingin konsultasi kepada dokter laktasi, tapi selalu gagal karena saya masih sangat takut membawa bayi 'super rewel' ini keluar rumah. Akhirnya saat bayi saya berumur 2,5bulan saya beranikan diri untuk ke klinik laktasi walaupun stres juga saat tangisannya cetarrr membahana dan sukses membuat perhatiin semua orang disana tertuju pada saya hahaha.. Singkat cerita bayi saya didiagnosis "tongue tie" dan "lip tie" grade III sehingga sayapun setuju untuk dilakukan "frenotomi" (pemotongan frenulum atau tali lidah) pada bayi saya. Dokter laktasi pun menyangkal bahwa menyusui itu sakit seperti yang tetangga saya katakan, justru kalau sakit tanda adanya masalah baik posisi yang tidak benar ataupun kelainan lidah seperti bayi saya. Alhamdulillah setelah frenotomi, perlekatan bayi saya sempurna, jarak dan lama menyusu wajar, tidak ada bunyi berdecap, dan puting saya tidak pernah lecet (kecuali sengaja digigit) dan menyusui tidak lagi menjadi hal yang menakutkan, sebaliknya jadi momen terindah bagi saya. Rasanya saya sudah menyia-nyiakan waktu untuk saling berpandangan penuh cinta saat menyusui, malah penuh tangisan kesal saat menyusui. Tapi bagaimanapun, saya bersyukur tidak menyerah untuk memberikan yang terbaik bagi bayi saya. Hingga saat ini saya masih menyusui dengan bahagia, minggu depan anak saya akan berumur 1tahun dan alhamdulillah dia tumbuh dengan baik, sehat, lucu, aktif, dan menggemaskan.

    perlengkapan menyusui yang pernah atau masih saya pakai :
    1. Breast pump
    2. Botol susu
    3. Sterilizer
    4. Breast pad
    5. Nursing cover
    6. Nursing bra

    ok moms, semoga membantu ya dan tidak merasa sendiri 'berjuang ngASI'. Kita harus stay positive n never give up. Saat saya mengalami "baby blues syndrome" dan berlanjut "post partum depression", saya pernah dlm tahap benar2 menyerah dan hampir bunuh diri. Untung saya sadar, kalau saya sebagai 'ibu' menyerah artinya sama saja saya menyerah pada kehidupan, dan kalau saya saja yang ibunya menyerah bagaimana orang lain. Lalu siapa yang urus bayi saya.
    Yauda deh, klo saya lanjut terus bisa habis beberapa halaman ini hahahaha..

    happy breastfeeding!!! Love ur children ��

  10. #25
    NewcomerElite Citizen esiotrot's Avatar
    Join Date
    Dec 16, 2007
    Location
    Surabaya
    Posts
    4,917
    Mentioned
    136 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Ketika anak saya berusia 2 minggu, seorang teman bertanya: "How is motherhood?" Jawaban saya sangat singkat: "It has been crazy," tetapi sebenarnya jawabannya tidak sesederhana itu.

    Saya baru menjadi ibu. Tentu saja. Saat itu, pengalaman saya menjadi ibu baru saja 16 hari. Tapi, ya ampun, saya tidak menyangka jadi ibu itu seberat ini. Memang sayalah yang berdoa bertahun-tahun pada Tuhan supaya Dia memberi anak, dan Tuhan sudah menunjukkan kebaikan-Nya. Tapi *ya ampun lagi* kebutuhan makhluk kecil ini terhadap susu ternyata amat konstan! Hidupnya seperti bergantung pada air susu saya (ya memang sih ya), dan si bayi ini tidak peduli pagi atau malam. Dia terus-menerus minta susu.


    Hidden Content
    meme yang dibuatin oleh bapaknya Hidden Content

    Ya. Saya mengalami depresi (ringan) postpartum, gara-gara menyusui. Badan saya sakit semua, tidak cukup istirahat, lalu puting saya juga lecet dan berdarah.

    Setiap kali saya memandang si bayi mungil, saya ketakutan. Ada kalanya saya benar-benar gemetar ketakutan melihat dia. Saya sampai menjuluki dia "si monster kecil." Teman-teman dan keluarga menghibur saya, mengatakan bahwa semua akan jadi lebih baik. Tetapi saya tidak bisa melihat sinar di ujung terowongan gelap ini. Saya cuma berusaha melewati setiap pagi dan malam, tetapi rasanya hari-hari berlalu begitu lambat. Dan ketika pagi akhirnya tiba, skenario yang sama harus saya jalani lagi. Saya kelelahan dan putus asa. Menangis pun saya tidak bisa (padahal ingin) karena sudah tidak ada energi lagi untuk menangis.

    Lalu tiba-tiba keadaan menjadi membaik. Setelah sekitar 6 minggu, saya dan bayi sudah sama-sama belajar proses menyusui dan kami makin pintar. Puting saya tidak lecet lagi. Badan saya juga sudah beradaptasi dan tidak terasa terlalu lelah. Lalu bayi saya mulai bisa tersenyum. Duh, rasanya indah sekali melihat dia tersenyum. Berat badannya juga naik signifikan. Rasanya semua jerih payah saya tidak sia-sia.

    Sekarang saat saya menulis ini, bayi saya sudah berusia 8 bulan. Aneh sekali sekarang saya sangat menikmati proses menyusui bayi saya. Tantangan menyusui sebenarnya tetap ada, bukan di awal saja. Ada-ada saja kok tingkah bayi. Mulai dari tiba-tiba mogok menyusu, jadwal dan frekuensi menyusu yang berubah-ubah, sampai minta posisi yang aneh-aneh jika menyusu. Ditambah lagi tantangan memerah ASI dan memberikan ASIP karena saya ibu bekerja.

    Untuk ibu-ibu yang akan menyusui dan sedang menyusui, ayo kita sama-sama bersemangat! Saya ingat ada hashtag menyusui yang menarik di media sosial: #menyusuidengankeraskepala. Saya rasa ini benar sekali! Ketika di awal terasa sulit, mari kita menyusui dengan keras kepala (tentunya dengan terus mencari informasi dan bantuan jika diperlukan ya). Setelah ibu dan bayi sama-sama bisa, menyusui menjadi proses yang indah sekali!

    Peralatan yang menolong saya menyusui:
    1. nipple cream untuk mengatasi lecet
    2. manual breastpump
    3. electric breastpump
    4. nursing cover
    5. cup feeder
    6. bottles
    7. nursing wear (bras and clothes)
    8. sterilizer
    9. cooler bag & ice pack

    Dan ini dua faktor penting yang sangat menolong saya menyusui:
    1. femaledaily forum (saya pertama tahu pentingnya ASI dari forum ini loh)
    2. suami yang mendukung dan keras kepala tidak mau memberikan sufor saat saya sudah hampir menyerah
    Last edited by esiotrot; Aug 26, 2015 at 10:09 AM. Reason: nambahin foto si monster kecil hihihi

  11. #26
    Permanent Resident kodokhijau's Avatar
    Join Date
    Feb 27, 2012
    Location
    Jakarta
    Posts
    654
    Mentioned
    61 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Ikutan ya Hidden Content

    Pengalaman menyusui buat saya menyenangkan sekali. Kalau dibandingkan dengan cerita ibu-ibu diatas, kayaknya pengalaman saya itu bebas masalah alias trouble free. Kok bisa? Jawabannya cuma 1: anugerah Tuhan YME.

    Selama mayoritas masa kehamilan, saya punya anggapan bahwa menyusui itu: gampang, semua orang pasti bisa, natur manusia, alami, tinggal clep trus nyot..nyot..nyot.., dan berbagai anggapan yang pada intinya adalah: Tuhan sudah menciptakan tubuh wanita untuk menyusui dari sejak jaman Adam dan Hawa, masa saya tidak bisa?

    Sampai kemudian saya membaca forum FD dan bertanya pada kawan-kawan serta keluarga di sekitar saya, barulah saya sadar bahwa walaupun tubuh wanita diciptakan untuk menyusui, ada 1001 atau lebih alasan yang menyebabkan proses pemberian ASI gagal. Ibu saya sendiri berhenti menyusui ketiga anaknya setelah 3 bulan karena supply ASI yang tidak cukup lagi. Sedangkan salah satu teman saya sempat stres karena putingnya lecet dan payudaranya bengkak akibat anaknya malas menyusu. Usut punya usut, sang anak diberikan susu formula oleh neneknya karena sang nenek tidak pro ASI.

    Berdasarkan cerita pengalaman saudara dan teman-teman tersebut, maka saya mulai membangun apa yang saya namakan "Breastfeeding Support System", yaitu jaringan pendukung saya menyusui! Dimulai dengan mengajak ibu dan suami saya ke kelas laktasi, supaya bukan hanya saya saja yang belajar, tetapi juga ibu dan suami saya sehingga mereka punya pemahaman dan tujuan yang sama soal menyusui dengan saya. Kenapa ibu dan suami? Kenapa bukan mertua atau suster? Karena ibu dan suami yang nantinya banyak campur tangan dalam mengasuh anak saya. Mertua sih untungnya memang sudah melek ASI dan mendukung penuh upaya saya untuk menyusui anak sampai 2 tahun lamanya. Sedangkan suster..saya tidak menggunakan jasa suster, jadi tidak perlu diajak deh Hidden Content

    Kelas laktasi ternyata berhasil! Ibu saya yang tadinya skeptis dengan kemampuan menyusui saya, malah akhirnya mendukung saya dengan memasakkan makanan yang enak-enak dan menjaga emosi saya supaya senang selalu. Hahahaha Hidden Content Tidak ketinggalan, suami juga turut berpartisipasi mendukung keberhasilan menyusui dengan membantu saya menjaga anak, mengganti popok, dan membelikan makanan enak...untuk saya Hidden Content

    Teman-teman saya pun turut mendukung perjalanan menyusui saya dengan memberikan berbagai barang pendukung menyusui, seperti: penutup menyusui alias nursing poncho, pompa payudara alias breastpump, baju menyusui, salep pelindung puting, bantal menyusui, dan lain sebagainya.

    Support system
    juga saya bangun di dunia maya, yaitu melalui teman-teman di forum FD dan forum ibu-ibu lainnya serta melalui blog beberapa blogger keluarga. Dengan membekali diri saya dengan berbagai informasi positif, maka saya pun dapat menyaring informasi, mitos, serta petuah-petuah yang kebenarannya belum tentu benar.

    Masalah-masalah umum menyusui seperti puting lecet, payudara bengkak, dan digigit oleh anak memang pernah saya alami, namun jarang sekali dan tidak pernah sampai parah. Sampai akhirnya anak saya mencapai usia 2 tahun, proses penyapihan juga berjalan cukup lancar. Nyaris tidak ada drama yang tadinya cukup saya takutkan.

    Menyusui bagi saya adalah pengalaman yang sangat indah dan saya berharap pengalaman saya diatas bisa memberi semangat kepada para calon ibu yang mungkin sempat merasa khawatir akan keberhasilan mereka menyusui. Menyusui tidak harus susah, asalkan kita telah membekali diri kita sendiri dengan pengetahuan dan informasi yang benar. Menyusui juga tidak selalu gampang, namun bila kita mendapatkan dukungan dari orang-orang tercinta di sekitar kita, maka yang susah pun akan terasa gampang.

    Happy Breastfeeding Week!

    Peralatan menyusui:
    - breast pump
    - nursing poncho
    - nipple cream
    - botol kaca penyimpan asi
    - breast pad
    - nursing bra
    - nursing dress

  12. #27
    Lurker
    Join Date
    Aug 28, 2013
    Posts
    2
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Sejak hari pertama anakku lahir proses menyusui dapat dibilang berjalan lancar. ASIku sudah mulai keluar meskipun jumlahnya masih sedikit tapi mencukupi untuk kebutuhan anakku. Anakku juga tidak mengalami kesulitan dan dapat menyusu secara langsung dan lancar.
    2 minggu setelah kelahiran anakku, aku mulai memompa ASI untuk stock agar pada saat cutiku habis dan aku harus kembali bekerja anakku tetap dapat minum ASI.
    Beberapa kali juga kucoba memberikan ASIP pada anakku melalui dot dan dia meminumnya dengan lancar. Meskipun was-was terhadap resiko bingung puting tetapi hatiku senang karena anakku mau meminum ASIP dari dot sehingga nanti pada saat aku kembali bekerja pengasuhnya tidak akan kesulitan untuk memberikan ASIP pada anakku.
    Tapi semua hal yang indah memang tidak selalu abadi.
    Drama penuh airmata dimulai sekitar 1 minggu sebelum masa cutiku habis. Pada saat itu karena aku perlu membeli sesuatu dan anakku sedang tidur maka aku memutuskan untuk pergi tanpa membawa anakku dan meninggalkan sebotol ASIP untuk berjaga-jaga jika anakku terbangun dan meminta susu.
    Pada saat perjalanan pulang tiba-tiba ada telepon dari rumah ternyata ibuku memintaku agar segera pulang karena anakku terbangun menangis meminta susu dan menolak meminum ASIP dari dot.
    Untung jarak kerumah sudah dekat sehingga anakku dapat segera ditenangkan dengan menyusu secara langsung. Akan tetapi kegalauan mulai melanda karena kurang dari seminggu aku sudah harus kembali bekerja sedangkan anakku justru menolak minum ASIP dengan media apapun baik dot, sendok maupun feeder cup. Berbagai merk dot maupun botol sendok aku beli dan coba tetapi hasilnya tetap nihil. Hatiku rasanya seperti teriris-iris tiap kali mendengar anakku menangis menjerit-jerit meminta susu dan menolak minum ASIP. Akhirnya dari beberapa review aku mencoba membeli dot yang bentuk dan bahannya diklaim menyerupai aslinya. Setelah dicoba ternyata anakku memang langsung mau meminum ASIP dari botol tersebut. Tak henti-hentinya aku mengucap syukur dan berjanji dalam hati untuk tetap berjuang memberikan ASI pada anakku bagaimanapun caranya.
    Sekarang anakku sudah berusia 14 bulan dan masih tetap minum ASIP pada saat aku bekerja dan menyusu langsung selama aku berada dirumah. Syukurlah meskipun minum ASIP menggunakan dot anakku tidak mengalami bingung puting dan tetap lebih suka menyusu langsung daripada minum menggunakan dot. Semoga aku bisa melanjutkan menyusui hingga anakku berusia minimal 2 tahun.
    Happy breastfeeding mom's...tetap semangat!!


    Peralatan tempur untuk memberikan ASI pada anakku :

    1. Breast pump manual
    2. Botol kaca untuk menyimpan ASIP di freezer
    3. Cooler bag + ice gel
    4. Sterilizer + warmer
    5. Dot
    6. Nursing cover (untuk menyusui ditempat umum)

  13. #28
    Newcomer
    Join Date
    Oct 10, 2013
    Posts
    37
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    mak... mak... makasih ya buat sharingnya yg semakin menguatkan aku kalo aku gak sendiri ngalamin kesulitan kasih ASI.

    aku baru saja melahirkan anak keduaku tgl. 22 agustus 2015 kemarin ini dan kebetulan bertepatan dengan ultahku (gak direncanakan krn aku melahirkan scr normal). saat ini lg sedih bgt krn anakku terlalu anteng sampe2 malas minum dan tdr terus alhasil saat ini dia harus disinar krn bilirubinnya mencapai 15,4 sdngkan mamanya ini payudaranya bengkak bgt. cape bgt 2 hr ini mijitin payudara terus sampe merah semua. bayi aku jg pelekatannya sering salah cuma aku paksain aja walau salah soalnya susah kalo lepas lagi alhasil dah bengkak + lecet2 berdarah... hua... mau teriak, nangis dan miris rasanya...

    untung ada thread ini yg menguatkan aku walau banyak mak2 yg ngalamin hal seperti aku toh asinya berhasil sampe lama.

    anak keduaku beda bgt sama anak 1ku yg saat ini umurnya sdh 4 thn. anak 1ku nyusu kuat sampe aku krg tdr... dia asi sampe 1 thn , lepas krn bingung puting, semoga yg kedua ini nggak

    doain ya mak2 semua agar Anakku besok bilirubinnya bisa turun dan boleh pulang trus PDku gak bengkak n nyusunya lancar min sampe 2 thn..

  14. #29
    Newcomer
    Join Date
    Dec 31, 2013
    Posts
    30
    Mentioned
    3 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Huahh.. Menyusui.. Kata mamak saya, gampang, engga ada teori nya.. dan beliau sampai 2 th, yuu cuss lah maree kita menyusui yuukk.. Ternyata setelah bongkar apa sih menyusui itu.. Heish, ada IMD, ASIX, Asi sampai 2th, Pumping, cupfeeder, bingung puting, dan semua jargon menyusui lain nya yang saya awam sekali. Setelah baca semua yang dirasa perlu engga perlu, saya keblinger.. Akhirnya, saya stop baca testimoni para busui, stop searching tentang breasfeeding. Karena terkadang untuk saya Know everything is killing you. Yang penting menurut saya ini sudah benar dan sesuai kaidah menyusui, dan hayu menyusui eksklusif, lanjut sampai 2 th.

    Seperti wanita kebanyakan, saya pumping di kantor, sampai sekarang umur anak 19 bl. Seperti ibu kebanyakan, mengalami bingung puting, puting lecet, asi seret dan pumping di toilet.

    Suka nya? bisa tidur pules walaupun cuma 10 menit waktu menyusui bareng bayik.. ahh senangnya.. dan itu bisa berkali2 dalam sehari, bisa makan banyak tanpa takut badan gemuk.. heuheu..

    Awalnya pakai breastpump manual, dan tuas patah, akhirnya belajar marmet dan berlanjut sampai sekarang. Jadi, peralatan nya itu, kedua tangan, botol plastik, botol kaca, cooler bag dan ice gel. Oya, media pemberian asip nya pernah pake botol dot, terus beralih ke cupfeeder..

    Menyusui itu berat? iya berat, Kalau support system nya engga kompak dan niat engga bulat.. yuu bhaiyy menyusui..

  15. #30
    Lurker lindacantik_812's Avatar
    Join Date
    Jun 22, 2015
    Posts
    2
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Saya termasuk orang yg learning by doing. Tidak terkecuali ketika akan menjadi seorang ibu. Kalau sekarang sih saya sudah masuk masa menyusui season kedua oke lah ya (maksudnya anak kedua gitu hehe). Tapi dulu waktu baru mau masuk season pertama, wah ampun deh. Saya bener2 buta. Untungnya ada group di bbm yg smuanya bumil dg usia kehamilan seumuran. Jadilah kami sharing dan curhat ini itu. Jujur dari situ saya baru tahu yg namanya asi eksklusif, ASIX (kalau istilah yg ini saya pikir awalnya dugh jd pgn ketawa sendiri.. Asi Yang Asix *gubrak* haha apa coba) Mompa asi, nyimpan di kulkas, pakai cup feeder, mpasi, GTM dan masih buanyaak lagi istilah2 lainnya. Jadilah saya pendengar setia dan rajin browsing serta baca buku. Wuiiih Ternyata ilmunya banyak banget yaa jadi seorang Ibu dan ga pernah ada habisnya. Halooooo
    Di kelahiran anak pertama, IMD bisa dikatakan gagal karena asi belum keluar. Bahkan sampai dipinjamin pompa asi dr rumah sakit (jujur ga bohong seumur umur baru itu saya lihat wujud nyata si pompa asi) juga ga berhasil. Dari situ saya belajar bahwa asi tidak hanya dipengaruhi oleh besar kecilnya payudara tapi lebih ke psikis ibunya. Kalau ibunya stress ditanyain mulu kenapa asi ga keluar2 (haha curhat niy) ya bisa2 ngadat tuh asi. Untungnya Alhamdulillah asi keluar juga di hari ketiga. Meskipun saat2 pertama pake Breast pump electric yang keluar baru beberapa sendok tapi setelah itu wuaaah melimpah ruah. Nah ini ga lepas dari ketenangan hati si ibunya. Contoh gampangnya spt suami saya yg dukung abis untuk asi eksklusif meskipun suara santer kanan kiri untuk kasih sufor, suami yg sepulang kantor ga pernah absen mijetin kaki saya (yg capek kerja sapa, yg dipijetin sapa haha), temen2 di group bbm yg pro asi, dokter kandungan dan dokter anak yg pro asi. Dan yg ga kalah pentingnya kemajuan teknologi yg memudahkan saya untuk mencari hal2 tentang asi eksklusif ini.
    Awalnya masih rajin nyetok asi pakai kantong plastik khusus untuk asip, trs diangetin di warmer, dan kudu pakai Sterilizer untuk botol asip dan cupfeeder nya. Sayangnya setelah kelahiran anak kedua yg jaraknya cuma 1,5 thn jd ga sempat lagi. Ngurus 2 anak yg masih krucil2 tanpa babysitter atau ART di rumah bener2 sesuatu bingits. Karena itu pula dari awal saya komit resign dari kerjaan agar bisa full ngurus anak2 di rumah.
    Berawal dari nol Alhamdulillah saya bisa mengantarkan anak pertama lulus asi eksklusif 2 tahun. Payudara bengkak, puting lecet, sering masuk angin gara2 sering ketiduran dg baju kebuka karena nyusui sambil tiduran yah sokey lah yaa. Semua itu ga seberapa dibandingkan dg hasil yg didapat. Iya bingits
    Bahkan saat hamil kedua, saya masih nyusui yg pertama. Dan saat si kecil lahir (kalau yg kedua IMD lancar jaya) saya juga masih nyusui si kakak. Jadilah nyusui kanan kiri kayak anak kembar. Sering tuh kalau pas jalan2 di mall trus nyusui kanan kiri (pakai apron lah ya pastinya) orang2 yg lewat pasti bisa 2-3 kali noleh haha.. Untuk apron nya saya sengaja pakai yg bulat melingkar jd cukup aman buat nyusui kanan kiri. Yah meskipun masih sering dibuat cilukba sama mereka haha. Kalau jalan2 atau liburannya di dalam negeri masih oke lah nyusui kanan kiri pakai apron gitu, tapi kalau pas jalannya di negeri orang kayaknya kudu ngumpet deh meskipun pakai apron. Yah namanya budaya orang kan bisa beda2. Ntar seperti kasus yg saya baca di internet, ibu2 ditangkap karena nyusui di muka umum. Hadeeeh
    Sekarang di season kedua ini saya berharap bisa mengantarkan si kecil lulus asi 2 tahun seperti kakaknya. Sumpah yg namanya asi bener2 ga ada duanya. Udah hemat, praktis, efisien, bikin badan jadi oke, rasa sayang jg bisa melimpah ruah jadinya si anak lebih sehat, kuat dan cerdas. Haha iklan banget yaa.. eh tapi ini beneran, serius ga Bohong :-)

Page 2 of 3 FirstFirst 1 2 3 LastLast