Higher Education to Prepare for Future Jobs - Page 2
Page 2 of 2 FirstFirst 1 2
Results 16 to 30 of 30
  1. #16
    Citizen fan's Avatar
    Join Date
    Feb 11, 2011
    Posts
    1,878
    Mentioned
    385 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content , klo "yg ga ditelan kemajuan jaman" yg km maksud bisa diartikan dng "yg ga bisa digantikan oleh mesin", sy ada link2nya dibawah. Intinya sih smua pekerjaan2 yg ada unsur "human touch"nya, spt nurse, therapist, doctor. Tp klo yg km maksud ketelan jaman itu adlh perubahan jaman, satu2nya jalan ya hrs adaptasi kali ya terus2an ikut perkembangan jaman. Klo dokter yg baik pun, setau sy dia tetep ikut seminar2 gitu spy tau kemajuan di bidangnya.

    Hidden Content



    Hidden Content



    Hidden Content

  2. #17
    Citizen
    Join Date
    May 27, 2009
    Location
    Yogyakarta, Indonesia
    Posts
    1,334
    Mentioned
    62 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content , iya ya, the need of human teachers nggak bakal ilang. Kalau perkembangan jaman setuju musti update terus.
    Aku cm nanya aja sih, kalau jd guru atau dosen gitu ntar apa yg kualitas yg bener-bener dicari dan orang bisa liat itu sbg nilai plus. Of course interpersonal skill itu musti tinggi banget, dan pastinya nggak bisa computerized.
    Hanya saja dengan cara anak jaman skr bersosialisasi yg utamanya lewat dunia maya, gimana cara ampuh memupuk skill itu?
    Kayaknya organisasi mahasiswa, tipe dan gerakan/aktivitasnya beda ya sama jaman dua dekade lalu?
    Ini juga sih yg jadi concern aku sama suami untuk anak. How in this computerized world dia bisa belajar how to 'speak' to people?

  3. #18
    Superstar in Training Lena's Avatar
    Join Date
    Aug 28, 2007
    Location
    Indonesia
    Posts
    6,401
    Mentioned
    839 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content
    bahasa itu memang dilema. but my feeling is, machines are getting so much better at languages (translation, speech to text ability, etc), soon i think there will be a machine automatically translating languages as you speak it. atau mungkin sudah ada (tapi keakuratan masih rendah).
    in this case, knowing the language is not that crucial (again, unless you love the language).

  4. #19
    Citizen
    Join Date
    Apr 27, 2012
    Location
    surabaya
    Posts
    1,591
    Mentioned
    413 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content ,
    Thanks for the view on the toddler's language lessons.

    duh, judulnya kok ya mbois bangetttt. too good to be true kalau menurut gue.
    Dulu gue pernah kerja jadi sustainable development advisor, judulnya keren kan? tapi kerjaannya mostly ttg apa yg gue pelajari pas kuliah undergrad (s1 gue chem eng).
    misal, ya: Bioprocess and Industrial Fermentation -->ini sih salah satu mata kuliah pas semester awal, tapi kl yg minat, bisa nanti tugas akhir/peminatan ambil matkul yg bau2 bioprocess/fermentasi industri, lab nya aja ada beberapa, bisa pure fermentasi, ada bioproses, ada control system untuk fermentasi, dll dsb.

    Intinya menurut gue, SMA dan kuliah s1 harus yg bener2 disuka. contoh gue, deh. sejak kecil, gue udah bercita2 pengen sekolah yg praktikum tiap hari, anak kecil kan ga tau kl praktikum itu: cape, ribet, puyeng cari referensi, dll. but i was really passionate abt it. SMP-SMA selalu ikut KIR, kulliah milihnya ya yg ada praktikumnya, krn namapun anak SMA, gue cari jurusan yg "keren" mnrt gue, walaupun ortu kuatir krn utk Chemical Engineer cewe tuh challenging.

    adik gue lulusan elektro, dia ambil s2 "game technology", walaupun ternyata aplikasi gaming itu untuk modelling segala macem, mulai dari kedokteran sampai industri.

    Anyways, setelah lulus s1, gue ambil s2 manajemen. kerjaan gue sih title nya ngawang2 mulai dari: process safety engineer, sustainable development advisor, hehehe. kalau ga orang yg tahu industrinya ga kebayang kerjaannya apa.

    ky technopreneur, green economy apalah. menurut gue, yg mesti diketahui org tua tuh: anaknya pingin jadi apa, dan mengarahkannya sebaik mungkin. sorry, belom punya anak gede, tp at least mesti diliat, anak tuh pengen ngapain, demen analisis, atau lbh hands-on, atau communication skill bagus.. nah kita tentunya pasti mesti bener2 jeli mengamati Hidden Content

    @
    Monyong
    yakalau gitu, ditekuni aja hobinya, kan bisa belajar dg baiiik shg "menghasilkan". kamu udah punya modal besar, yaitu passion!

    @Hidden Content ,
    i adore you.. alasan2 Bu Lena selalu super sekali. yep. yg penting kualitas dosen dan kurikulumnya. that's why kenapa program extension di PTN laku banget.
    Last edited by miaaa; Jan 16, 2015 at 11:56 AM.

  5. #20
    Superstar in Training Lena's Avatar
    Join Date
    Aug 28, 2007
    Location
    Indonesia
    Posts
    6,401
    Mentioned
    839 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content
    aHidden Content thanks. group hug! Hidden Content

    @Hidden Content
    the way i see it, adikmu bisa lewat dua jalur: 1) ahli ilmu pendidikan/the science of teaching, 2) mjd guru/dosen di ilmu tertentu.
    jalur pendidikannya sangat beda.
    tentang skill interpersonal dll, jangan takutlah, itu nanti akan diajarkan di jurusan2 yg dia pilih. don't forget that he will be teaching FUTURE kids, who'll be even more gadget-oriented than him. gak usahlah dipusingin dulu skill2 macam gitu, yg penting nilainya baik shg bisa masuk kuliah di univ yg baik juga.

    btw, article on the language networks. timely for our discussion, no?
    "HOW would you rank “important” languages? If asked to rattle them off, many people start with English, but after that are reluctant to go further. Important how, they ask. One approach would be to look at people and money: surely a language is important if it is spoken by lots of people, in countries with great wealth (and presumably, therefore, power)."
    More Hidden Content .
    Last edited by Lena; Jan 17, 2015 at 12:33 PM.

  6. #21
    Citizen fan's Avatar
    Join Date
    Feb 11, 2011
    Posts
    1,878
    Mentioned
    385 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    Secara teoritis bener, ortu hrs amati dng tujuan tau anaknya pingin jadi apa. Tp in reality ga gitu juga sih. Faktanya seringkali si anak juga meraba2, ortu mengarahkan sih kudu ya. Ini bukan problem ortu yg anaknya msh smp tp yg udah mau lulus sma pun gitu. Kemarin baru aja ngobrol dng salah satu ortu lagi di skul. Yg skrg sy lakukan adlh, mencoba memperkenalkan sebanyak2nya pilihan profesi yg ada yg punya prospek bagus, dari situ si anak bisa kira2 sendiri, jangan sampai yg dia tau cuma sebatas yg dilakukan oleh ortu or org2 disekitar dia. Sy punya pengalaman pribadi sih soal itu. Mgkn ini bukan cara yg terbaik, bisa jadi si anak malah bingung, tp disitu lah peran ortu mengarahkan n kasih pengertian plus cari info apa n gimana profesi tsb bekerja. Dan pd akhirnya disimpulkan bersama2 antara anak n ortu yg terbaik yg mana.

    Yg nancep dr tulisan @Hidden Content diatas buat sy, bukan sekedar yg penting kualitas guru n kurikulumnya. IMO rata2 org jg tau sih klo itu, dr pengalaman cari sekolah dr TK aja pasti yg jd perhatian itu, apalagi sekarang kan kurikulum bermacam2. Tp dari situ kan timbul pertanyaan? Dari mana taunya? Ada pembandingnya ga? Krn klo mau tau lbh baik, lbh baik dari apa/siapa? Itu yg susah dicari, kompetensi dari dosen2nya gimana bandingin? Klo kurikulum bisa didapat, klo tau level kompetensi gimana ya? ada yg bisa ksh masukan?

    Tp ada 1 kalimat yg Lena tulis yg mnrt sy bener banget, con: Surya Univ yg punya adlh P Yohanes Surya, pakar fisika, kekuatan dia n passion si bpk ini pasti dibidang tsb, pasti dia akan ksh perhatian lbh kesana. Contoh lain biar ga dibilang promosi, Universitas Podomoro, yg punya Agung Podomoro yg perusahaannya di bidang properti bisa ditebak dosen2 n kekuatannya dimana, Univ Pelita Harapan, denger2 si owner punya passion di bidang nanoteknologi, Kwik Kian Gie school of business di Jak-Utr pasti dah tau deh kuatnya dimana, SGU sbg univ yg disponsori neg Jerman kuatnya dimana, Univ Multimedia Nusantara punyanya Kompas dll. Jaman sy dulu Univ Parahyangan n Univ Tarumanagara adlh univ swasta yg paling bagus di bid arsitektur di wilayah jakarta n bandung.

    Baru baca artikel di majalah wanita, tantangan buat anak/adik kita sekarang bukan cuma dr mesin, tp lbh tantangan terdekat itu dr diberlakukannya MEA/AFTA th 2015, tp efeknya sdh terasa 1-2th yg lalu. Pasti semua disini dah pernah denger, buat yg lupa, MEA artinya ASEAN akan menjadi pusat perdagangan bebas aliran barang, jasa, investasi dan permodalan. Tujuannya adalah utk meningkatkan daya saing ekonomi ASEAN ditingkat regional dan menjadikan ASEAN basis produksi setara dng China n India. Keberadaan MEA jg membuka peluang pertukaran tenaga kerja asing. Di trit moneytalks udah pernah disinggung dikit tp kmrn baru inget kaitannya di trit ini.

    Mnrt CEO The Jakarta Consulting Group, sy quote "Pengusaha n perusahaan sebenarnya sudah siap, SDM yg belum siap."

    Satu lagi, menurut Deputi Kadin bidang Free Trade Area, persaingan tenaga kerja Ind TKI kalah dibandingkan dng tenaga kerja Filipina or Vietnam krn perhatian terhadap detail, dedikasi, dan profesionalime TKI sangat kurang. Self-awareness org indo jg kurang bila dibandingkan dng org asing alias ga berani bersuara n kurang percaya diri dng kemampuan diri sendiri ditambah lagi mayoritas masih berpikiran bhw pekerja asing lbh pintar walaupun kenyataannya biasa saja.

    Dan lagi, "Yang menjadi kelebihan orang asing adlh mereka charming, percaya diri, mampu berkomunikasi dng baik dan bisa mempromosikan diri secara halus. Sedangkan bagi org kita, promosi diri itu berarti sombong."

    "Dengan gaji yg sama dng orang Indonesia, kinerja, dedikasi, dan kedisiplinan para ekspatriat tersebut lbh baik bahkan dng waktu kerja lbh panjang."

    "Selain itu kita jg tidak perlu kagum berlebihan bila pekerja asing bisa berbahasa indonesia dng baik, bukankah kita juga diharapkan begitu bila bekerja di luar negeri?"


    Opini2 diatas sih terbuka utk diperdebatkan ya tp klo yg ngomong adlh pakar2 n praktisi dibidang SDM bisa jadi ada benarnya. Pasti bbrp org disini apalagi yg pernah bekerja di perusahaan asing/punya pengalaman bekerja dng org asing tau benar or salahnya opini2 diatas. Nah, sebaliknya sertifikasi pekerja2 ind utk kemampuan teknis termasuk yg terbaik n sangat dicari. Kutipan diatas ga ada link-nya krn langsung sy ketik dr sumber majalah tsb, ga tau nih boleh ditulis ga ya nama majalahnya?

    Moga2 kutipan2 diatas bisa membantu utk mengarahkan anak, contohnya: menjual kemampuan diri itu bukan berarti sombong. Kultur n budaya timur soal itu msh kuat. Ga boleh takabur kt org2 pdhl lain yah, antara takabur n memperlihatkan apa2 yg sudah kita raih dimasa lalu.
    Last edited by fan; Jan 21, 2015 at 09:36 PM.

  7. #22
    Permanent Resident Monyong's Avatar
    Join Date
    Sep 13, 2013
    Posts
    820
    Mentioned
    336 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content

    thx say buat supportnya..saat ini lg nyiapin web buat bikin usaha sampingan, dibidang fashion tentunya.. smoga aja kedepannya bisa menjanjikan jd aku bs resign

  8. #23
    Superstar in Training Lena's Avatar
    Join Date
    Aug 28, 2007
    Location
    Indonesia
    Posts
    6,401
    Mentioned
    839 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content
    gue termasuk yg sinis dgn pengusaha yg mengatakan pekerja tidak siap. pekerja harus disiapkan, dan yg menyiapkan siapa? ya pengusaha. memang dia tdk harus melatih sendiri, tapi kan bisa manage utk kerjasama dgn lembaga pendidikan. gue curiga maksud dia pengusaha siap dgn modal. well, modal is not the only thing and it's even not the most important thing. pengusaha banyak yg karbitan di indonesia, sisa2 jaman dulu ketika menjadi pengusaha krn punya koneksi dgn pejabat yg bisa memberikan lisensi import, lisensi ini itu. jadi gak bisa bersaing.
    paling sebel gue kalo mereka salahkan pekerja gak siap. pekerja kalo dilatih, sekian bulan pun sudah siap. pernah ada di indonesia jaringan pembuat HP palsu kan (ada iphone segala kalo gak salah), itu yg membuat hp palsu pekerja2 indonesia yg diajarin dalam hitungan minggu lho, dan pendidikan rendah. udah bisa buat hp palsu yg works!

  9. #24
    Citizen
    Join Date
    Apr 27, 2012
    Location
    surabaya
    Posts
    1,591
    Mentioned
    413 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content ,
    Yah justru dari kasus kamu, tuh, yg memberi gambaran kite nih skrg sbg org (lebih) tua, mesti tau gambaran profesi yg diminati anak/adik kita.
    Dalam kasus gue, it works Karena both my parents came from technical background. Jadi tau kl demen praktikum tuh bisa jd apoteker/ ilmuwan (kul di mipa), Atau di tekkim, dll dsb. Nah, this is when the parents should be open minded, open hearted dan mau bertanya. Kl abg Mah selalu labil.
    Maka disitulah peran ortu ngebimbing.
    And yes, ga bisa "lepasin" Anak mandiri urusan beginian. Tetapi, ngga bisa juga ortu 'maksain' Anak.
    Gue mungkin ortu "pemalas" yg biarin Anak melakukan apapun Asal hepi. Tapi, begitu dia memilih melakukan sesuatu, ia harus konsekuen dg pilihannya Itu.

    Just my two cents, ya..

    @Hidden Content ,
    Iya loh, share aja ya.. aku punya ex team member yg pindah kerja di tempat pengusaha yg produksi "produk2 indonesia" Hidden Content . Bbrp waktu lalu, cerita gimana kondisi perusahaan skrg. Jd ga ada development samsek buat employee nya. Ya pantes lah kl employee ga siap. Wong user nya ga bilang kl kudu siap2. Apa yg kudu disiapin, dan gimana caranya spy siap. Itu sih excuse, bukan reason, imo.
    Kebetulan-alhamdulillah-, aku kerja di perush bule, jd ada tuh development programme utk upgrade soft and hard skill. Dan kudu para pegawai belajar. Kl engga Mah, org ga tau mesti ngapain. Kynya istilah "human capital" tuh di banyak company baru sebatas lip service. Hehehe.
    Last edited by miaaa; Jan 21, 2015 at 08:01 PM.

  10. #25
    Citizen fan's Avatar
    Join Date
    Feb 11, 2011
    Posts
    1,878
    Mentioned
    385 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content , sy ga nangkep maksud km atas cerita sy, yg ingin sy sampaikan adlh, dulu wkt kecil sy mmg suka menggambar n org melihat dr situ tp ga pernah ada paksaan (?). Tp yg namanya passion or sesuatu yg ingin dikerjakan sampai tua bisa datang belakangan. Dan itu ga salah n sy yakin banyak yg begitu. Mendingan sy hapus bagian itu drpd nanti timbul persepsi2 yg ga bener lagi.

    IMO ga bijaksana jg paksa anak utk konsekuensi sm pilihan pertama dia. Anak skrg mulai kuliah umur berapa sih? Skrg kuliah bisa lbh muda 1-2th dr dulu n itu mah msh labil. Ortu mau tanya apa? Wong yg ditanya umur segitu msh labil. Palingan ortu amati kegiatan apa yg plg disukai n kasih pilihan2 n riset bareng anaknya. Klo ternyata stlh lulus sekolah dia ktm passion baru ya gpp, go for it asal kuliah lulus, ga drop-out n ga pindah2 jurusan. Klo mau blajar bidang lain ya nti bisa blajar lagi. Sy begitu dulu, selesai S1 dng baik lanjut S2 sejalan dng jurusan S1, baru stlh itu blajar ilmu lain.Ga smua org beruntung utk tau apa yg mau dilakukan sampai tua dr kecil. Begitu.
    Last edited by fan; Jan 22, 2015 at 07:52 AM.

  11. #26
    Citizen fan's Avatar
    Join Date
    Feb 11, 2011
    Posts
    1,878
    Mentioned
    385 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    Ini ada artikel lucu Hidden Content ) Sy posting disini aja ah drpd di trit beasiswa....


    Inilah ‘Tamparan’ dari Dosen untuk Mahasiswa

    Sebuah renungan untuk diri sendiri . Ini cara saya menggampar mahasiswa saya Tulisan dari Bapak I Made Andi Arsana (Teknik Geodesi UGM). Semoga menginspirasi. Tamparan dari dosen untuk mahasiswa ini semoga dapat menjadi motivasi untuk terus belajar dan bekerja keras.

    1. Kamu ingin dapat beasiswa S2 ke luar negeri nanti? Pastikan IP di atas 3 dan TOEFL di atas 500! Merasa tidak pinter? BELAJAR!
    2. Empat atau lima tahun lagi kamu bisa sekolah S2 di luar negeri dengan beasiswa. Itu kalau kamu tidak cuma twitteran saja sampai lulus nanti.
    3. Kamu tidak akan bisa S2 di luar negeri karena akan ditolak profesor kalau nulis email formal saja tidak bisa. Alay itu tidak keren, tidak usah bangga!
    4. Tidak usah tanya tips cara menghubungi professor di luar negeri kalau kirim email ke dosen sendiri saja kamu belum bisa. Hey, ganti dulu akun Hidden Content itu!
    5. Tidak usah ikut meledek Vicky, kamu saja tidak tahu kapan harus pakai tanda tanya, tanda seru, tanda titik, spasi, huruf besar, huruf kecil di email kok!
    6. Mana bisa diterima di perusahaan multinasional biarpun IP tinggi kalau nulis email saja lupa salam pembuka dan penutup
    7. Sok mengkritik kebijakan UN segala, dari cara menulis email saja kelihatannya kamu tidak lulus Bahasa Indonesia kok. Tidak usah gaya!
    8. Bayangkan kalau kamu harus menulis email ke pimpinan sebuah perusahaan besar. Apa gaya bahasa email kamu yang sekarang itu sudah sesuai? Jangan-jangan bosnya tertawa!
    9. Apapun bidang ilmu kamu, akhirnya kamu akan berhubungan dg MANUSIA yang beda umur dan latar belakangnya. Belajar komunikasi yang baik. Jangan bangga jadi alay!
    10. Bangga bisa software dan gunakan alat-alat canggih? Suatu saat kamu harus yakinkan MANUSIA akan skill itu. Belajar komunikasi dengan bahasa manusia biasa!
    11. Kamu orang teknik dan hanya peduli skil teknis? Kamu salah besar! Nanti kamu akan jual skil itu pada MANUSIA, bukan pada mesin!
    12. Kamu kira orang teknik hanya ngobrol sama mesin dan alat? Kamu harus yakinkan pengambil kebijakan suatu saat nanti dan mereka itu manusia. Belajar ngomong sama manusia!
    13. Malas basa-basi sama orang yang tidak dikenal? Enam tahun lagi kamu diutus kantor untuk presentasi sama klien yang tidak kamu kenal. Belajar!
    14. Malas belajar bikin presentasi? Lima thn lagi bos kamu datang dengan segepok bahan, “saya tunggu file presentasinya besok!”
    15. Kamu orang sosial dan malas belajar hal-hal kecil di komputer? Lima tahun lagi bos kamu datang bertanya “cara membesarkan huruf di Ms Word dengan shortcut gimana ya?’ Mau nyengir?
    16. Mahasiswa senior, jangan bangga bisa membully Mahasiswa baru, tujuh tahun lagi kamu diinterview sama dia saat pindah kerja ke perusahaan yang lebih bagus
    17. Mahasiswa senior, keren rasanya ditakuti Mahasiswa baru? JANGAN! Urusan kalian nanti bersaing sama orang-orang ASEAN dan Dunia. Bisa bikin mereka takut tidak?
    18. Bangga bisa demo untuk mengundurkan jadwal ujian karena kamu tidak siap? Kamu itu mahasiswa negara ekonomi terbesar di Asia Tenggara, masa’ urusannya cetek-cetek begitu sih?!
    19. Tidak usah lah sok hebat demo nyuruh SBY berani sama Amerika kalau kamu diskusi sama mahasiswa Singapura saja tergagap-gagap
    20. Tidak perlu lah teriak-teriak “jangan tergantung pada barat” jika kamu belum bisa tidur kalau tidak ada BB dekat bantal
    21. Tentara kita tidak takut sama tentara Malaysia kalau kamu bisa kalahkan mahasiswa Malaysia debat ilmiah dlm forum di Amerika!
    22. Tidak perlu beretorika menentang korupsi kalau kamu masih nitip absen sama teman saat demo antikorupsi!
    23. Boleh kampanye “jangan tergantung pada barat” tapi jangan kampanye di Twitter, Facebook, BBM, Path dan Email! Memangnya itu buatan Madiun?!
    24. Kalau file laporan praktikum masih ngopi dari kakak kelas dan hanya ganti tanggal, tidak usah teriak anti korupsi ya Boss!
    25. Minder karena merasa dari kampung, tidak kaya, tidak gaul? Lima tahun lagi kamu bisa S2 di negara maju karena IP, TOEFL dan kemampuan kepemimpinan. Bukan karena kaya dan gaul!
    26. Pejabat kadang membuat kebijakan tanpa riset serius. Sama seperti mahasiswa yang membuat tugas dalam semalam hanya modal Wikipedia
    27. DPR kadang studi banding untuk jalan-jalan doang. Sama seperti mahasiswa yang tidak serius saat kunjungan ke industri lalu nyontek laporan sama temannya
    28. Pejabat kadang menggelapkan uang rakyat. Sama seperti mahasiswa yang melihat bahan di internet lalu disalin di papernya tanpa menyebutkan sumbernya.
    29. Alah, pakai mengkritik kebijakan pemerintah segala, bikin paper saja ngopi file dari senior dan ubah judul, pendahuluan sama font-nya
    30. Gimana mau membela kedaulatan bangsa kalau waktu menerima kunjungan mahasiswa asing saja kamu tidak bisa ngomong saat diskusi. Mau pakai bambu runcing?
    31. Kalau kamu berteriak “jangan mau ditindas oleh asing”, coba buktikan. Ikuti forum ASEAN atau Dunia dan buktikan di situ kamu bisa bersuara dan didengar!

    Hidden Content

  12. #27
    Superstar in Training Lena's Avatar
    Join Date
    Aug 28, 2007
    Location
    Indonesia
    Posts
    6,401
    Mentioned
    839 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    @Hidden Content
    lucu banget. termasuk soal email itu. tapi jangakan mahasiswa, sering tuh gue ketemu pns udah level tinggi di birokrasi, email kerjanya masih 'Hidden Content ', atau 'Hidden Content '. so unprofessional.
    ini ada Hidden Content di media yg baru gue kenal (selasar): salah kaprah kampus kelas dunia.
    ada satu isu di situ yg belum kita sebut2 di sini yaitu penerimaan job market. employers juga bisa memberikan input pendidikan mana yg kualitasnya baik, misal lulusan2 mana yg alumninya jadi rebutan di job market.
    Last edited by Lena; Jan 27, 2015 at 05:16 PM.

  13. #28
    Permanent Resident summergirl's Avatar
    Join Date
    May 4, 2011
    Location
    jakarta
    Posts
    658
    Mentioned
    162 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    Ada satu perusahaan konsultan yang bikin survey tentang kompetensi calon pegawai seperti apa yang industri prefer, dan juga perush/institusi yang paling menarik minat mhsw untuk kerja dilihat dari background studi mereka. Misalnya, tahun 2014, mhsw ilmu sosial/humaniora di Indo masih prefer kementerian dan perush pemerintah seperti Kemenlu dan Pertamina. Di tahun 2015, perush IT kreatif seperti Google mulai masuk jadi pilihan. Lumayan menarik infonya, bisa dibaca di: Hidden Content

  14. #29
    Immigrant
    Join Date
    Sep 14, 2014
    Posts
    150
    Mentioned
    86 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    Pertanyaan rada OOT nih, tapi butuh info seputar akademi keperawatan yg recommended di wilayah Jakarta, adakah yang tahu?

  15. #30
    Lurker
    Join Date
    Jun 13, 2013
    Posts
    23
    Mentioned
    3 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Higher Education to Prepare for Future Jobs

    [FONT=Open Sans, sans-serif]Ini ada opsi untuk yang ingin mempersiapkan anak2nya untuk Future Job, Computer Science.[/FONT]
    [FONT=Open Sans, sans-serif]---------------------------------------------------------------------
    [/FONT]
    GOCODE Kids Coding Academy yang berasal dari Jepang, tahun 2017 buka di Kuala Lumpur, dan tahun ini akan launch di Jakarta.

    Sekarang sedang tahap persiapan, rencananya akan membuka jadwal untuk School Holiday Programme, di minggu terakhir Juni sampai Pertengahan Juli 2018.

    Moms bisa isi informasi di form ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut: Hidden Content
    bit dot ly / gocodejkt

    Hidden Content



    Website Indonesia juga masih belum dipublish. Untuk website di KL, Hidden Content
    kids dot gocodemy dot com

    bisa juga japri ke saya kalau mau tanya2.

    Terima Kasih.
    Julie
    GOCODE Kids Coding Academy.

Page 2 of 2 FirstFirst 1 2