Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya - Page 3
Page 3 of 10 FirstFirst 1 2 3 4 5 ... LastLast
Results 31 to 45 of 148
  1. #31
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    KALKULATOR AUTOINVEST/DCA/RCA

    "HOW MUCH MY MONEY IS GONNA BE IF I INVESTED XXXXX EVERY MONTH FOR XX YEARS?"

    Hidden Content

  2. #32
    NewcomerPermanent Resident daisuki99's Avatar
    Join Date
    Jan 15, 2013
    Location
    In The Sky
    Posts
    977
    Mentioned
    197 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Apa itu Panic Selling?

    Panic selling adalah penjualan investasi (termasuk elemen dalam reksadana, terutama reksadana saham) berskala besar yang menyebabkan penurunan harga secara tajam.

    Panic selling disebabkan adanya kejadian yang tidak diharapkan/tidak diantisipasi sebelumnya, seperti “Suprime Mortgage”, bom WTC, bencana alam, dan sebagainya. Hal itu memicu kekhawatiran investor dan menimbulkan aksi jual besar-besaran, sehingga harga turun tajam disertai volume sangat besar. Kata “panic” mengacu pada rasa takut / terancam. Ketika seorang investor (termasuk investor reksadana)/ trader dikuasai oleh rasa takut, mereka tidak dapat bersikap objektif! Mereka mengambil keputusan tanpa memandang fundamental/teknikal. Tidak punya tujuan investasi, sehingga ketika muncul situasi yang tidak diharapkan, mereka ketakutan. Begitu pula, ada yang sudah membuat tujuan investasinya namun tidak disiplin dan tidak berpegang pada tujuannya itu.


    Cara Mengambil Keputusan Di Saat Terjadi Panic Selling - By Ellen May

    Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi situasi panic selling ?

    1. Sebelum membuka transaksi, kita harus punya tujuan awal investasi yang menentukan level masuk dan keluar (baik profit taking atau stop loss) supaya lebih objektif. Pada investasi reksadana, intinya tetap berpegang pada tujuan awal investasi dan jangan pernah cutloss.

    2. Ketika terjadi panic selling, kita harus tetap TENANG! Jangan panik dan jangan terbawa arus. Yang harus kita lakukan adalah DISIPLIN mengikuti rencana investasi kita sendiri.

    3. Rencanakan buy back pada momentum yang tepat, yaitu ketika harga berada dalam posisi peak dan menunjukkan tanda pembalikan arah. Bagaimana cara menentukan peak dan sinyal pembalikan arah ? Strategi menghadapi bear market dan mengenali pembalikan arah bisa baca Hidden Content .

    Kesimpulannya, ketika terjadi panic selling, tetaplah objektif sesuai dengan trading plan kita. Jika kita takut, jangan lakukan apa pun. DO NOTHING. Jangan mencoba entry buy karena menganggap harga telah terdiskon, tanpa melakukan analisa teknikal dengan benar.

    "Jangan buru-buru beli. Kalau di reksadana misalnya, nilai IHSG baru turun 1% udah keburu heboh karena takut besok nilainya udah naik kembali. Turun naiknya itu jangka waktunya bukan dalam hitungan hari karena prosesnya panjang dan berjalan sedikit demi sedikit."

    Sumber :
    Hidden Content
    Hidden Content
    edited with help by @ladyprimadewi
    Last edited by daisuki99; Jun 11, 2013 at 10:02 PM.

  3. #33
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    thankyou daisuki99

    boleh aku terjemahkan ke dalam "bahasa" reksadana yahhh.... kalo daisuki99 lg ada waktu bisa sitambahkan ke post aslinya jadi spot ini u/bahasan materi lain..thx


    tambahan/terjemahan dari saya akan sibedakan dg cara penulisan memakai HURUF KAPITAL yahh...






    Apa itu Panic Selling?

    Panic selling adalah penjualan investasi (TERMASUK ELEMEN DALAM REKSADANA, TERUTAMA REKSADANA SAHAM) berskala besar yang menyebabkan penurunan harga secara tajam.

    Panic selling disebabkan adanya kejadian yang tidak diharapkan/tidak diantisipasi sebelumnya, seperti “Suprime Mortgage”, bom WTC, bencana alam, dan sebagainya. Hal itu memicu kekhawatiran investor dan menimbulkan aksi jual besar-besaran, sehingga harga turun tajam disertai volume sangat besar. Kata “panic” mengacu pada rasa takut / terancam.

    Ketika seorang investor (TERMASUK INVEATOR REKSADANA) / trader dikuasai oleh rasa takut, mereka tidak dapat bersikap objektif! Mereka mengambil keputusan tanpa memandang fundamental/teknikal. Tidak punya trading plan,(TIDAK PUNYA TUJUAN INVESTASI) sehingga ketika muncul situasi yang tidak diharapkan, mereka ketakutan.

    Begitu pula, ada beberapa trader yang sudah membuat trading plan namun tidak disiplin dan tidak berpegang pada trading plan-nya. (LUPA PADA TUJUAN AWAL INVESTASI)




    Cara Mengambil Keputusan Di Saat Terjadi Panic Selling - By Ellen May

    Kasus yang sangat sering terjadi adalah ketika harga menyentuh level stop loss (KALO DI REKSADANA MUNGKIN BISA DITERJEMAHKAN "JUMLAH KERUGIAN YANG BISA DITOLERIR SUDAH KENA) begitu cepat, dan trader berharap supaya harga berbalik naik namun ternyata kejatuhan semakin dalam, dan trader baru memutuskan untuk melakukan cut loss, (DIREDEEM MALAH PAS UDA JELAS JELAS RUGI.... INI NAMANYA MEREALISASIKAN LOSS DIATAS KERTAS) sehingga kerugian yang dialami cukup besar. (KALO DI RD GA SEBESAR SAHAM BIASANYA.. TP IT DEPENDS JUGA SIH)

    Bahkan tidak jarang ketika trader baru saja melakukan cut loss, harga malah berbalik dan trader menyesal telah melakukan cut loss. Akibatnya, trader sering mengalami kerugian yang cukup besar dan kehilangan kesempatan dalam memanfaatkan situasi panic selling.

    Banyak trader yang tidak menyangka akan terjadi koreksi dalam, di tengah euphoria IHSG yang "diharapkan" oleh banyak trader akan menuju ke level new high nya minggu ll. Namun nyatanya, pada hari Senin 7 Mei 2012, IHSG tak mampu naik lebih lanjut dan menunjukkan tanda pembalikan arah, dilanjutkan koreksi tajam. Selasa,15 Mei 2012, IHSG tertahan oleh suport trendline di area 4000.

    Banyak trader yang berspekulasi untuk melakukan buy at support. Namun kenyataannya, penguatan hanya bersifat sementara, Dead cat Bounce tidak berlangsung lama. TA (technical analysis) never lies! Pada perdagangan Rabu 16 Mei 2012 IHSG kmbali terkoreksi tajam. Pada situasi ini, saya yakin banyak sekali trader yang mulai diserang rasa PANIK. Hal ini saya maklumi karena sering tidak mudah bagi pemula untuk melakukan stop loss. Banyak trader yang akhirnya menjadikan portofolio trading-nya menjadi investasi DADAKAN. Apa sebenarnya yang harus dilakukan dalam situasi PANIC SELLING tersebut? (PARAGRAF INI KHUSUS U INVESTOR/TRADER SAHAM)


    Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi situasi panic selling ?

    1. Sebelum membuka transaksi, kita harus punya trading plan (TUJUAN AWAL INVESTASI) yang menentukan level masuk dan keluar (baik profit taking atau stop loss-----KALO DI RD INTINYA TETEP STICK TO TUJUAN AWAL DAN JANGAN PERNAH CUTLOSS KLO DI RD..IMHO) supaya lebih objektif.

    2. Ketika terjadi panic selling, kita harus tetap TENANG! Jangan panik dan jangan terbawa arus. Yang harus kita lakukan adalah DISIPLIN mengikuti trading plan kita sendiri (INGAT DAN STICK TO TUJUAN AWAL INVEATASI).

    Ketika kita harus membatasi kerugian/cut loss, lakukan di level yang telah kita “rencanakan” sebelumnya. Jangan biarkan emosi mempengaruhi keputusan yang kita ambil. Ketika kita telah melakukan cut loss dan mengalami kerugian, jangan kecewa atau sedih. Bersyukurlah karena kerugian yang kita alami terkontrol. (KHUSUS TRADER SAHAM)

    3. Rencanakan buy back pada momentum yang tepat, yaitu ketika harga berada dalam posisi peak dan menunjukkan tanda pembalikan arah. Bagaimana cara menentukan peak dan sinyal pembalikan arah ? Strategi menghadapi bear market dan mengenali pembalikan arah bisa baca di sini. (INVESTOR SAHAM PUN BANYAK YANG PAKE STRATEGI DCA LOH... )

    Kesimpulannya, ketika terjadi panic selling, tetaplah objektif sesuai dengan trading plan kita. Jika kita takut, jangan lakukan apa pun. DO NOTHING. Jangan mencoba entry buy karena menganggap harga telah terdiskon, tanpa melakukan analisa teknikal dengan benar.(JANGAN BURU2 BELI.. KALO DI RD MISALNY, IHSG BARU TURUN 1% UDA HEBOHHH TAKUT BESOK UDA NAIK LAGI... TURUN NAIK ITU GA HITUNGAN HARI... IT IS A LOOOOOONG PROCESSSSSSSSSS, BIT BY BIT LIL BY LIL)





    Sumber :
    Hidden Content
    Hidden Content

  4. #34
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Why I find market timing interesting and maybe sometime will be necessary..

    Look at these tweeted facts Hidden Content

    "@pakarsaham: Dibutuhkan waktu 5 bulan untuk IHSG bisa naik dari 4320 sd 5250, namun hanya butuh waktu 1 minggu & rontok di 4500. #TradingProfits"


    "@ratmanard: Itulah market. Bisa saja anjlok dengan drastis. Kurang dari satu minggu jatuh sekitar 10%. Disinilah mental kita diuji."


    "@pakarsaham: betul! RT @gussfelon: pergerakan bursa saham ky prjlnan hidup...butuh wktu lama untuk membangun tp cukup sebentar untuk meruntuhkannya ya,Bu"

  5. #35
    Citizen waterblow's Avatar
    Join Date
    Jul 9, 2012
    Posts
    2,139
    Mentioned
    778 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Reksadana PASAR UANG
    Bagi pemula yang sudah terbiasa dengan melakukan investasi pada deposito ada baiknya untuk mencoba mulai berinvestasi di reksadana pasar uang. Dibandingkan dengan reksadana lainnya, risiko pada reksadana pasar uang paling kecil. Keuntungannya sedikit lebih bagus daripada deposito dengan fleksibilitas penarikan dananya yang kapan saja tanpa harus menunggu waktu jatuh tempo – berbeda dengan deposito.
    Return reksadana pasar uang sekitar 0,5% per bulan, hampir mirip dengan deposito ya… Dan pada reksadana pasar uang tidak ada fee untuk masuk dan keluar. Catatan bagi yang ingin melakukan redemption atau menarik sejumlah dana dari reksadana pasar uang, sebaiknya lakukan 3-4 hari kerja sebelum dana tersebut dibutuhkan, karena rata-rata pencairan unit pada reksadana adalah T3 untuk sampai ke rekening investor.
    Untuk jangka waktu investasi kurang dari 1 tahun, reksadana pasar uang merupakan instrumen investasi yang bisa dipilih. Contohnya, kita tahu bahwa 6 bulan ke depan ada kebutuhan untuk membayar uang pangkal sekolah anak sejumlah Rp 10 juta. Idealnya sih dana ini sudah dipersiapkan sejak lama, tapi karena memang kita baru tahu hal ini … ya sudahlah, mulai investasinya dari sekarang saja. Nah, dengan jangka waktu yang pendek ini sebaiknya investasi di reksadana pasar uang, misalnya Rp 2 juta per bulan.
    Contoh kasus lainnya adalah apabila seseorang mempunyai dana yang cukup besar tapi dana tersebut baru akan digunakan 3 minggu ke depan, maka bisa saja dana tersebut di simpan dulu di reksadana pasar uang untuk jangka waktu 2 minggu. Misal ada dana sejumlah Rp 125 juta, jika disimpan di reksadana pasar uang dengan asumsi return 0,38% per bulan, maka jika dititipkan selama 2 minggu di reksadana pasar uang akan memperoleh keuntungan sekitar Rp 237.500. Lumayan kan… karena untuk didepositokan dalam jangka waktu kurang dari 1 bulan tidak bisa.
    Hidden Content


    Perbandingan Reksadana Pasar Uang Dengan Deposito



    : Keunggulan RDPU dibanding Deposito:

    1. Nominal pembelian awal dan topup rutin yang relatif kecil. Nominal awal RDPU rata-rata disyaratkan di angka Rp500,ooo. Pembelian selanjutnya cukup dengan Rp200,000 saja. Bandingkan dengan setoran awal deposito yang rata-rata mensyaratkan Rp 8 juta – Rp 10 juta (kecuali produk deposito via internet bankin di bank-bank tertentu). Di deposito juga tidak mengenal topup. Setoran lanjutan akan dianggap sebagai setoran baru dengan bilyet deposito yang terpisah.
    2. Bunga lebih kompetitif. Rata-rata imbal hasil bersih RDPU (setelah dikurangi biaya-biaya pengelolaan) berkisar diantara 4%-6% per tahun (data Infovesta), sedikit lebih tinggi daripada rata-rata bunga bersih deposito bank umum (Hidden Content ) sebesar 4%. Beda tipis, namun sangat berpengaruh untuk nilai investasi yang cukup besar.
    3. Bisa dicairkan sebagian. Jumlah investasi di RDPU bisa dicairkan sebagian atau sesuai dengan nominal yang kita inginkan. Ini berbeda dengan deposito dimana pencairan deposito sebagian harus melalui dua proses: mencairkan seluruh nominal deposito dan kemudian membuat bilyet baru dengan nominal sebesar sisa uang dari bilyet awal.
    4. Bisa dicairkan kapan saja. Tidak ada batasan dalam pencairan RDPU. Berbeda dgn deposito yang mensyaratkan jangka waktu investasi selama 1, 3, 6 atau 12 bulan. Pencairan diluar sebelum jatuh tempo akan terkena biaya tertentu atau bunga berjalan tidak dibayarkan.

    Keunggulan Deposito dibandingkan RDPU:

    1. Lebih aman. Penyimpanan sampai nominal dan suku bunga tertentu akan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Namun masalah “lebih aman” ini masih bisa didebatkan lagi lebih jauh, seperti yang ada di tulisan Hidden Content .
    2. Lebih likuid. Dalam arti pencairan deposito dapat langsung dilakukan pada hari yang sama, berbeda dengan RDPU yang rata-rata membutuhkan 1 hari kerja sampai uang kita masuk ke rekening tabungan.
    3. Lebih tenang. Definisi tenang disini lebih kepada budaya masyarakat Indonesia yang lebih nyaman jika memegang bukti resmi penyertaan investasinya. Dalam hal deposito, semua nasabah akan memperoleh bilyet deposito bermaterai. Sedangkan pemegang RDPU cuma menerima secarik kertas bukti pembelian unit yang dikirimkan oleh bank kustodian (atau kadang oleh manajer investasi) dan bank penjual. Kertas ini juga merupakan suatu bukti kepemilikan investasi, namun secara psikologis masih kurang kuat dibandingkan dengan bilyet.

    Terus, bagaimana pendapat saya? Saya lebih memilih RDPU dibandingkan dengan deposito. Kenapa?

    • Selain karena bunganya sedikit lebih kompetitif, juga karena nominal awal dan topup yang sangat terjangkau. Ini sangat cocok untuk gaya investasi saya yang dilakukan melalui transaksi rutin setiap bulan.
    • RDPU masih saya kategorikan sebagai instrumen “aman” karena adanya bank kustodian yang menyimpan semua aset reksadana.
    • Saya tidak menggunakan RDPU untuk menyimpan 100% dana darurat saya sehingga proses pencairan selama 1 hari kerja masih berada dalam batas toleransi saya.

    Demikian sedikit sharing tentang kelebihan reksadana pasar uang dibandingkan deposito. Semoga bermanfaat. dari Hidden Content


    Nasib Reksadana Pasar Uang di tahun 2013



    AKARTA. Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) mulai memberlakukan aturan baru tentang Pedoman Pengumuman Harian Nilai Aktiva Bersih (NAB) Reksadana Terbuka, pada tahun depan. Aturan Bapepam-LK bernomor IV.C.3 ini ditengarai bakal mempengaruhi prospek reksadana pasar uang.
    Aturan ini mewajibkan NAB dihitung berdasarkan nilai pasar wajar dari efek dalam portofolio reksadana. Artinya, NAB per unit penyertaan reksadana pasar uang tidak lagi ditetapkan sebesar Rp 1.000, namun dapat berfluktuasi mengikuti efek di pasar.
    Aturan tersebut juga menegaskan, alokasi investasi yang bisa dilakukan reksadana pasar uang yakni pada instrumen pasar uang dalam negeri dan efek bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.
    Direktur PT Infovesta Utama, Parto Kawito, berpendapat, pemberlakukan aturan tersebut berpotensi menurunkan NAB reksadana pasar uang. Ujung-ujungnya, return reksadana pasar uang itu juga semakin mini karena penurunan NAB. "Tentu ada kemungkinan turun karena selama ini NAB reksadana pasar uang selalu tetap di Rp 1.000," ujar Parto, Kamis (22/11).
    Ia bilang, aturan ini juga menyebabkan risiko berinvestasi di reksadana pasar uang meningkat. Oleh karena itu, investor yang ingin menanamkan dananya pada instrumen ini harus menghitung ulang antara return yang bisa diperoleh dengan potensi risiko yang ada.
    MI telah bersiap
    Padahal, selama ini return reksadana pasar uang merupakan yang paling mini dibandingkan jenis reksadana lain. Return instrumen ini juga hanya beda tipis dibandingkan deposito.
    Data Infovesta Utama menunjukkan, dalam setahun terakhir, return reksadana pasar uang yang tertinggi hanya sekitar 9,61%. Perolehan return sebesar itu milik reksadana DPLK BRI fix. Sedangkan, suku bunga deposito saat ini sekitar 5,5%.
    Kendati demikian, Parto mengapresiasi aturan tersebut. Menurut dia, pemberlakuan aturan tersebut menyebabkan pengelolaan reksadana menjadi lebih tansparan.
    Sejumlah manajer investasi mengaku telah melakukan sosialisasi aturan ini. Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Legowo Kusumonegoro, mengatakan, pemberlakuan aturan baru tersebut akan mempengaruhi dana kelolaan produk mereka. Namun, dia yakin pengaruhnya tidak akan terlalu besar.
    "Memang akan ada masa transisi, namun reksadana masih akan menarik di 2013 dibandingkan tahun ini," ujar Legowo yang juga menjadi Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI) ini.
    Vice President CIMB Principal of Investment Asset Management, Fadlul Imamsyah, mengatakan, pihaknya telah melakukan simulasi penghitungan NAB sesuai aturan tersebut. Dia mengklaim NAB produk reksadana pasar uang yang dikelola perusahaannya tidak banyak mengalami perubahan. "Meski ada perubahan, namun sangat kecil dan hampir tidak ada sehingga return-nya juga tidak terlalu berbeda," ujar Fadlul.
    Hidden Content




    Reksadana Terbaik Untuk Kategori Reksadana Pasar Uang 2012 versi majalah Investor.
    1. Reksa Dana pasar uang untuk periode waktu satu tahun Reksa Dana Mandiri Investa Pasar Uang dari PT Mandiri Manajemen Investasi.
    2. Reksa dana pasar uang untuk periode waktu tiga tahun Reksa Dana MNC Dana Lancar dari PT MNC Asset Management.

  6. #36
    Citizen waterblow's Avatar
    Join Date
    Jul 9, 2012
    Posts
    2,139
    Mentioned
    778 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Mengapa Return Reksadana Pendapatan Tetap tidak "Tetap"?




    Mungkin ada beberapa di antara Anda yang memiliki reksadana pendapatan tetap(RDPT) sering bertanya-tanya, mengapa return RDPT tiap bulan tidak "tetap" seperti namanya? Bukankah portfolio RDPT adalah obligasi yang notabene memberikan bunga (kupon) secara periodik?
    Permasalahannya, besar kupon untuk masing-masing obligasi itu berbeda-beda, ada yang besar, ada yang kecil. Logikanya semakin besar kupon yang diberikan, tentu semakin tinggi harga suatu obligasi. Selain itu, jika sebuah obligasi menawarkan kupon yang lebih kecil daripada SBI, apakah kita mau membeli obligasi tersebut dengan harga mahal? Tentu tidak kan? Lebih aman kita menaruh uang kita di SBI yang risikonya lebih rendah dan memberikan return yang lebih tinggi.
    Lalu mengapa jika suku bunga naik, harga obligasi turun? Jika suku bunga naik, maka selisih bunga obligasi dengan SBI akan semakin kecil sehingga harganya menurun.
    Secara teoretis, harga sebuah obligasi dapat dihitung sebagai berikut:
    Hidden Content
    di mana :
    Kupon : bunga yang dibayar secara periodik
    Harga_Par : jumlah pokok yang akan dikembalikan saat jatuh tempo
    r : suku bunga acuan (dalam hal ini adalah SBI)
    T : jumlah periode pembayaran bunga yang tersisa

    Cara membacanya : harga suatu obligasi merupakan nilai saat ini dari jumlah kupon dan pokok yang akan diberikan di masa datang.
    Nilai saat ini dari kupon dan pokok di masa datang akan didiskon oleh suku bunga acuan. Artinya jika pokok yang akan dikembalikan pada saat jatuh tempo adalah 100 pada 3 tahun mendatang, maka nilai saat ini dari pokok tersebut bukan 100 tetapi di bawahnya. Bisa 90, 80, tergantung dari besar suku bunga acuan. Mengapa nilai saat ini lebih kecil dari nilai di masa datang? Karena kita selalu memiliki pilihan untuk menaruh uang kita di SBI dan bukan obligasi.
    Sekarang mari kita perhatikan perhitungan harga obligasi di atas.

    1. Karena suku bunga acuan (r) merupakan kompenen penyebut, terlihat bahwa jika r naik, maka harga obligasi akan turun.
    2. Semakin besar kupon, maka harga obligasi akan semakin tinggi.

    Tentu saja harga yang terjadi sebenarnya di market belum tentu sama dengan harga teoretis karena tiap-tiap investor memiliki pertimbangan mengenai harapan suku bunga acuan ke depan dan kemungkinan sebuah perusahaan yang menerbitkan sebuah obligasi bangkrut.
    Contoh perhitungan:
    Kita akan menghitung berapa harga obligasi Bumi Serpong Damai I tahun 2003. Untuk menghitungnya bisa menggunakan microsoft excel dengan formula :
    PRICE(settlement,maturity,rate,yld,redemption,freq uency,basis)
    di mana :

    • settlement adalah tanggal pembayaran kupon terdekat
    • maturity adalah tanggal jatuh tempo
    • rate adalah besar kupon obligasi
    • yld adalah besar suku bunga acuan
    • redemption adalah besar pokok yang akan dikembalikan pada saat jatuh tempo
    • frequency adalah frekuensi pembayaran bunga per tahun
    • basis adalah jumlah hari dalam satu bulan dan dalam setahun (untuk sederhananya kita menggunakan 30 hari sebulan dan 360 hari setahun)

    Data perhitungan adalah seperti di bawah ini :
    Hidden Content
    Terlihat bahwa secara teoretis harga obligasi Bumi Serpong Damai tersebut seharusnya adalah 103.31, namun harga yang terjadi di pasar adalah 102. Hal tersebut wajar saja karena setiap investor tentu memiliki pendangan tersendiri mengenai besarnya suku bunga di masa depan.
    Saat ini, NAB RDPT dihitung berdasarkan harga terjadi di market(marked to market). Karena itu, berdasarkan pembahasan kita di atas, sudah jelas bahwa return RDPT tidak "tetap" dan sangat mungkin berfluktuasi tergantung harapan besar suku bunga acuan di masa depan.



    sumber Hidden Content

  7. #37
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Reksadana Saham dengan penurunan lebih kecil dari IHSG (per 25/06/13, ditulis berdasar abjad)
    Dirangkum dari infovesta.com

    Archipelago Equity Growth
    Emco Growth Fund
    First State Indoequity High Conviction Fund
    Grow 2 Prosper
    Lautandhana saham sya
    Mega Asset Maxima
    Millenium Equity
    Millenium Equity Growth Fund
    Rencana Cerdas
    RHB OSK Alpha Sector Rotation
    RHB OSK Indonesia Dynamic Resources Plus
    RHB OSK Prime Equity Fund

  8. #38
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Bu mod Lena
    Kira kira thread ini bs jadi sticky ga ya? Kalo gbsa, apa kekurangan nya supaya kt lngkapi

  9. #39
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Kenapa CUT LOSS tidak perlu dilakukan di reksadana
    (pure my opinion ya. Maaf jika ada kekurangan)

    1. Cut loss (CL) gunanya meminimalisir kerugian dari harga instrumen investasi yang makin turun,
    biasanya dilakukan karena yakin bhw harga akan terus turun,atau butuh uangnya(kalo trader ya untk beli saham lain)

    2."yakin bhw harga akan terus turun" » kalo di saham, mungkin perusahaannya kacau mau bngkrut atau sektornya lg jelek banget.
    HARUSNYA KALO INVES DI RD GAUSA MIKIR DAN PANIK SAMPE SEGININYA karna: Manajer Investasi itu lebi ahli dan makanya itu kan kita titipin duit kt untk dikelola.

    3. ]Manajer Investasi (MI) itu lebi ahli dan makanya itu kan kita titipin duit kt untk dikelola
    Nah makanya pilih RD oke dari MI yang oke. Jadi we have TRUST in them.
    (how to pick RD ada di page 1 thread ini)

    4. Cut loss adalah bag dr trading. RD ga oke u/trading karna fee nya lumayan besar.. Dan kalo emang mau trading mah di saham aja skalian.

    5. Kalo harga turun = saatnya BELI bukan jual karena tjuan awal adalah investasi
    Namanya aja "Investasi Reksadana" bukan "Trading Reksadana" (now that would be funny)

    6. Reksadana dciptakan untk mempermudah kt berinvestasi. Jadi janganlah sampai pusing gara2 mikir harus CL segala.. Salah tempat Hidden Content


    Sekian dan terimakasih

  10. #40
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    kadang ada yang mixed up antara trading dan investasi bahkan dalam reksadana..
    smoga artikel ini bermanfaat ya...

    sumber:
    http://analisa-hargawajar-saham.blogspot.com/2012/07/curhat-seorang-teman-bingung-antara.html?m=0
    Belajar analisa harga wajar saham (untuk investor pemula)...
    khusus untuk investasi, bukan untuk trading.. Hidden Content

    Selasa, 24 Juli 2012

    Curhat seorang teman --- bingung antara trading dengan investasi
    Tadi pagi saya bbm-an sama teman. Dia kliatan bgtu tertekan bgt. Dia selama ini suka niat untuk investasi long term di saham. Katanya sih utk nyiapin dana kuliah anaknya yang sekarang masih sekolah di bangku SD.


    Yg dia curhatin, suaminya yang ternyata ngga sepaham sm dia tentang caranya berinvestasi saham.


    Jadi ceritanya begini. Teman saya ini jd member di salah satu sekuritas yang suka kasih rekomendasi untuk swing trading di beberapa saham. Karena untuk swing trading, jadi sekuritas ini cuma kasih rekomendasi paling hanya sekali seminggu. Lengkap dengan analisis ekonomi makro dan mikro terhadap saham tersebut, juga dengan trading plannya. Berapa stop loss-nya,target price-nya.


    Singkat cerita, teman saya ini bbrp kali sempat Cut loss (CL), terus habis dia CL eehhh... sahamnya naik lagi. Dan dia suka ketinggalan untuk buy back lagi. Hasilnya ya dia suka melongo aja bgtu liat sahamnya naik terus. Beberapa kali dia sperti itu. Oya, teman saya ini ibu rumah tangga yang baru belajar trading (mungkin belum sampai 2 tahun di market), dan karena dia harus anter-jemput anaknya sekolah dan les tiap hari, otomatis dia juga ga bisa sering-sering ngikutin market.


    Karena dia sering CL, suaminya protes. Kok saham untuk investasi malah di-CL?


    Dia tanya brokernya, apa iya setiap kena stop loss harus CL.


    Kt brokernya, "iya bu, untuk membatasi rugi!"


    Karena brokernya bilang bgtu, dia ngikutin arahan broker krn asumsi dia, brokernya itu lebih pintar daripada dia dlm bisnis saham.


    Tapi suaminya kekeuh bilang kalo cara dia ngga benar. Dan menangislah teman saya ini karena merasa ngga dipercaya sama suaminya...


    Begitu dia cerita sama saya, saya langsung nanya, "say, elo niatnya beli saham itu untuk investasi atau untuk trading?"


    Dia jawab, "untuk investasi long term, fit"


    "Kalo untuk investasi long term, elo kenapa jual karena kena stop loss?"


    "Karena kalo ngga dijual, nanti dia makin turun, gue makin gede ruginya, fit"


    "nahhh, kalo gt, kayanya elo masih mixed up antara trading sm investasi. Kalo elo niatnya beli untuk investasi, mestinya begitu beli, elo akan hold dulu agak lama. Minimal liat sampai laporan keuangan terbarunya keluar nanti. Klo memburuk, elo bisa jual. Tapi kalo niat elo untuk trading, elo harus jual begitu kena stop loss. Karena elo harus batasi kerugian elo."


    "jadi stop loss itu untuk trading ya, fit?"


    "ya iya lah say. Kalo investor, ga mau jual karena kena stop loss. Biasanya investor cm mau jual kalo sahamnya udah ga bagus lagi atau kurang prospektif di masa depan. Kalo sahamnya turun, investor malah seneng karena bisa nambah beli di harga lebih murah. Dan suami loe bener. Kalo memang itu dana untuk biaya kuliah anak loe, ya mendingan elo buy and hold aja. Jangan ikutin stop loss dari broker. Lagian broker juga ngga selalu bisa kasih rekomendasi buy at the bottom dan sell at the top. Sering juga kita jual terus dia malah naik, atau kita beli terus dia turun. Akhirnya yang ada modal malah menyusut karena habis di fee broker. Broker sih malah seneng kalo elo semakin sering transaksi, karena fee dia jadi makin gede".


    Akhirnya teman saya ngga bingung lagi. Karena dia jadi tau tujuannya beli saham itu sekarang untuk apa.


    Dari bbm-an sm dia, saya jadi dpt ilham untuk nulis di sini. Siapa tau yang begini ngga cuma teman saya aja. Karena investor pemula, biasanya sering ngalami seperti ini, termasuk saya dulu.


    Saya masih ingat, ada seorang tokoh senior yang saya suka ikuti kursusnya di awal-awal nyebur di saham dulu, dia selalu bilang : kalo kita mau kaya dari pasar modal, itu butuh waktu. Dan cara terbaik menjadi kaya dari pasar modal adalah dengan berinvestasi di saham. Cukup beli saham berfundamental terbaik dan biarkan saham itu bekerja untuk diri kita. Tiap tahun kasih deviden. Tiap tahun harganya selalu naik, karena terus mencetak all time high.


    Kalo mau trading, hanya gunakan MAKSIMAL 10% dari dana yang ada saja. Yang 90%, investasikan di saham atau reksadana saham terbaik.


    Kenapa untuk trading maksimal hanya 10%? Karena trading itu beresiko, terutama bagi pemula yang ilmunya masih minim atau jarang punya waktu untuk terus memantau market. Semakin besar dana yang digunakan untuk trading, akan semakin besar potensi kerugian kita apabila ilmu kita masih minim. Tapi kalo investasi, walaupun pemula, selama dia hanya beli saham fundamental bagus, didiamkan saja pun sahamnya akan terus naik harganya karena terus mencetak kenaikan laba.


    Jadi mudah-mudahan bisa jelas, ya.


    1. Tetapkan dulu, apakah saham yang kita beli ini untuk investasi atau trading.


    2. Apabila untuk trading, jangan beli lebih dari 10% dana yang kita miliki.


    3. Kalau memang untuk trading, bikin trading plan-nya. Berapa buy point, berapa stop lossnya, berapa target pricenya.


    4. Kalau untuk trading, jangan pakai margin. Margin adalah cara tercepat untuk bikin kita kaya mendadak atau miskin mendadak.


    5. Kalau untuk investasi, pastikan bahwa saham yang kita beli ini adalah saham berfundamental bagus. Menurut warren buffet, belilah saham yang apabila setelah kita beli dan kemudian bursa saham tutup pun, hati kita akan tetap tenang untuk menyimpan saham tersebut dalam jangka waktu lama. Beli bisnisnya, jangan cuma sahamnya.


    6. Kalau untuk investasi, usahakan bisa kita hitung berapa harga wajarnya, sehingga bisa kita tetapkan di harga berapa kita akan beli saham tersebut.


    7. Walaupun untuk investasi, jangan pernah ragu untuk jual saham yang emitennya rugi! Kalau laba perusahaan turun, masih ada investor yang mau hold sahamnya. Tapi kalo perusahaan sampai rugi, investor ga akan mau pegang saham itu lagi...


    Oya, sekali lagi saya tulis, selama kondisi makro indonesia masih seperti ini :


    1). BI rate di bawah 10%


    2). Inflasi di bawah 10%


    3). GDP terus tumbuh


    Insya allah investasi saham adalah investasi terbaik untuk mengembangkan kekayaan.


    Untuk lebih detilnya, bisa dibaca di buku happy investing jhon veter yang white edition. Bener bagus tuh bukunya untuk belajar manajemen portofolio. Kita jadi tau kapan sebaiknya kita pindah ke emas, kapan di saham, kapan di property, kapan juga di deposito.


    Ok, mudah-mudahan tulisan saya ini bs bermanfaat untuk yang lain, ya. Kalo ada salah tulis, saya mohon dikoreksi, karena saya juga masih belajar.. Hidden Content


    Selamat berinvestasi ya.. Hidden Content semoga kita semua bisa membangun kemakmuran masa depan dengan menjadi investor saham.. Hidden Content




    Regards,


    - V3 -
    Diposkan oleh Fitry.V3 di 22.30
    Last edited by ladyprimadewi; Jul 12, 2013 at 06:23 AM.

  11. #41
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    inidewi
    Posted: 01:53 PM Today
    Posts: 316

    mak lady,
    mo tanya klo cara analisis n evaluasi rd2 yang dah qta beli tuh gmn ya mak? klo plannya buat di atas 10th, tutup mata aja, baru klo dah bener2 keadaan parah, misal spt yang disebut seblumnya perush nya mo bangkrut, nah masi bingung nih dengan langkah selanjutnya stelah pembelian n top up rutin..
    maaf klo pertanyaannya nubie bgt ?:-)
    Answered by waterblow

    (maaf water aku edit dikit ya)
    Inidewi
    skali2 ceki2 ihsg, klo turunnya misal 100, dari 4500 jadi 4400 bisa di top up manual diluar DCA. Trus cek kinerjanya, menurut yg aku pernah baca disarankan 6bulan ato 1 taun sekali, kan pasti dapet laporannya tu tiap bulan, bisa juga cek via bloomberg, hasil catatan laporan atau cek dari infovesta.
    Trus dibandingkan sama RD sejenis, misalnya sesama RDS konsumer, klo yg lain ijo, dan RDSmu merah sendiri, baru deh siap" , entah mau dihold (karena percaya ama RDnya), sambil top up mumpung murah, atau di switch ke RDS yang lain.
    Tapi kan ad economic circle tu, ad masa2nya saham2 itu berotasi (maksudnya sektor2 saham tu ada masanya tinggi, ada masanya rendah dan biasanya berbarengan 1sektor kompak naik smua atau turun semua) dan mencetak gain.
    Tau isu2 dasar aku rasa jg perlu. Misalnya kaya skali2 nonton kabar2pasar ditv, baca web kontan, plus nongkrong dimari. Smoga membantu. Cmiiw ya ladies ?:-) ,
    oiya mau sharing, tmenku ad udah lama pegang SDI, SDI yg dulu juara sempet melempem banget gara2 megang BUMI, aku tanya tmenku , ttp dipegang ga? Dia jawab tetep dipegang, eh taunya naik lagi si SDI, kan MI ga bole cut loss saham sembarangan kan, makanya dipegang. So, trust itu penting deh kayana, kaya dulu ad yg ngeluh bnp infrastruktur melempem, eh kemaren2 gainnya lumayan banget. ?:-) (karena 1taun blakangan sektor ini emang lg naik) HTH ya



    Answered by ladyprimadewi

    Inidewi
    Wah ptanyaan bgus
    Smentara yg bs aku blg si ditengok aja tiap bulan,khusus rds n rdc ya..dia gain brapa los brapa, lalu compare pertamatama dg ihsg dulu, kalo rds syariah dg issi...
    Harusnya angkanya at least mirip atau malah lebi bagus..
    Kalo lebi buruk dr index dalam katakan 6bln,km liat rds mu tu mungkn sektor tertntu. Ntah k0nsumer, infra, kom0diti.
    Cnth,liat deh rds yang mengkhususkan di kmditi (commodity/komoditas biasanya nama blakangnya), ratarata jelek 2taun trakhir. Karna emang saham d sektor tsb lg tertekan.
    Smentara rds2 yang br aja terbit lastyear dan khusus di infrastrktur+knstruksi pasti gain nya tinggi kan. Yah jangan heran juga kalo 1bln ni juga merah dalem,karna sektor tsb (terutama knstruksi) lg babakbelur.

    Intinya dibandingkan sama index,kmudian kalo perlu br dbedah isinya apa.
    Last edited by ladyprimadewi; Jul 12, 2013 at 05:44 PM.

  12. #42
    Citizen waterblow's Avatar
    Join Date
    Jul 9, 2012
    Posts
    2,139
    Mentioned
    778 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Dapat dari blog pak Rudiyanto

    Return reksa dana dihitung dari pergerakan NAB/Up (harga) reksa dana.
    Sebagai ilustrasi
    Harga reksa dana A, awal tahun 1000 akhir tahun 1200
    Harga reksa dana B, awal tahun 2000 akhir tahun 2400

    Pergerakan harga A adalah +200 dan harga B adalah +400
    Kalau return:
    A = +200 / 1000 (harga awal tahun) = 20%
    B = + 400 / 2000 = 20%

    Jadi hubungan dan perbedaan antara harga dengan return mudah2an bisa dijelaskan di atas. NAB/Up reksa dana ditentukan dari seluruh Nilai Aktiva reksa dana yang terdiri dari Kas, Piutang, Deposito, Obligasi, dan Saham dikurangi dengan kewajiban reksa dana yang terdiri dari hutang atau pembayaran yang jatuh tempo, biaya-biaya dan pajak dibagi dengan jumlah unit penyertaan reksa dana yang beredar. Hasil pengurangan antara aset dengan kewajiban disebut Nilai Aktiva Bersih [NAB] (sering disebut juga Jumlah Dana Kelolaan reksa dana). Hasil pembagian antara NAB dengan Jumlah unit sering disebut harga atau disingkat menjadi NAB/Up. Nah, harga tersebut akan berfluktuasi sesuai dengan perubahan komponen2 yang menjadi aset reksa dana

  13. #43
    Citizen waterblow's Avatar
    Join Date
    Jul 9, 2012
    Posts
    2,139
    Mentioned
    778 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Dapet dari kaskus

    Belajar dari kasus Bank Century ini, maka sebelum berinvestasi di suatu reksadana, ada baiknya kita:



    I. Memeriksa apakah tempat kita membeli reksadana tersebut terdaftar sebagai APERD (Agen Penjual Efek Reksadana).

    Dari situs Bapepam, daftar Agen Penjual Reksadana yang terdaftar (per saat artikel ini ditulis) adalah:



    1.*PT Bank CommonWealth

    2.*American Express Bank Ltd.

    3.*PT Bank Niaga

    4.*Deutsche Bank AG

    5.*PT Bank DBS Indonesia

    6.*PT Bank Internasional Indonesia (BII)

    7.*PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

    8.*PT Citibank NA Cabang Indonesia

    9.*Standard Chartered Bank Indonesia

    10.*PT ABN AMRO Bank (yang sekarang tampil dengan nama baru RBS)

    11.*PT BRI (Persero) Tbk

    12.*PT Bank Buana Indonesia TBK (sekarang lebih dikenal dengan nama UOB Buana)

    13.*Bank Permata Tbk

    14.*PT HSBC Ltd

    15.*PT Bank Lippo Tbk

    16.*PT Bank Danamon Tbk

    17.*PT Bank Bukopin Tbk

    18.*Bank BCA Tbk

    19.*Bank NISP Tbk

    20.*PT Bank Mayapada Internasional Tbk

    21.*PT Victoria Internasional Tbk

    22.*PT Bank SinarMas

    23.*PT Bank Panin Indonesia Tbk

    24.*PT Bank Mega Tbk

    25.*PT Bank Syariah Mandiri

    26.*PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk

    27.*PT BNI (Persero) Tbk



    Jika selama ini anda membeli Reksadana tidak langsung dari Pengelola Reksadana tersebut, melainkan melalui agen penjual, periksalah apakah tempat anda membeli Reksadana masuk dalam daftar di atas. Jika tidak, ada baiknya diselidiki lebih lanjut.

    PS: Sekali lagi saya ingatkan bahwa data di atas adalah data yang saya dapatkan di situs Bapepam pada saat artikel ini ditulis. Jika anda membaca artikel ini dalam kurun waktu yg lama setelah artikel ini ditulis, ada baiknya dikonfirmasikan kembali di situs Bapepam.



    II. Memeriksa apakah reksadana yang kita beli telah terdaftar dan memiliki izin dari Bapepam LK

    Ini bisa dilakukan melalui situs Bapepam. Link yang saya temukan ada dua:



    1.*Hidden Content

    2.*Hidden Content



    Sayangnya, saat ini keduanya sedang down karena ada pengembangan sistem dan aplikasi baru. Sementara sistem online ini masih diperbaiki, mungkin pilihan yang tersisa adalah dengan konfirmasi langsung ke Bapepam (per telpon).



    III. Ada baiknya juga mengkonfirmasi apakah orang yang menjual Reksadana kepada anda memiliki izin sebagai Wakil Perusahaan Efek ataupun Wakil Agen Penjual Efek Reksadana (WAPERD)

    Berdasarkan Peraturan Nomor V.B.2 (2006) tentang Perizinan Wakil Agen Penjual Efek Reksa, ditetapkan bahwa:

    Untuk mencegah terjadinya kekeliruan penyampaian informasi dalam memasarkan produk Reksa Dana, maka penjualan Efek Reksa Dana hanya dapat dilakukan oleh orang perseorangan yang memiliki izin sebagai Wakil Perusahaan Efek ataupun Wakil Agen Penjual Efek Reksadana (WAPERD)


    Ini ditekankan lagi dalam Peraturan Nomor V.B.3 (2006) tentang Pendaftaran Agen Penjual Efek Reksa Dana bahwa:

    Pegawai Agen Penjual Efek Reksa Dana yang melakukan penjualan Efek Reksa Dana wajib memiliki izin orang perseorangan sebagai WAPERD

    Tidak ada salahnya memastikan bahwa orang yang melayani pembelian reksadana anda selama ini memiliki izin WAPERD untuk menghindari adanya informasi yang tidak akurat karena kurangnya kualifikasi orang tersebut.



    IV. Jangan lupa untuk : BACA, BACA dan BACA KEMBALI prospektus reksadana yang diterima.

    Ingat, pada akhirnya, yang bertanggung jawab atas uang kita adalah kita sendiri. Membaca prospektus dengan teliti adalah sesuatu yang wajib dilakukan oleh setiap investor.

  14. #44
    Elite Citizen
    Join Date
    Jun 30, 2010
    Location
    none of your business
    Posts
    3,106
    Mentioned
    443 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    Info tentang Bank Commonwealth selaku salah satu agen penjual reksadana


    PENDAHULUAN

    Pilihan produk Investasi untuk masa depan Anda

    Commonwealth Bank menyediakan berbagai pilihan produk investasi dan Reksa Dana yang di kelola oleh Manajer Investasi terbaik untuk memberikan hasil investasi yang optimal dalam mencapai tujuan keuangan Anda di masa depan. Semua ini tersedia dalam layanan CommInvest.
    Mengapa CommInvest?
    Pilihan produk yang terbaik

    CommInvest menyediakan beragam pilihan produk reksa dana yang berkualitas dengan karakteristik dan tingkat risiko yang berbeda-beda. Didukung oleh staf penjual berpengalaman dan bersertifikasi, Commonwealth Bank siap membantu Anda dalam berinvestasi sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Anda.
    Investasi yang optimal dan aman

    Commonwealth Bank bekerja sama dengan para Manajer Investasi terbaik yang memiliki reputasi, kredibilitas, dan pengalaman baik nasional maupun internasional, serta turut melakukan seleksi dan pemantauan terhadap produk-produk reksa dana untuk memastikan investasi yang optimal dan aman sesuai dengan peraturan Pasar Modal yang berlaku.
    Investasi teratur dan mudah dengan AutoInvest

    Tersedia fasilitas AutoInvest untuk membantu Anda membangun portofolio investasi dengan mudah. Anda dapat dengan leluasa menentukan sendiri tanggal pendebetan dana dari rekening secara otomatis dan rutin setiap bulan untuk diinvestasikan ke dalam produk reksa dana pilihan Anda.
    Kenyamanan bertransaksi
    Anda dapat melakukan transaksi pembelian, pengalihan, dan penjualan kembali unit Reksa Dana melalui cabang-cabang Commonwealth Bank dan juga melalui layanan Internet Banking dan Mobile Banking yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi.
    Transparansi dan pemantauan
    Anda akan menerima laporan bulanan terpadu untuk melihat semua transaksi dan memantau pertumbuhan investasi Anda.
    Tahukah Anda?
    Commonwealth Bank merupakan Supermarket Reksa Dana terbesar di Indonesia.
    Didukung oleh Commonwealth Bank of Australia yang merupakan bank terbesar di Australia, Commonwealth Bank adalah bank pertama yang mendapatkan ijin sebagai Agen Penjual Efek Reksa Dana dari BAPEPAM-LK. Kini Commonwealth Bank memiliki lebih dari 300 staff bersertifikat Wakil Agen Penjual Efek Reksa Dana yang siap melayani Anda di 78 kantor cabang di Indonesia.
    Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun, Commonwealth Bank merupakan supermarket reksa dana terbesar di Indonesia dan bekerja sama dengan para manajer investasi terkemuka seperti:
    PT. Schroders Investment Management Indonesia
    PT. BNP Paribas Investment Partners
    PT. First State Investment Indonesia
    PT. Manulife Aset Manajemen Indonesia
    PT. Mandiri Manajemen Investasi
    PT. Danareksa Investment Management
    PT. Bahana TCW Investment
    PT. PNM Investment Management
    PT. Batavia Prosperindo Aset Manajemen
    PT. CIMB Principal Asset Management
    PT. Nikko Securities Indonesia
    sumber» Hidden Content


    FASILITAS AUTOINVEST

    AutoInvest
    DO MORE with your money!

    Investasi hanya dengan Rp100.000

    Dengan AutoInvest, kini berinvestasi reksa dana menjadi mudah dan terjangkau.

    AutoInvest adalah layanan dari Commonwealth Bank yang memberikan kemudahan untuk berinvestasi pada reksa dana secara berkala dengan jumlah investasi yang terjangkau. Hanya dengan Rp100.000, Anda dapat mulai berinvestasi pada reksa dana secara berkala menggunakan fasilitas auto debit setiap bulannya

    Manfaat dari AutoInvest adalah :

    Hasil investasi yang optimal
    Berinvestasi secara berkala akan memberikan potensi pertumbuhan modal yang lebih optimal dibandingkan investasi secara sekaligus. Dengan jumlah yang terjangkau, maka investasi pun dapat dimulai sejak dini.
    Kebebasan
    Anda bebas untuk memilih lebih dari 40 produk reksa dana terbaik sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Anda. Anda juga bebas untuk menentukan jumlah investasi per bulan yang sesuai dengan keuangan Anda.
    Fleksibilitas
    Anda fleksibel dalam menentukan tanggal dan jangka waktu investasi yang diinginkan.
    Kenyamanan
    Investasi akan dilakukan melalui pendebetan secara otomatis (auto debit) dari rekening Anda setiap bulan.
    Transparansi
    Anda dapat memonitor perkembangan investasi reksa dana secara lengkap dan terpadu melalui laporan bulanan dan Internet Banking.


    REKSADANA YANG DIJUAL MELALUI BANK COMMONWEALTH:
    Hidden Content arentcode=483


    TARIF DAN BIAYA TRANSAKSI JUAL BELI REKSADANA MELALUI BANK COMMONWEALTH:
    Hidden Content ode=483
    Last edited by ladyprimadewi; Jul 14, 2013 at 07:39 PM.

  15. #45
    Citizen waterblow's Avatar
    Join Date
    Jul 9, 2012
    Posts
    2,139
    Mentioned
    778 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Info tentang reksadana - info only- no chitchat - chitchat di thread satunya

    sekilas tentang RD SAM *dirangkum dari trit sebelah :

    daftar berkas yang diperluin untuk SAM:
    1. Formulir Pembukaan Rekening Reksa Dana – hanya untuk pertama kali
    2. Kartu Spesimen Tanda Tangan (2 copy) – hanya untuk pertama kali
    3. Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan Reksa Dana
    4. Copy Kartu Identitas dan NPWP
    5. Bukti transfer dana

    Untuk berkas 1 - 3 : (bisa download dari website SAM)

    bisa cek ini buat liat sahamnya SAM.
    Hidden Content

    dokumen pembukaan awal account di Samuel Asset Management bisa dikirim lewat pos, untuk subcriptionnya bisa dikirim lewat email atau fax. Gak perlu tatap muka. Bisa autodebet juga kok ada form nya. Hidden Content

    Cara Pemesanan Investasi Reksa Dana SAM

    1. Mengisi formulir dan melengkapi dokumen untuk persyaratan pembukaan rekening Reksa Dana di PT Samuel Aset Manajemen, sebagai berikut:
      a. Hidden Content – hanya untuk pertama kali
      b. Hidden Content (2 copy) – hanya untuk pertama kali
      c. Hidden Content
      d. Fotocopy Kartu Identitas dan NPWP (individu)
      e. Fotocopy Dokumen sesuai persyaratan (institusi)
    2. Menyetorkan dana ke rekening penampungan Reksa Dana sesuai produk reksadana yang dipilih.
    3. Mengirimkan dokumen (poin 1) dan fotocopy bukti transfer (poin 2) ke alamat:
      PT Samuel Aset Manajemen
      Menara Imperium Lt. 25
      Jl. HR Rasuna Said Kav.1
      Jakarta 12980
    4. Untuk mendapatkan harga NAB pembelian hari yang sama, seluruh dokumen harus sudah diterima sebelum jam 12.00 WIB (cut off time) dan dana sudah masuk (fund in) ke rekening penampungan reksa dana. Dokumen dapat dikirimkan terlebih dahulu melalui fax ke no. +62-21-83703278 atau email ke Hidden Content . Selanjutnya, dokumen asli dikirimkan via kurir atau pos ke PT Samuel Aset Manajemen.
    5. Untuk investasi selanjutnya (top up), dokumen yang perlu dilengkapi dan diserahkan:
      a. Formulir Pemesanan Pembelian Unit Penyertaan
      b. Fotocopy bukti transfer dana
    6. Pemberitahuan pemesanan investasi melalui formulir pemesanan pembelian unit penyertaan yang diterima sebelum jam 12.00 WIB akan dibukukan dengan NAB hari yang sama (H=0), sedangkan formulir dan pemberitahuan yang kami terima 12.00 WIB akan dibukukan keesokan harinya (H+1), dengan kondisi dana telah diterima di rekening penampungan Reksa Dana dimaksud.
    7. Sesuai ketentuan prospektus, surat atau bukti konfirmasi pembelian unit penyertaan Reksa Dana akan dikirimkan oleh bank kustodian melalui alamat surat menyurat, kurang lebih 7 hari kerja sejak formulir lengkap diterima pihak bank kustodian.
    Last edited by waterblow; Nov 20, 2013 at 04:50 AM.

Page 3 of 10 FirstFirst 1 2 3 4 5 ... LastLast