Page 12 of 12 FirstFirst ... 2 10 11 12
Results 166 to 171 of 171
  1. #166
    Citizen deasyceline's Avatar
    Join Date
    Mar 13, 2010
    Location
    cat world
    Posts
    1,358
    Mentioned
    286 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Failure to Thrive (Gagal Tumbuh)

    @Hidden Content
    mbak ciri bayi kena isk gimana? selain test. jadi isk ini ada hub dengan kenaikan bb ya. tapi dsa yg ku kunjungi .ada 3 dsa saya bergantian koq gak pernah mention ya untuk test.a
    nak saya bayi alergi berat aja. 11 bulan tidak bisa mencerna protein tinggi termasuk dari sayuran . yg saya pikir itu yg membuat bb nya susah naik. ini dimulai dari masa awal saya gak kasih asi lagi 5 bulan. beralih ke sufor hipoalergenik ekstensif dan asam amino.yg anehnya di anak lain buat gemuk di anak saya malah biasa aja cuman nyambung hidup susu ini. anak saya gemuk kalau minum soya sayangnya dia alergi soya juga. serta mpasi 11 bulan hanya bisa basic diet nya dr widodo.
    coba bahan mpasi dgn eliminsasi provokasi terbuka selalu muncul ruam.
    bayi saya ketika masih asi sampai 5 bulan bb nya bagus selalu di zona hijau .jadi bb yg turun ini dimulai ketika tidak asi dan alergi yg selalu on off

  2. #167
    Lurker
    Join Date
    Aug 16, 2017
    Posts
    15
    Mentioned
    5 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Failure to Thrive (Gagal Tumbuh)

    Halloo, saya newbie nihhh. duh seneng bgt nemu bahasan ini. Krn sbnrnya sdh hampir putus asa dan sempet berpikir ya sdhlah yg penting anaknya happy terus. Kendala di kesehatan paling sering flu pilek batuk dikit. Dugaan ku krn debu di kamar aja. Tp dulu punya history TBC ketularan om nya.

    Anaknya sdh 6thn tapi berat masih 16kg gk naik2 lagi. Tinggi sekitar 110cm ya. Termasuk yg paling kecil di kelas SD nya. Sdh ke dokter dibawah ini :
    5. dr. Badriul Hegar di RS Premier Bintaro
    6. dr. Bambang Trijaya di RS Hermina Jatinegara

    Yg Badriul sempet di beri obat puyer sm beliau dan lumayan bagus hasilnya naik 1kg. abistu stagnan lg setelah 3-4 bln. Trus ke dr Bambang katanya di boost makanan2 berkalori tinggi, mayan naik tapi gampang turun juga Hidden Content . Jd skrg lg hopeless sih. Mdh2an ketemu thread jd penyemangat kembali. Tks moms semua

  3. #168
    Lurker
    Join Date
    Nov 17, 2014
    Posts
    3
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Failure to Thrive (Gagal Tumbuh)

    ini ada tulisan viral tapi ga tau sumber nya darimana mom.

    mudah2 an memberi secercah harapan buat saya dan momi2 disini.

    Waspada Growth Faltering (Gagal Tumbuh)

    Bismillah,

    Saya ingin berbagi cerita tentang hasil investigasi pertumbuhan Ilona. Semoga ada pelajaran yang bisa diambil dari kisah kami.

    Ilona, di usianya yang ke-16 bulan, beratnya 7.2kg. Lahir dgn berat badan 2,5kg dan bertumbuh baik sampai usia 3 bln. Setelah itu grafiknya mulai berpindah, yang saya ingat saat itu Ramadhan dan saya berpuasa. Yang saya rasakan, produksi ASI memang tidak sebanyak sebelumnya. Tapi saya merasa tak apa berpuasa, karena ketika menyusui Seena saya juga tetap berpuasa. Sayangnya saya melupakan paramater usia bayi. Di masa Seena, kondisinya tidak saat menyusu eksklusif.

    Setelah usia 6bln, pertumbuhannya stagnan 3 bulan berturut-turut, dan saya masih optimis BB-nya akan bisa dikejar. Yang di kemudian hari, saya sangat menyesali tidak segera mencari pertolongan. Padahal grafiknya saja sudah menunjukkan growth faltering.

    Karena saat itu saya merasa perkembangannya sangat baik, sesuai milestone. Saya pikir mungkin karena anaknya sangat aktif, mulai merangkak kesana kemari. Santai dulu deh...
    Apalagi dengan begitu banyak komentar, "Ibunya aja mungil." Bagian ini, sejak saat ini harus disingkirkan ya, Bu. Lebih baik segera konsultasikan dengan dokter. Jangan ditunda-tunda.
    Saya sampai berpikir, bahaya jika banyak yang berpikiran anak mungil karena orang tua mungil, nanti jadi terlalu banyak toleransi yang malah merugikan, keturunan kita tidak bertumbuh semakin baik, nanti manusia akan semakin mengecil dari abad ke abad. 😅

    Sampai berbulan-bulan kemudian, kenaikan BB Ilona sangat sulit. Tidak sesuai dengan indikator pertumbuhan. Karena di 3 bln sblmnya sempat stagnan, maka PR-nya luar biasa. Lagi-lagi, saya masih asyik bercanda dengan teman-teman, "Gpp lah...yang penting masuk surga". Duh, padahal jelas ngga nyambung 'kan, ya?
    Ah itu 'kan demi menghibur diri sendiri aja...

    Perhatikan KMS Ilona, ya. Kalau dulu saya sangat concern memetakan berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala Seena setiap bulan, maka di masa Ilona tidak. Saya mulai kendor, karena merasa sudah tahu. Ilona baik-baik saja.

    Usia 12 bln saya konsul ke dokter anak, sekalian screening anemia defisiensi besi (ADB). Ini saya lakukan juga ketika Seena berusia 1thn.

    Saat konsul kondisi Ilona ke dokter pertama, beliau merasa belum perlu screening ADB, yang disarankan adalah ubah pola makan, cukupkah nutrisi, dan mengkonsumsi booster makanan cair tinggi kalori. Saat itu, saya butuh surat rekomendasi ADB, juga ingin sekalian screening ISK untuk mengeliminasi penyebab BB-nya yang sulit naik. Maka akhirnya saya lanjut ke dokter lainnya. Saya berhasil mendapatkan rekomendasi screening ADB sekaligus kultur urine untuk memastikan tidak ada infeksi saluran kemih (ISK). Karena saya pikir, kalau saya kerjakan satu-satu, waktunya terlalu sempit.

    Hasilnya, besi cukup, tapi positif ISK. Maka Ilona terapi antibiotik.

    ---
    Tentang ISK

    Yang perlu diperhatikan untuk menegakkan diagnosis ISK adalah ditemukannya lebih dari 100rb kuman dengan kultur urine.
    Perhatikan hasil kultur urine Ilona pada gambar yang saya sertakan. Ditemukan bakteri Staphilococcus xylosus lebih dari 100rb/mL urine, disertai dengan uji kepekaaan antibiotika.
    Uji kepekaan ini tujuannya untuk menentukan AB mana yang tepat untuk terapi ISK sesuai kuman yang ditemukan.

    Jadi, Bu. Kita berhak mengajukan kultur urine jika dokter menegakkan diagnosis ISK tanpa melalui tes tersebut. Karena terapinya dengan AB, sayang jika ternyata tidak ditemukan bakteri apapun pada urine anak. Intinya jangan sampai under atau over-diagnosis sehingga mengakibatkan under atau over-treatment.
    Setelah terapi AB, anak wajib kultur urine lagi untuk memastikan terapinya efektif dan kumannya sudah dieliminasi (jumlahnya di bawah 100rb/mL).
    ---

    Lanjut ya, setelah ISK dikoreksi, pertumbuhan masih lambat, akhirnya berlanjut ke foto thorax, hasilnya terlihat ada infiltrat dan dicurigai TB primer. Dokter saat itu mendiagnosis TB paru dan menyarankan Ilona langsung terapi TB karena dari hasil skoring, nilainya sudah 6. Untuk skoring TB, baca ini:
    Hidden Content

    Jadi waktu itu skoringnya adalah sebagai berikut:
    1. Kontak dengan penderita TB: 2 (Om-nya penderita TB)
    2. Uji tuberkulin : 0 (karena memang belum dites)
    3. Berat badan/status gizi : 2
    4. Demam yang tidak diketahui penyebabnya : 0
    5. Batuk kronik : 0
    6. Pembengkakkan kelenjar limfekolli, aksilla, linguinal: 1
    7. Pembengkakkan tulang/sendi panggul, lutut, falang : 0
    8. Foto Thorax: 1

    Total skor = 6.

    Saya tanya apakah perlu uji tuberkulin untuk memastikan, menurut dokter tidak perlu karena skornya sudah 6. Tapi saya butuh pegangan lain, karena terapi TB ini dengan meminum AB selama 6 bulan. Saya tidak ingin overtreatment.
    Lalu saya segera cari second opinion di hari yang sama. Sekaligus diskusi dengan suami tentang kasus terbaru ini.
    Dokter yang lain menyarankan untuk tetap uji tuberkulin untuk memastikan. Besoknya saya ke lab lagi, Ilona tes Mantoux. Hasilnya baru bisa dibaca 3 hari kemudian.

    Sambil menunggu hasil Mantoux, saya investigasi ke adik saya tentang TB-nya. Ternyata saya salah hitung, dia sudah sembuh sebulan sebelum Ilona lahir. Maka skor untuk kontak TB jadi 0. Dengan skoring awal, totalnya hanya 3. Artinya butuh uji tuberkulin untuk memastikan lagi. Alhamdulillah saya sempat menunda terapi.

    Setelah 3 hari, jika muncul indurasi >= 10mm, tes Mantoux dinyatakan positif, maka skornya langsung 3.

    Perhatikan indurasi pada tangan Ilona di foto, muncul indurasi yang setelah diukur, diameternya 10mm, artinya tes positif, skornya 3.

    Jadi skor TB-nya kembali 6. Ya, Ilona harus terapi AB selama 6 bulan. Tentu ini wajib dilakukan karena bakteri harus dibunuh dengan AB.

    Alhamdulillah, berakhir sudah investigasi kami. Saya persingkat untuk teman-teman yang hendak memeriksakan anak yang mengalami growth faltering:

    1. Cek pola makan, hitung kalori yg masuk, koreksi dengan diet tinggi kalori.
    2. Cek ADB, jika positif, terapi dengan zat besi/diet tinggi besi.
    3. Cek ISK, jika positif, terapi dengan AB.
    4. Cek TB, jika positif, terapi dengan AB.

    👆Semuanya dengan konsultasi pada ahlinya.

    Baik ADB, ISK, maupun TB pada anak sering tidak menampilkan gejala apapun. Begitu pun di Ilona yang super aktif dan ceriwis sepanjang waktu.

    Oh ya, untuk memantau status pertumbuhan anak, ada yang disebut Z score. Di KMS terbaru katanya sudah disertakan, tapi di KMS Ilona tidak ada. Seena dulu memakai growth chart dari CDC, semua lengkap.
    Z score ini untuk menilai status gizi anak berdasarkan berat badan, tinggi badan, dan usia anak. Lihat di gambar, ya. Ilona saat ini tepat di titik (-3), di sini sudah masuk kondisi gizi kurang. Jika bulan depan tetap di BB skr, akan masuk status gizi buruk.

    Berikut kriteria status gizi secara klinis dan antopometri:

    > 2 SD : gizi lebih
    -2 SD sampai dengan 2 SD : gizi cukup
    >= -3 SD sampai < -2 SD : gizi kurang
    < -3 SD : gizi buruk

    Ini juga yang membuat saya segera ambil tindakan. Gizi buruk tidak melulu karena orang tua yang salah memberi nutrisi, MP-ASI tidak seimbang, dan faktor luar lainnya. Tapi kita harus cek kondisi dalam tubuh anak juga.

    Wajar jika BB Ilona susah naik, karena di dalam fisiknya sedang sakit. Energi yang mestinya digunakan untuk bertumbuh, sebagian digunakan untuk melawan penyakitnya. Nafsu makan juga otomatis turun. Sama ketika seseorang sakit, nafsu makan juga cenderung menurun.

    Pertumbuhan yang terganggu, jika tidak ditanggulangi, dalam jangka panjang bisa mempengaruhi perkembangan, karena keduanya tidak bisa dipisahkan.

    Alhamdulillah lega. Saya persembahkan tulisan ini untuk para Ibu yang pernah menanyakan tindakan apa saja yang diambil saat menghadapi kasus growth faltering Ilona.
    Semoga bermanfaat.

    Akhir kata, mohon do'anya untuk kesembuhan Ilona. Insya Allah TB pada anak tidak menular pada anak lainnya, Allah Mahakuasa yang telah mengatur kondisi seperti ini. Sehingga memungkinkan Ilona untuk tetap beraktivitas tanpa perlu dikarantina.

    Peluk cium untuk semua anak mungil dan tidak mungil di seantero Indonesia 🤗❤

  4. #169
    Lurker
    Join Date
    Oct 10, 2017
    Posts
    1
    Mentioned
    1 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Failure to Thrive (Gagal Tumbuh)

    Salam salut untuk ibu2 hebat disini...
    Topiknya , sharingnya semoga update terus ya buibu..
    Saaya perlu info beli duocal dimana ya ? Terima kasih banyak sebelumnya

  5. #170
    Immigrant lifeafternu's Avatar
    Join Date
    Nov 4, 2015
    Location
    Bekasi
    Posts
    181
    Mentioned
    112 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Failure to Thrive (Gagal Tumbuh)

    Hidden Content Originally Posted by NafHaf Hidden Content
    Salam salut untuk ibu2 hebat disini...
    Topiknya , sharingnya semoga update terus ya buibu..
    Saaya perlu info beli duocal dimana ya ? Terima kasih banyak sebelumnya
    Iya sama ni sama mon @Hidden Content
    Beberapa kali duocal disebut, cari2 di google, tokopedia, shopee, ga ada yg jual di indonesia yaa.. adanya dr luar... mau infonya ya kalo ada yg tau bs beli duocal dimana

    Sent from my ASUS_Z01HD using Tapatalk

  6. #171
    Newcomer
    Join Date
    Jan 28, 2014
    Posts
    79
    Mentioned
    15 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: Failure to Thrive (Gagal Tumbuh)

    Ibu2 gmn progress anak2nya sekarang? Keep update donk.. Ada yg berhasil menaikkan bb anak? Syedihh ya masih jadi penghuni trit ini ><

Page 12 of 12 FirstFirst ... 2 10 11 12