Page 1 of 3 1 2 3 LastLast
Results 1 to 15 of 36
  1. #1
    NewcomerCitizen angelic's Avatar
    Join Date
    Nov 22, 2009
    Location
    Big J
    Posts
    1,341
    Mentioned
    137 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai Mommies, berhubung sedang Pekan ASI Nasional, yuk, ikut cerita soal pengalaman menyusui si kecil. Mothercare juga ingin tahu, nih, pengalaman Mommies selama menyusui si kecil. Akan ada hadiah voucher belanja Mothercare senilai 300.000, lho.

    Caranya:
    • ceritakan pengalaman dan suka-duka Mommies dalam memberikan ASI untuk anak.
    • ceritakan juga peralatan apa saja yang digunakan untuk membantu Mommies memberikan ASI
    • cerita haruslah merupakan pengalaman pribadi
    • cerita ditunggu paling lambat 31 Agustus 2015.

    Pemenang akan dipilih juri. Keputusan juri tidak dapat diganggu-gugat.

    Ditunggu ceritanya, Mommies. Hidden Content
    Last edited by angelic; Aug 19, 2015 at 12:37 PM.
    My blog | Follow at your own risk | Shop at Lemari Rory | @anggie.fadilah on Instagram

  2. #2
    Lurker Rainsya's Avatar
    Join Date
    Jul 10, 2015
    Location
    Tangsel
    Posts
    5
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hello whitelady, salam kenal ya moms, berhubung aku newbie di forum ini jadi masih bingung nih buat ikutan Hidden Content
    aku mau sharing pengalaman suka dan duka pertama kali memberikan ASI rasanya bahagia dan sangat antusias sekali...Hidden Content dengan mengikuti program IMD stelah satu jam kelahiran, akhirnya si debay mulai minum ASI.
    Ternyata Alula sangat pintar tidak bingung puting, jadi bisa dengan lancar minum ASI, di usia 1 minggu ASI bundanya masih lancar setelah memasuki minggu ke-2 mulai sedikit setalah saya melakukan pumping (alat pumping yang digunakan adalah pegion Manual), biasanya di atas 100ml ini hanya 40ml - 50ml saja, sempat panik juga karena pengaruh terhadap berat badan debaynya di usia memasuki 2 bln berat debay naiknya tidak terlalu signifikan, konsul degan dokter sampai akhirnya Alula harus di ambil darahnya untuk di cek secara keseluruhan ternyata tida ada hal yang terkait dengan kelainan atau penyakit, tapi saya tetap memberikan ASI saya dan dokter juga menganjurkan begitu ( bagusnya dokter Alula pro ASI), setelah saya baca - baca dan konsultasi kembali dengan dokter ternyata stress terhadap busui itu dapat mempengaruhi reporduksi ASI juga loh moms.
    Sekarang usia Alula sudah memasuki 4bln 3w dan masih mengkonsumsi ASI, berhubung bundanya ibu bekerja, so setelah usia 3bln mengkonsumsi ASI dengan program ASIP, awalnya Alula sempat bingung dalam pemberian ASIP menggunakan dot, sampai gonta ganti dot dan cocok dengan tipe dot khusus untuk yang newborn, sampai sekarangpun masih menggunakan yang newborn, berharap Alula masih memperoleh asupan ASI sampai usia 6 bulan, walaupun sekarang sudah ga exlusive ASI karena sudah kena sufor ( sedih juga sih..karena stock ASIPnya tidak mencukupi mau ga mau di support sama sufor), sekarang momsnya udah ga sabar menunggu si debay memasuki usia 6bln dimana sudah mulai di bantu dengan MPASI.

    Selama masih bisa memberikan ASI kepada bayi mungil kita, moms lakukan semaksimal mungkin karena saat itulah moment terindah bagi seorang moms memberikan sentuhan kasih sayang pada saat menyusui, apalagi buat moms yang sibuk bekerja dimana waktu bersama si kecil tidak terlalu banyak. Hidden Content Always be Happy Moms Hidden Content
    Last edited by Rainsya; Aug 12, 2015 at 07:41 PM.

  3. #3
    Lurker
    Join Date
    Nov 14, 2013
    Location
    Bekasi
    Posts
    6
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    hai salam kenal, saya juga mau ikutan bagi pengalaman menyusui nya.

    Anak saya lahir dengan kondisi BBLR cuma 2.250 gram waktu itu.. 😟 lahir normal dan langsung minta IMD setelah dilahirkan. IMD nya waktu itu ga berjalan seperti teori yang saya banyak baca, anak saya cuma nangis goyang goyang dan megang megang.. 😣😣 ( bisa dikatakan IMD ga berhasil yaaa, CMIIW)

    Setelah di ruangan dicoba menyusui masi ga bisa bisa. Padahal payudara udah kencang sekencang kencangnya 😣. Di massage, di kompres, pakai pompa dari RS masih saja ga keluar... (Mulai panik &#128552Hidden Content .

    Hari ketiga setelah lahir,, baru berhasil menyusui. Rasanya tuh plong banget. Karena memang kekeuh banget pengen ASI eksklusif. Selaen hemat juga saya masih menganut paham ASI tetap yang terbaik untuk anak 😁

    Sukanya dalam pemberian ASI itu banyak banget... Yang pertama itu, bondingnya dapet banget 😊❤️.. Kenikmatan yang ga bisa diganti dengan apapun bisa pandang pandangan sama anak yang lagi disusuin. Sumpah itu nikmat banget 😊

    yang kedua, ASI ga ribet, praktis. Kita ga perlu pusing dengan peralatan menyusui yang banyak banget kayak musti nyiapin termos, nyeteril peralatan menyusuinya, nyiapin susunya. REMPONG 😪. Kalau ASI tinggal buka CLEP 😁.

    Yang ketiga ya jelas HEMAT banget (penting nih). Ga perlu keluarin Extra budget untuk susu.. Uangnya bisa dipakai buat beli baju ato maenan 😀.

    Keuntungan yang lain nya tuh yang aku liat anak aku jarang banget sakit. Kalaupun sakit paling anget karna mau tumbuh giginya aja.

    Selaen suka pasti ada duka dong ya..
    Dukanya kalo aku karena anak aku lahir dengan kondisi BBLR jadi lagi bulan bulan awal DSA nya menyarankan untuk disusuin tiap 2jam. Selain karena ngejar berat badan, anak saya jg cenderung males nyusu dan jarang nangis. Jadi kalo nyusu tuh musti dirangsang bangun baru dia bangun. Tidur kita terbatas banget Jafi ikutin aja kata orang tua, kalo anak tidur kita harus juga tidur 😊. Kebayar kok pas 3 bulan berat badan anak naik jadi 6 kg.

    Duka yang lain apa ya... Kayaknya kok banyakan sukanya kalau diingat ingat 😁😁 gak kerasa udah mau setaun menyusui. ASI masih melimpah jadi masih belum perlu sufor.

    Peralatan yang aku pakai (gausa sebut merk yaa)
    1. Breastpump yang manual ataupun elektrik.. Aku prefer yang elektrik.
    2. Botol kaca..
    3. Alat steril utk peralatan nya
    4. Soft cup dan cup feeder

    Happy breastfeeding mom 😊❤️
    Last edited by renaabadi; Aug 13, 2015 at 10:10 AM.

  4. #4
    Managing Editor Mommies Daily Immigrant
    Join Date
    Apr 17, 2015
    Posts
    136
    Mentioned
    18 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai, salam kenal. Saya mau share pengalaman saat menyusui dua anak saya. Waktu yg pertama itu sedihnya RS tempat saya melahirkan belum mendukung IMD dan pemberian ASI eksklusif. Jadi di awal sempat ditawarin sufor. Untung saya kekeuh nyusuin. Saat anak pertama saya sempat demam karena ASI deras tapi susah keluar, jadi bengkak. Terus saat memerah ASI di kantor, nggak ada ruang menyusui, jadi kadang di kamat mandi.

    Nah, di anak kedua RS sudah menggalakkan IMD dan pemberian ASI. Nggak ada demam tapi puting sempat lecet dan pas nyusuin sakiiiiit banget. Di saat nyusuin anak kedua saya juga sempat jadi ibu donor untuk keponakan yg masuk ICU.

    Peralatan yg saya pake: pompa elektrik, botol susu, alat steril, breast pad, nipple cream biar nggak sakit, terus sama mesin penghangatnya, lupa namanya apa. Plus dvd untuk nemenin pas lagi merah di rumah biar nggak ngantuk, hehehr.

  5. #5
    Permanent Resident Jersey Girl's Avatar
    Join Date
    Aug 2, 2011
    Posts
    842
    Mentioned
    162 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    My Breastfeeding Story

    Masih membekas jelas di ingatanku tentang kisah menyusui anakku 3 tahun lalu. Anakku lahir secara caesar dan tidak merasakan IMD. Rumah sakit tempat aku bersalin ternyata tidak pro-ASI 100%. Suster disana sering menanyakan apakah asiku sudah keluar karena anakku menangis terus, sehingga mereka menyarankan menggunakan sufor sementara menunggu ASI keluar. Ini pengalaman pertama aku dan suamiku punya anak, jadi tak tega juga rasanya mendengar anakku menangis terus. Terpaksa kami menandatangani pemberian sufor untuk anak kami.
    Lalu asiku akhirnya keluar juga di hari ketiga, setelah perjuangan dipijat terus sampai akhirnya kolostrum itu keluar walau hanya beberapa tetes. Saat itu aku belum punya pompa asi, sehingga harus memompa dengan tangan. Dan selama 3 hari pertama itu anakku sudah mencicipi sufor dan dot.
    Tantangan berikutnya datang saat ternyata anakku kuning. Sehingga harus disinar sehari di RS. Proses menyusui langsung pun jadi terhambat karena suster tak mengijinkan bayi yang sedang disinar sering-sering dikeluarkan dari tempat sinar. Akhirnya aku dan anakku diperbolehkan pulang di hari keempat. Sampai di rumah aku bertekad untuk full ASI, namun ternyata tak semudah itu karena anakku bingung puting. Keadaan saat itu sungguh dilematis, antara harus mengejar dia banyak minum agar tidak kuning dan mengajari dia menyusu langsung sambil berjuang juga membangunkan dia untuk mau minum susu (yang ternyata tidak mudah juga).
    Hari keenam saat kontrol ke dokter, bilirubin anakku kembali merangkak naik. Mau tidak mau kami harus merelakan dia disinar kembali. Asiku aku pompa dan suamiku yang mengirimkan ke RS. Sempat juga terjadi kekalutan saat pompa elektrik asiku yang disterilkan oleh ibuku di atas kompor meleleh. Pikiran ini kacau rasanya, di saat aku butuh ASI untuk anakku namun yang ada hanya cobaan demi cobaan. Akhirnya kami membeli pula pompa manual dulu sambil menunggu pesanan pompa elektrikku datang. Saking semangatnya memompa menggunakan pompa manual, tak sadar ada tetesan-tetesan darah mengalir keluar lewat asiku. Ya ampun sia-sia ASI yang aku pompa ini harus terbuang begitu saja. Dari situ aku baru belajar untuk tidak terlalu kencang dan cepat saat memompa manual. Tantangan ternyata masih belum berhenti disitu. ASI yang aku kirimkan ke RS ternyata tidak mencukupi kebutuhan anakku. Terpaksa kami mengijinkan kembali pemberian sufor.
    Hari kesembilan akhirnya anakku diijinkan keluar dari RS. Hatiku senang sekali bisa berkumpul kembali bersama bayiku, setelah sebelumnya selalu menangis setiap melihat tempat tidur bayi itu kosong. Kucoba kembali menyusui anakku, namun ternyata bingung putingnya semakin parah. Akhirnya kuusahakan dia untuk minum dari sendok, feeder cup namun hasilnya tidak maksimal karena dia kesulitan meminumnya sehingga jumlah cairan yang masuk tidak mencukupi kebutuhannya.
    Perjuangan itu berlangsung terus. Aku berlomba terus untuk berusaha mencukupi kebutuhan cairannya dengan terus juga berusaha meningkatkan produksi ASI ku. Setiap hari aku makan bayam atau katuk, meminum suplemen booster ASI, memakan makanan berkuah, pijat dsb. Aku konsultasi juga dengan dokter laktasi. Puji Tuhan sepulang dari dokter laktasi, bayiku akhirnya bisa menyusu langsung dengan cara yang benar pula. Kekhawatiranku mulai berkurang, dan aku bertekad menyusui terus bayiku agar produksi ASI ku bisa sesuai dengan kebutuhannya.
    Sampai di hari keenam belas, bilirubin bayiku ternyata meningkat drastis sampai 16. Hancur hatiku karena saat bayiku mulai bisa menyusu, aku harus merelakan dia disinar kembali sehingga proses menyusu langsung itu terhambat kembali. Kejadiannya terulang lagi, ASIP ku tidak cukup dan kembali dia meminum sufor. Namun kali ini aku titipkan feeder cup pada suster, agar bayiku tidak bingung puting saat pulang nanti. Perjuangan bolak-balik RS itu menguras emosi dan tenagaku. Tapi tak apalah asal anakku sehat pikirku.
    Akhirnya di hari kedua puluh, bilirubin anakku sudah di angka 7 dan dokter mengijinkannya pulang. Dokter menyatakan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hal-hal yang berbahaya sehingga beliau menyimpulkan anakku kuning karena ASI. Untungnya dokter tidak melarangku untuk tetap memberikan ASI. Sepulang dari RS bayiku belajar menyusu langsung lagi namun untungnya tidak sesulit pertama dan sejak itu bayiku full ASI. Dan di usia 5 minggu baru bayiku dinyatakan bebas kuning. Wah senang sekali rasanya hati ini mendengarnya.
    Tantangan berikutnya datang saat bayiku berumur 7 minggu. Kami kembali berkonsultasi ke dokter anak sekaligus dokter laktasi karena berat badan bayiku berada di bawah grafik normal. Hasil konsultasi menyimpulkan bayiku perlu tambahan sufor. Dokter laktasi tersebut mengatakan bahwa ASI memang yang terbaik tapi untuk kasus ini kita harus mengejar berat badannya karena kesehatan lebih utama. Bayi yang kurang berat badannya akan rentan terkena sakit. Sedih dan pilu rasanya hati ini karena setelah susah payah mengusahakan full ASI, akhirnya tetap perlu tambahan sufor juga. Tapi mau bagaimana lagi, akhirnya kami memutuskan untuk mengorbankan idealisme kami demi kesehatan bayi kami.
    Sampailah usia 8 bulan aku terus menyusui bayiku dengan diselingi sufor. Sejujurnya bayiku lebih suka menyusu langsung daripada minum dari botol. Senang sekali dia mengempeng pada payudaraku. Sering aku menyusui dia sambil tidur malam selama 5 jam non stop bolak balik kiri kanan ha...ha... Pegal dan lelah tapi demi bayiku tetap mendapat ASI tak apalah. Namun karena sering dia menolak minum dari botol, padahal produksi ASIku semakin minim, dia sempat kurang cairan, pipisnya berwarna kuning pekat. Setelah berbicara dengan suami akhirnya aku memutuskan menyapih dia di usia 8 bulan. Berat rasanya karena dia selalu harus menyusu langsung untuk pengantar dia tidur. Tapi aku berdoa kalau memang ini yang terbaik tolong Tuhan permudahkan jalannya. Dan benar saja tidak ada drama penyapihan, walaupun menangis tapi dia akhirnya mau ditenangkan dan terbiasa minum susu dari botol.
    Fiuh...perjalanan menyusui ini cukup panjang dan melelahkan. Tapi dengan segala tantangan yang ada, aku bersyukur masih bisa menyusui bayiku sampai 8 bulan. Semoga kisah ini bisa menyemangati ibu-ibu menyusui lainnya.

    Peralatan yang saya pakai untuk menyusui:
    -pompa manual
    -pompa elektrik (saya lebih suka yang elektrik karena gak pegal memompanya)
    -sterilizer (biar ga meleleh lagi)
    -bantal meyusui
    -nursing cover (untuk menyusui di tempat umum)
    -breast pad (untuk mencegah ASI rembes ke baju)
    -baju menyusui

  6. #6
    Lurker ndahsulistyanin's Avatar
    Join Date
    Jun 24, 2014
    Location
    tangerang
    Posts
    5
    Mentioned
    2 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Sudah hampir 21 tahun aku menyusui abhirama, banyak sekali suka duka yang aku alami ketika menyusui terlebih saat diawal kelahirannya. Aku melahirkan abhirama lewat proses sesar di minggu ke 40 kehamilanku, setelah bayi mungilku lahir aku mendekapnya sebentar, tak ada IMD seperti yang sering ku baca di berbagai info. Setelah pelukan singkat itu kami dipisahkan untuk selanjutnya bayiku di bersihkan pada umumnya. Kami bertemu lagi diruang rawat inap, disini masalah dimulai, anakku terus menangis tapi aku tak berhasil menyusui, kata suster yang memeriksaku, lidah bayiku pendek, dan puyingku datar. Suster menyarankan untuk memompa asi saja, masalahnya aku tidak teredukasi soal menyusui, aku tidak paham soal memompa asi, dan kondisiku saat itu hanya di temani ibuku yang sama tak mengertinya denganku, suamiku sibuk hilir mudik mengurus administrasi ini itu. Suster hanya memberiku sebuah suntikan yg sudah dipotong ujungnya, katanya aku bisa mengeluarkan nipleku sambil memerah kolostrum, tapi bayiku terus menangis, semakin kencang membuat beberapa orang berada diruang yang sama denganku menekanku, mengatakan bahwa bayiku harus diberi minum kalo tidak bayiku bisa kuning, awalnya aku tetap berusaha memberinya kolostrumku lewat sendok, tapi dia tetap menangis dan tekanan terhadapku makin sadis. Mau gamau akhirnya aku memberinya sufor. 3 hari dirumah sakit, asiku masih belum cukup membuatnya berhenti diam, suamiku sudah membelikan pompa asi manual, tapi anakku masih belum bisa lepas dari sufor. Sebulan kemudian bayiku kuning, aku terus menangis sepanjang malam karna asiku belum cukup untuknya, belum cukup membuatnya sehat. Apapun obat pelancar asi ku makan, baik yg tradisional ataupun pabrikan, tapi tetap saja perahan asiku tidak maksimal. Pada bulan kedua abhi pup darah, betul betul darah segar yg mengalir, aku panik, gugup dan kecewa. Dokter bilang ususnya luka, kemungkinan abhi alergi susu sapi, aku kembali diminta melakukan rangkaian tes lab lagi, tapi aku ga tega liat anakku di tusuk jarum.
    Aku mulai rajin buka internet, bergabung dengan mommiesdaily, mendapat support dan informasi, mulai dari mengunjungi klinik laktasi, hingga ikut kelas menyusui di aimi. Semua yg ku coba membuahkan hasil di bulan ke 3, untuk pertama kalinya abhi mau menyusu langsung, dua jam dia menyusu langsung. Sampai akhirnya dia benar benar menyusu langsung selama 15 menit kemudian tertidur pulas. Hatiku membuncah bahagia merasakannya, sekaligus kecewa, kenapa ga dari awal ke konselor laktasi, kenapa sebelum hamil aku ga punya ilmu tentang menyusui. Dan banyak lagi penyesalan terhadap 3 bulan yg ternodai. Huhuhu. Selepas itu semua mengalir dengan lancar, aku menjadi ibu bahagia, asi ku cukup untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan bisa mendonasikan beberapa botol untuk anak saudara. Sekarang aku kembali galau dan sedih, 3 bulan lagi abhi wwl, aku berjanji tak akan mencegahnya jika masih menyusu meski usianya sudah lebih dari 2 tahun, tapi aku juga belum sanggup menghadapi kemungkinan bahwa abhi tak mau lagi menyusu padaku setelah ini. Aku akan sangat merindukan masa masa menyusui, berjuang sekuat hati memberinya yang terbaik.

    - - - Updated - - -

    Sudah hampir 21 bulan aku menyusui abhirama, banyak sekali suka duka yang aku alami ketika menyusui terlebih saat diawal kelahirannya. Aku melahirkan abhirama lewat proses sesar di minggu ke 40 kehamilanku, setelah bayi mungilku lahir aku mendekapnya sebentar, tak ada IMD seperti yang sering ku baca di berbagai info. Setelah pelukan singkat itu kami dipisahkan untuk selanjutnya bayiku di bersihkan pada umumnya. Kami bertemu lagi diruang rawat inap, disini masalah dimulai, anakku terus menangis tapi aku tak berhasil menyusui, kata suster yang memeriksaku, lidah bayiku pendek, dan puyingku datar. Suster menyarankan untuk memompa asi saja, masalahnya aku tidak teredukasi soal menyusui, aku tidak paham soal memompa asi, dan kondisiku saat itu hanya di temani ibuku yang sama tak mengertinya denganku, suamiku sibuk hilir mudik mengurus administrasi ini itu. Suster hanya memberiku sebuah suntikan yg sudah dipotong ujungnya, katanya aku bisa mengeluarkan nipleku sambil memerah kolostrum, tapi bayiku terus menangis, semakin kencang membuat beberapa orang berada diruang yang sama denganku menekanku, mengatakan bahwa bayiku harus diberi minum kalo tidak bayiku bisa kuning, awalnya aku tetap berusaha memberinya kolostrumku lewat sendok, tapi dia tetap menangis dan tekanan terhadapku makin sadis. Mau gamau akhirnya aku memberinya sufor. 3 hari dirumah sakit, asiku masih belum cukup membuatnya berhenti diam, suamiku sudah membelikan pompa asi manual, tapi anakku masih belum bisa lepas dari sufor. Sebulan kemudian bayiku kuning, aku terus menangis sepanjang malam karna asiku belum cukup untuknya, belum cukup membuatnya sehat. Apapun obat pelancar asi ku makan, baik yg tradisional ataupun pabrikan, tapi tetap saja perahan asiku tidak maksimal. Pada bulan kedua abhi pup darah, betul betul darah segar yg mengalir, aku panik, gugup dan kecewa. Dokter bilang ususnya luka, kemungkinan abhi alergi susu sapi, aku kembali diminta melakukan rangkaian tes lab lagi, tapi aku ga tega liat anakku di tusuk jarum.
    Aku mulai rajin buka internet, bergabung dengan mommiesdaily, mendapat support dan informasi, mulai dari mengunjungi klinik laktasi, hingga ikut kelas menyusui di aimi. Semua yg ku coba membuahkan hasil di bulan ke 3, untuk pertama kalinya abhi mau menyusu langsung, dua jam dia menyusu langsung. Sampai akhirnya dia benar benar menyusu langsung selama 15 menit kemudian tertidur pulas. Hatiku membuncah bahagia merasakannya, sekaligus kecewa, kenapa ga dari awal ke konselor laktasi, kenapa sebelum hamil aku ga punya ilmu tentang menyusui. Dan banyak lagi penyesalan terhadap 3 bulan yg ternodai. Huhuhu. Selepas itu semua mengalir dengan lancar, aku menjadi ibu bahagia, asi ku cukup untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan bisa mendonasikan beberapa botol untuk anak saudara. Sekarang aku kembali galau dan sedih, 3 bulan lagi abhi wwl, aku berjanji tak akan mencegahnya jika masih menyusu meski usianya sudah lebih dari 2 tahun, tapi aku juga belum sanggup menghadapi kemungkinan bahwa abhi tak mau lagi menyusu padaku setelah ini. Aku akan sangat merindukan masa masa menyusui, berjuang sekuat hati memberinya yang terbaik.

  7. #7
    Immigrant res27's Avatar
    Join Date
    Apr 19, 2012
    Posts
    215
    Mentioned
    72 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Halo semua, salam kenal. Dalam rangka meramaikan pekan asi dunia, aku mau ikutan share ya Hidden Content Ini pengalaman pertamaku utk menyusui. Anak pertamaku, Zafran lahir dengan berat badan minimalis melalui operasi sectio. Sedih sih krn harus mendadak dioperasi gara2 kontraksi, dan berat badan bayi susut, ditambah air ketuban yg udah tinggal dikit. Jam 11 malam Zafran lahir. Rasanya indah bgt denger tangisannya pecah diruang operasi. Pengaruh bius yg bikin kliyengan gabisa bikin aku berhenti senyum dan nangis haru penuh syukur. Dari awal aku minta imd dan kebetulan rs serta perawat bidan dsa dan obgyn disanapun sealiran. Berdasarkan teori waktu kelas laktasi aimi, yg aku ikutin pas hamil 8bln, imd minimal 1jam. Namun apa daya, baru 45mnt aku sesak napas dan harus berpisah dg jagoan kecilku. Kami bertemu lagi jam 2 dini hari. Begitu aku tersadar, aku meminta suamiku utk meletakkan zafran seranjang denganku. Badannya mungil, merah, dan terlihat ringkih. Aku yg masih kliyengan dan kikuk utk menggendong bayi, berusaha mencari posisi yg nyaman dan aman utk kami. Semalaman kami seranjang, dan zafran tidur diatas dadaku dg hanya dilapisi kimono rumahsakit. Keesokannya, jam 6 pagi, zafran dimandikan perawat dan bidan. Hari itulah pertama kali kami belajar menyusu dalam keadaan sama2 sadar. Aku belajar memberi susu, zafran belajar meminum susu. Rasanya wooHidden Content Geli bercampur ngilu. Kata nenekku, itu gara2 lidah bayi masih tajam. Tapi kl kata aimi, pelekatannya blm benar. Kadang mengkombinasikan ilmu sama pengalaman itu seru. Sambil sugesti sambil belajar. Dan hebatnya, kerja sama kami berhasil! Zafran pinter langsung menghisap put*ngku dg semangat. Sakitnya hilang bersamaan dg wajah mabok susu zafran dan senyum kecilnya. Perawat bidan dan dsa disana sangat suportif. Tdk cuma mendukungku secara moril, tp mereka juga mengajariku memijat payudara dan mengajari suamiku melakukan pijat oksitosin. Kami berusaha dan bekerja sama sebisa mungkin utk jagoan kecil kami. Dsa menyarankan utk menyusui setiap 2jam. Pulang ke rumah, semua perbekalan menyusui sudah siap. Pompa asi, kantong asi, botol susu, bantal menyusui, kompres payudara (breast soother), dan nipple cream. Selain hal diatas, perlengkapan menyusuikupun ditunjang dg makanan sehat dan alami. Daun katuk, daun kacang, daun singkong, susu almond, sari kurma, jeruk, pepaya, oatmeal, dan ga lupa : susu. Suasana rumah dan kamarpun dibuat sedemikian nyaman, supaya akupun menyusui dg nyaman. Suami, adik, orangtua, bahkan asisten rumah tangga ga pernah bosan utk mendukung citacitaku memberikan asi eksklusif utk zafran. Perlahan rasa sakit di put*ng mulai hilang, seiring dg kepandaian kami menyusu. Zafran semakin pintar menghisap dan aku semakin mengenal karakter anakku. Dibulan ke-4, stok asiku berlebih. Walaupun aku ibu rumah tangga, tapi gapernah absen pompa. Prinsipnya : one bag one day. Krn kita kan gatau apa yg terjadi besok. Niat awal hanya utk berjaga2 kalau aku sakit atau pergi keluar. Lagipula, semakin sering payudara "dikosongkan" makan semakin sering juga asi diproduksi. Stok asiku diberikan kepada siapapun yg membutuhkan, melalui itu, sekarang zafran punya 3 saudara sepersusuan. Sampai saat ini, usia zafran 9bln, aku masih menyusui zafran. Memang kuantitas menyusuinya mulai berkurang, dikarenakan sudah mulai mpasi dan semakin aktif bermain. Tapi proses menyusui ini sangat menyenangkan. Seperti ada ikatan antara aku dan zafran. Selain itu, zafran juga ga gampang sakit. Ditambah makin disayang suami krn ngirit. Satu lagi yg ga kalah menyenangkan, simple. Kl anaknya haus dimanapun dan kapanpun, tinggal "lep" bereessss. Pokonya, selama zafran masih mau dan aku sanggup, pasti aku masih akan menyusui dia. Krn sebaikbaiknya makanan minuman di dunia, ga ada yg lebih baik dari asi. Buat semua busui, semangat! Kita ibu2 modern yg cerdas, yg sayang anak, dan ga kemakan iklan Hidden Content buat bumil, ayo perbanyak ilmu ttg asi dan menyusui. Buat para pensiunan busui, ayo berbagi ilmu dan semangat utk busui2 yg lain. Selamat hari asi utk para pejuang asi. Semoga dg asi, kita bisa turut mencerdaskan bangsa Hidden Content

  8. #8
    Elite Citizen De2licious's Avatar
    Join Date
    May 3, 2011
    Location
    Manado
    Posts
    3,076
    Mentioned
    1397 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai mommies... karena gw sering nge-forum di trit bfeeding, suami sampe komen rajin amaaaatt pantenginnya sampe ada yg email-in n PM-in kayak dibayar aja...wkwkwkw!! Mudah2an ikut trit ini dapet reward...ahahaaayyy... but yg paling penting mudah2an pengalaman saya bisa berguna buat mommies semua.

    Karena sering main ke trit menyusui, mungkin sebagian ibu-ibu sudah tahu bfeeding journey saya. Mungkin di forum saya terkesan galak, sok dokter gadungan dan dianggap konselor laktasi amatiran...ahahaha!! Tapi jangan salah.. awal journey menyusui saya banyak banget blunder moments nya.. So mungkin cerita saya agak berbeda dengan ibu-ibu lainnya yahh..

    Hampir sepanjang masa kehamilan saya, saya tidak pernah terpikirkan untuk menyusui. Ya... di benak saya namanya mengurus bayi itu identik dengan bangun tengah malam dan ngocok susu. Bahkan disaat saya mengenal adanya istilah asi ekslusif, saya mengira itu artinya saya memberi asi saja untuk 6 bulan pertama, ya setelah itu kasih sufor.
    Saya pun kemudian sepintas membaca tentang manajemen asip..saya berpikir.. Ohh ternyata gampang dong kalo mau kasih asi, saya tinggal pompa aja trus kasih ke nanny.. BERES. Saya yang "control freak" ini sudah membuat planning bahwa saya kemudian akan menyusui untuk 2 bulan, kemudian kembali kerja dan mompa asi, dan di 6bulan saya akan ke klinik kecantikan untuk diet intensif.
    Ya...Ini moment blunder pertama saya yaitu "nyari info tapi baca nya setengah doank" ahahaha!!
    Sampe sekarang gw gak habis heran... saya yang berpendidikan cari ilmu ke negeri orang sampe ke jenjang postgraduate, saya yang fasih tiga bahasa, saya yang menganggap diri up to date, saya yang menganggap diri saya berwawasan luas... tapi koq sampe saya hamil pun saya masih tidak familiar dengan soal ASI... Where have I been?? and why didn't anyone tell me about it??

    Saat "pencerahan" saya yang pertama yaitu lewat forum female daily ini. Saya yang dulunya cuma main di trit beauty Lahh.. anaknya kan belom lahir juga ngapain gw pikirin soal menyusui?? dinetekin toh abis gitu beres. Yang saya lebih heran lagi, ini ibu-ibu ngomongin apaan koq seru amat kayaknya. Dan begitu saya masuk ke dunia "persusuan" ini, langsung pusyiiinnggg, ini semua lagi ngomong apaan? Se-complicated itu kah untuk menyusui.. Bukan cuma itu, saya langsung kuatir.. ternyata banyak banget yang harus saya pelajari. And like a good student I always was, saya berusaha hunting "textbook" ahaahha.. cari buku soal mengurus bayi dan soal asi. Dan ini terjadi disaat perut udah 8bulan hamil.

    Terus terang saya gak punya persiapan sama sekali. Mulailah saya sibuk mencari breast pump, botol kaca, cooler bag, bra menyusui, dan printilan laennya.. TEEETT TOOOTT.. ternyata saya salah lagi!! saya bingung mikirin buat mompa asi doank, cara nyimpan asi, berapa mili per hari tapi gak mikirin gimana asinya bisa produksi on the first place.. Tsaaahhh.. bijimane ini...Disaat usia kehamilan saya masuk 9 bulan, buku pesanan dari amazone pesanan saya berjudul "the art of breastfeeding" dari LLLI akhirnya sampe juga. Disitu saya baru tau pentingnya IMD, colostrum, pijat payudara, rangsangan ke payudara, dan ternyata untuk keberhasilan asi harus absolutely No DOT dan No Sufor (ini juga menjadi kampanye AIMI tahun ini lhooo).
    Yaaaahhh... padahal segala jenis botol dari yg modelnya standard sampe yang aneh-aneh sudah saya siapin... sufor juga udah saya beli, ikut PO pula.
    Akhirnya kocar-kacir beli printilan pendukung menyusui seperti nipple cream dan breast pad. Asi booster saja saya baru beli disaat sudah di RS saat mau melahirkan. Obgyn saya saja sampe kaget waktu saya tiba-tiba ngotot mau lahiran normal padahal udah dijadwalkan untuk cesar. Alesannya, karena saya baru baca-baca kalo cesar gak bisa IMD. Kalo gak bisa IMD asi gak keluar.. jadi gimana donkkk...

    Tiba saatnya saya dijadwalkan untuk cesar, dan si baby hanya dikasih 1 menit untuk menyusui sementara saya dijahit. Begitu tiba di ruang pemulihan, perasaan saya seakan ingin berontak. Bukan karena saya menuntut untuk IMD, tapi instict keibuan saya seolah berteriak "mana bayi saya?!" Saya memaksa semua orang yang merawat saya untuk mengambil anak saya ke ruangan saya. Suami, suster, dan dokter jaga sekalipun. Dan ternyata tidak sia-sia. Disaat bayi yang lain terpisah dari ibunya selama 24jam lebih setelah cesar, bayi saya hanya 30menit lepas dari saya dan kemudian sudah terus bersama saya lagi. Saya seolah tidak perduli dengan operasi saya.. ohhh jangan salah, saya juga gemetaran hebat pasca operasi dan teriak-teriak kesakitan karena alergi sama latex di kateter. Tapi the only thing that calms me down is when I am with my baby and feeding him.

    Jangan mengira saya yang pro-asi selalu anti sufor... That was far from the truth...ahahaha... Disaat ibu-ibu lain ngamuk karena anaknya dikasih sufor tanpa sepengetahuan, saya malah minta tolong suster untuk memberi sufor ke bayi saya walopun bisa menyusui. Karena saya sudah di "brainwash" kalo nantinya kamu sakit atau asi kamu sedikit trus si anak gak mau minum sufor gimana??
    Disaat ibu-ibu lain galau karena anaknya bingput udah keduluan dikasih dot, lah saya malah galau karena anak saya yang baru berumur 2hari koq gak mau mimik dari dot. Kalo ibu-ibu lain ke ruang suster ntuk belajar menyusui, saya ke situ untuk belajar ngasih minum dari dot.. Wkwkwkw!! Another blunder moment from me... Oon moment lebih tepatnya.
    Ya mau gimana lagi.. dulu saya percaya anak baru lahir harus dikasih sufor (walopun dari semua buku yang gw baca mengatakan sebaliknya).. karena katanya kalo gak dikasih sufor nanti jaundice. Trus harus bisa minum dari botol kalo gak jadi manja.. Dan banyak lagi "katanya-katanya" lainnya yang saya amat sangat percaya.

    Tapi Thanks God, walopun saya banyak blundernya ternyata lewat semua "tantangan" yang saya hadapi saya malah jadi semakin mantap untuk menyusui anak saya. Dan untungnya walopun banyak "mitos" disekeliling saya ada DSA yang pro Asi yang memberikan saya nasihat dan petunjuk.
    Benar saja anak saya ternyata physiology jaundice, tapi DSa saya bilang obatnya jaundice tuh ya asi. Jaundicenya keluar lewat feses dan asi dapat menyerapnya lebih cepat. Kemudian anak saya alergian. Banyak sekali pantangan yg gak boleh saya makan. Tapi dokter meyakinkan bahwa gizi dari asi saya tetap akan cukup dan asi akan menjadi investasi terbaik saya untuk mencegah anak saya alergi yang lebih parah. Anak saya juga punya GERD (another chapter on the book I skipped to read..aiyaaaaa) dan ternyata menyusui secara langsung adalah yang terbaik untuk anak yang memiliki reflux, karena secanggih apapun dot yang ciptaan manusia tetap tidak sebaik puting ibu yang ciptaan Tuhan, ya gak?
    Nursing strike?? kena juga tuh sampe 3 bulan lamanya. Solusinya ya cuma buang dot. Walopun susah payah jeduk2in kepala ke tembok akhirnya berhasil juga.
    Ohh dan soal puting lecet, korengan etc... jangan ditanya lagi.. anak saya tongue tie yg nanti udah gede baru ketahuan.. deuuuhhh... yak mana eike tauuu kalo dia tongue tie. Tapi untung I power thru it and kept breastfeeding him karena ternyata dokter bilang mekanisme menyusui membuat lidahnya menjadi lebih fleksibel dan untungnya sekarang anak saya tidak bermasalah untuk berbicara.
    Engorgement dan sepupunya si Plugged Ducts.. ahh kita temen lama tuhh..wkwkwkw!! dan again, solusinya cuma satu.. menyusui langsung.

    Ternyata walopun dapet emak kaya saya yang buta soal asi dan walopun segala macam tantangan yang saya hadapi saya bisa menyusui bukan hanya asi ekslusif tapi menyusui ekslusif juga. Karena kalo dilihat kembali, semua tantangan itu malah yang memicu saya untuk makin berusaha berjuang untuk menyusui. Orang bilang pengalaman menyusui adalah "bonding antara ibu dan anak". Dan benar saja... untuk bisa "bonding" dengan anak.. saya harus bisa mengenal semua sifat kebiasaan dan karakter anak saya, dan lewat menyusui saya bisa mengenal semua itu. Bukan itu saja, saya juga bisa lebih mengenal diri saya sendiri dan makin berusaha menjadi the best version of myself thru it all.

    Untuk mendukung keberhasilan menyusui, menurut saya breast pump adalah sebuah investASI. Ibu yang over supply dan ibu yang asinya seret dua-duanya butuh pompa asi. Ibu rumah tangga pun perlu sebagai jaga-jaga bila nanti diperlukan atau untuk troubleshooting masalah seperti plugged duct dan engorgement.
    Nipple cream juga menjadi sahabat terbaik busui apalagi di bulan-bulan pertama menyusui disaat si baby lagi belajar untuk latch on .
    Dan yang terakhir siapkan asi booster. Bukan cuma untuk menambah asi aja, tapi juga memberi sugesti percaya diri ke si ibu sehingga produksi asi semakin lancar.
    Sekarang banyak sekali produk yang dijual dipasaran, kalo ada rejeki berlebih semua bisa dipersiapkan, tapi kalo pun tidak meyusui adalah proses yang natural.. so just let it FLOW *pun intended* yang penting mindset kita yang harus tetap positif, tetap berjuang untuk memberikan asi sampe tetes terakhir Hidden Content

    Sekarang informASI sudah lebih digalakkan, sangat banyak produk yang bisa membantu ibu-ibu untuk sukses menyusui, banyak juga support group yang ikut membantu secara moril, dokter dan konsuler laktasi pun ada di berbagai wilayah indonesia, hak-hak ibu menyusui pun sangat sering disosialisasikan.
    Kalo ibu yang rada Oon kayak gw bisa sukses menyusui, saya yakin ibu-ibu yang lain yang sekarang lagi berjuang untuk menyusui bisa sukses juga.

    Yang semangat yaah bu ibu....
    My motherhood journey thru IVF, exclusive breastfeeding, cloth diapering, pregnancy and postpartum fitness while baby wearing and toddler chasing.
    ig: Rookie.mommy

  9. #9
    Permanent Resident
    Join Date
    Nov 22, 2013
    Posts
    637
    Mentioned
    126 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Punya anak pertama, bisa memberikan asi ekslusif dan terus asi sampai sekarang 18 bulan itu bahagia banget. Tapi bisa sukses menyusui itu juga tidak mudah dan halangannya banyak banget. Saat pertama kali tahu hamil, saya banyak cari informasi. Mulai dari baca tabloid, majalah, browsing, dan akhirnya nyangkut di forum female daily yang amat sangat bermanfaat. Selain itu, informasi yang saya dapat adalah saat belanja di Mothercare, di situ banyak brosur soal pemberian ASI.
    Mulai deh saya aktif ikut talkshow, seminar, apapun tentang kehamilan, melahirkan, dan proses menyusui. Dan syukurnya rumah sakit dan dokter yang membantu persalinan saya sangat pro ASI.
    Ternyata memberi ASI, tidak semudah dalam bayangan saya. Puting susu saya sudah lecet2 parah di hari pertama menyusui, setelah diperiksa ternyata anak saya mengalami tongue tie, yang membuat dia kesulitan menyusui. Akhirnya dilakukan tindakan pemotongan tongue tie. Selanjutnya juga belum berjalan mulus, puting saya pendek sehingga bayi terkadang frustasi dan marah tidak sabaran saat menyusu. Tapi dengan kesabaran akhirnya anak saya pandai menyusu.

    Masalah berikutnya adalah, masa kembali bekerja. Bayi saya tidak mau minum asi perah. Sehingga saya memutuskan untuk membawanya bekerja ke kantor. Jangan bayangkan enak bisa membawa anak ke kantor. Ribeeett banget, di satu sisi harus bekerja, di sisi lain harus mengurus anak. Hal ini saya lakikan karena saya tidak memiliki baby sitter ataupun asisten rumah tangga.

    Untungnya suami saya juga sangat mendukung pemberian asi, atau mungkin juga karena dia tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli susu formula ya, hahaha.
    Kalau saya ingat ingat, sakitnya menyusui, mukai dari lecet, penyumbatan, sampai bernanah pernah saya alami tapi semuanya hilang terbayarkan dengan prestasi bisa terus memberikan asi.

    Oya, meskipun bayi saya tidak mau minum asi perah, saya terus secara rutin memompa asi untuk persediaan. Bahkan bisa memberikan donor asi untuk 3 orang bayi.
    Jadi peralatan yang amat sangat membantu dalam proses menyusui buat saya adalah
    1. Baju menyusui. (Terima kasih untuk mereka yang menemukan baju menyusi, saya tidak kerepotan mau menyuai dimana saja)
    2. Breast pump. Saya jadi punya banyak stok asi dan bisa membantu bayi lain yang butuh asi
    3. Bra menyusui, ini penting banget
    4. Breastpad
    5. Kantong asi

  10. #10
    Lurker atikafebriyani's Avatar
    Join Date
    Jun 19, 2012
    Location
    Sidoarjo
    Posts
    2
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Setiap ibu mampu menjadi "Mehrunnisa", matahari para wanita. Menyusui adalah sebuah ikatan awal antara ibu dan buah hatinya. Keberhasilan proses ini haruslah melalui kekuatan pikiran sang ibu yang hangat bagaikan matahari. Ketika saya menyusui, saya merasakan sesuatu yang luar biasa. Bagi saya, menyusui adalah waktu dimana saya bisa sangat dekat anak saya. Dengan menyusui anak saya, saya bisa memenuhi hak anak saya dengan memberikan air surga melalui tempat yang paling nyaman di dunia buat si kecil, dada seorang ibu yang diiringi bunyi musik jantung kehidupan.

    Saya ibu bekerja dengan 2 anak, Aqila (30 bulan) dan Zahir (13 bulan). Pengalaman menyusui Aqila adalah pengalaman yang tidak bisa saya lupakan. Di awal menyusui, saya tidak menemukan hambatan. Aqila bisa sangat bebas menyusu, bahkan Aqila menyusu 2 jam sekali, hingga berat badan dia naik dengan sangat cepat. Hambatan muncul ketika Aqila memasuki usia 2 bulan. Kami pergi liburan kerumah Eyang. Mungkin karena suasana yang baru, Aqila rewel. Dan Aqila mengalami masa Growth Spurt, Aqila maunya nempel terus, rewel, dan minta mimik terus. Mungkin karena pelekatan menyusui Aqila salah, akhirnya puting saya luka. Awalnya hanya lecet-lecet di puting. Karena saya tetap menyusui dan saya pompa ketika saya dikantor, lukanya semakin besar, dan berdarah, rasanya sangat amat kesakitan ketika menyusui. Namun hal itu tidak membuat saya sedikitpun menyerah untuk tetap menyusui. Alhamdulillah saya mempunyai suami yang sangat mendukung saya. Genggaman tangan suami dan tatapan mata Aqila yang menguatkan saya. Alhamdulillah 2 bulan kemudian puting saya pulih dengan sendirinya, tanpa obat-obatan. Pernah dengar mitos jika ASI bisa menyembuhkan luka? Itu benar sekali bunda. Banyak manfaat dari ASI salah satunya bisa menyembuhkan luka di puting payudara ibu.

    Sedikit hambatan menyusui timbul ketika saya kembali bekerja. Di kantor saya tidak ada ruang menyusui atau ruang kosong yang bisa saya pergunakan untuk memompa payudara saya. Akhirnya saya memompa di musholla kantor sebelum jadwal sholat tiba. Alhamdulillah ada nursing apron ponco (celemek menyusui) sehingga saya bebas pompa payudara saya tanpa perlu risih dilihat teman kantor. Ketika musholla kantor sedang penuh maka saya terpaksa memompa di ruang server kantor atau saya juga sering memompa di dapur kantor..hehehehe.. Ketika saya dikantor, saya memompa ASI 2x, siang dan sore. Alhamdulillah ASI semakin di keluarkan, maka akan terus berproduksi. Saya sampai menyewa frezer selama 5 bulan untuk menyimpan ASIP Aqila.
    Ketika anak Zahir lahir, saya sudah bisa dengan tenang ketika menyusui Zahir. Frekuensi menyusui Zahir lebih hebat dibandingkan Aqila. Alhamdulillah saya punya keluarga, teman, dan komunitas menyusui (AIMI) yang sangat membantu saya dalam menyusui anak-anak saya. Sampai sekarang saya masih menyusui Zahir. Semoga saya bisa terus menyusui Zahir sampai nanti waktunya Zahir menyapih dengan sendirinya.
    Sekarang gigi Zahir sudah tumbuh banyak. Sering Zahir menggigit puting saya ketika menyusu, bagi saya itu adalah petanda Zahir sedang mengajak bundanya becanda..hehehehe..
    Media sosial mempunyai peranan yang sangat penting bagi kesuksesan saya dalam menyusui. Saya banyak mendapat ilmu menyusui dari teman-teman yang tergabung di AIMI. Thanks AIMI.

    Bagi saya, tatapan dan genggaman anak saya ketika menyusui mereka adalah hadiah terindah dalam hidup saya. Bisa melihat Aqila & Zahir tumbuh dengan sehat dan ceria adalah kebahagiaan hidup saya dan suami.

    Peralatan menyusui Aqila & Zahir:
    1. Breast pump (pompa ASI) manual
    2. Nursing apron ponco
    3. Cooler bag
    4. Ice gel dan ice pack
    5. Breast pad
    6. Plastik ASI dan Botol ASIP kaca tutup karet
    7. Botol susu


    "Breastfeeding isn't just about milk, it is also about LOVE."

  11. #11
    Lurker
    Join Date
    Aug 18, 2015
    Posts
    1
    Mentioned
    0 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Awal kehamilan cukup berat selain anak pertama juga terdapat virus tokso pada bayi yang dikandung, namun berkat doa dan pertolongan Tuhan semua bisa dijalani dan virus tersebut hilang waktu bayi lahir kedunia. Waktu bayi dlm kandungan 7 bulan memang sudah kepikiran untuk lahir normal plus full asi eksklusif. Namun kenyataannya tidak seperti yang diharapkan karena bayi susah keluar jadi cesar. Awal kelahiran asi yang keluar sedikit namun permintaan tinggi maklum bayinya cowo jadi seperti yang mommies tahu bila bayi cowo makannya tentu lebih banyak dari bayi cewe. So dimulailah perjuangannya setiap 30 menit bayi bangun untuk minta asi cukup stress dan melelahkan sekali terutama bagi ibu baru seperti saya yang biasa bisa tidur nyenyak tiba-tiba harus bangun seperti itu. 3 bulan pertama merupakan bulan yang paling melelahkan selain dari pemulihan diri harus juga memberikan asi. Dan yang membuat binggung juga bayi setelah diberi asi ternyata alergi dengan asi (karena asupannya susu sapi u), ternyata itu membuat bayi alergi jadi setelah konsul dgn dokter, dokter menyarankan untuk saya menjaga makanan dengan memilih makanan tidak memicu alergi. Karena saya ibu bekerja jadi saya sudah siapakan beberapa botol asi supaya ketika saya kembali bekerja persediaan asi masih ada, namun hal ini tidak bs berlangsung lama sekali lagi disebabkan oleh permintaan asi yang tinggi dari bayi jadi kejar-kejaran untuk mempompa asi. Namun masih bisa mencukupi permintaan bayi. awal menyusui bayi sempat tidak dapat minum dengan maksimal mungkin krn kurang pengalaman heheh ( cara pemberian asi dengan memasukkan puting kurang tepat ke mulut bayi). Seringkali juga lecet sampai membengkak namun saya mengolesinya dengan asi itu sendiri lgs kering dan gak lecet lagi. Sempat untuk menyerah memberikan asi ke bayi krn faktor lelah namun suami mendukung sepenuhnya untuk tetap menyusui krn selain dari ikatan ibu dan bayi semaikin dekat juga supaya bayi kuat staminanya.

    Alat yang digunakan :
    1. Bra menyusui
    2. Pompa elektrik
    3. Breast pad
    4. Botol asi
    5. Kantong asi

  12. #12
    Lurker nurulgie's Avatar
    Join Date
    Jun 18, 2014
    Location
    Depok
    Posts
    21
    Mentioned
    4 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    kehamilan pertama membuat saya panik,bingung dan parno. saya belum punya pengetahuan tentang kehamilan,parenting apalagi ASI.makanya pas lahirsi kecil saya tidak melakukan IMD ( Inisiasi Menyusui Dini). sempat minum susu formula saat hari pertama di bidan. sebenarnya cukup kecewa dengan pelayanan di bidan tersebut,namun saya tidak terlalu hiraukan. alhamdulillah ASI saya lancar saat pertama kali dihisap oleh si kecil. itu rasanya ada kelegaan dalam pikiran saya. karena saya tidak bekerja jadi saya langsung memberikan ASI dari payudara. namun saat berpergian, saya coba perah dengan alat pompa lalu saya simpan dalam botol kaca. itu pun buat cadangan saja karena anakku tidak terlalu suka memakai dot botol. saya lebih suka memakai pompa yang manual,lebih banyak keluar susunya. saya bersyukur bisa memberikan ASI kepada Arkana sampai usianya 2 tahun 6 bulan. mungkin kalau saya tidak mengambil tindakan untuk menyapihnya, dia belum mau berhenti nenen. Sekarang dia sudah mulai belajar mandiri,kalau mau minum susu langsung bilang,makannya pun juga banyak.senang rasanya melihat anak tumbuh dengan sehat.

  13. #13
    NewcomerCitizen angelic's Avatar
    Join Date
    Nov 22, 2009
    Location
    Big J
    Posts
    1,341
    Mentioned
    137 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hai Mommies! Untuk memberikan kesempatan bagi mommies lain yang masih ingin berbagi cerita, giveaway ini diperpanjang hingga 31 Agustus 2015, ya.

    Ditunggu ceritanya!
    My blog | Follow at your own risk | Shop at Lemari Rory | @anggie.fadilah on Instagram

  14. #14
    Newcomer
    Join Date
    Nov 25, 2014
    Posts
    91
    Mentioned
    62 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Hi Mommies, mau ikut share pengalaman menyusui nih...

    Alkisah saya baru berhasil menyusui ASI secara eksklusif pada anak ke-2 saya, yang Alhamdulillah bisa sampai 2 thn 3 bulan. Sementara waktu anak pertama, meski sudah dipijat oleh suster-suster RS, makan banyak sayuran dan minum berbagai jus maupun pelancar ASI, namun tetap saja ASI mogok keluar.

    Anak kedua ini juga bukan tanpa kendala, dari mulai harus masuk NICU di hari ke-3 kelahirannya karena kuning, freezer ASIP yang tiba-tiba tidak beku sehingga beberapa ASIP mencair, si baby Zahra yang baru belakangan diketahui intolerant lactose sehingga saya harus diet dairy food dan tidak bisa memberikan stok ASIP sebelum saya diet dairy food, puting yang luka benar-benar luka hingga membuat proses menyusui terasa cukup lamaaa dan menyakitkan hingga permasalahan baby bingung puting ketika masa cuti sudah mau habis dan mulai belajar minun dengan botol.

    Dan tidak bisa dilupakan "bantuan" Mothercare selama periode menyusui ini, dari mulai mencari nipple cream untuk mengatasi luka puting, botol dan dot yang sesuai dan dimauin baby Zahra yang bingung puting, hingga slabber supaya tumpahan ASIP nya tidak mengotori baju ya semua dicari di Mothercare Hidden Content

    Selamat menikmati masa-masa menyusui Mommies...semangat yaaaa...

  15. #15
    Editor Mommies Daily Resident adiesty's Avatar
    Join Date
    Jan 28, 2013
    Posts
    462
    Mentioned
    23 Post(s)
    Tagged
    0 Thread(s)

    Default Re: [Giveaway] Berbagi Cerita Menyusui Bersama Mothercare

    Waaah... ternyata lagi rame cerita soal ngASI, ya. Jadi inget pengalaman lima tahun lalu. Perjuangan kasih ASI buat Bumi. Awalnya, saat menyusui Bumi di rumah sakit berjalan dengan lancar. Udah ke-PD-an kalau anak gue ini nggak bakal kena sufor. Tapi kenyataannya, setelah pulang ke rumah, ASI gue sereeeeet bukan main. Udah makan segala macem sayur, tetep aja ASI-nya mandeeeek. Udah coba diperah, dengan segala cara, termasuk cara manual, tetep juga nggak bisa keluar. Boro-boro, deh, bisa 100 ml. Satu sendok teh aja nggak ada.

    Awalnya sih gue kekeh nggak mau kasih sufor. Bertahan lah, bahkan suara tangisan anak yang sepertinya nangis gara-gara keausan, tetep gue abaikan. Berhubung masih tinggal sama nyokap, beliau bilang, "Udah, deh, Dis... nggak kasian tuh, liat anaknya nangis kaya begitu? Mau dikasih air putih aja? Nggak apa-apa, kok, kasih sufor."

    Ok, akhirnya, pertahan gue pun jebol. Anak gue sempat nyicip sufor. Waktu itu gue cukup paham, sih, dengan apa yang disaranin nyokap. Lagi pula, walaupun nyokap yg saranin gue pakai sufor tapi nyokap adalah pendukung gue untuk kasih ASI. Dari awal pas gue hamil, nyokap selalu bilang kalau semua perempuan itu BISA MENYUSUI. Tapi memang perlu usaha untuk bisa melakukannya. Bahkan, waktu itu nyokap mau bersusah payah beliin daun bangun2 buat ASI booster gue ke pasar Senin. Alhamdulillah setelah beberapa hari kasih sufor, ASI gue bisa ngalir dengan lancar. Bahkan akhirnya bisa menyusui anak sampai usianya 2 tahun 3 bulan.

    Nggak usah ditanya, deh, gimana rasanya. Heepiiiyyyyyyyyyyyyy banget!

    Mudah2an aja, nanti kalau dikasih rezeki sama Allah untuk punya anak lagi, gue mau berusaha untuk kasih ASIX. Mohon doanya, yaaa supaya daku bisa hamil (lagi) hahahhahahaa....

Page 1 of 3 1 2 3 LastLast